Tekan Harga Komoditi Penyebab Inflasi, Pemkot Pagar Alam Bangkitkan Lagi GSMP

- Redaksi

Senin, 13 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Pemkot Pagar Alam pengendalian inflasi tahun 2023 bersama Kementerian Dalam Negeri. (Photo: Delta Handoko)

Rakor Pemkot Pagar Alam pengendalian inflasi tahun 2023 bersama Kementerian Dalam Negeri. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam akan berupaya menekan angka ataupun harga sejumlah komoditi utama penyebab inflasi, salah satunya yakni cabai.

Hal ini dipaparkan Pj Walikota Pagar Alam Lusapta Yudha Kurnia, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian Inflasi tahun 2023 bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia melalui Video Conference (Vidcon), bertempat di Ruang rapat Besemah Tige Setdako, Senin (13/11/2023).

Disampaikan Menteri Dalam Negeri bahwa Inflasi Indonesia secara global terkendali dengan baik, yaitu pada angka 2,56 persen year on year (y-o-y). Untuk month on month (m-o-m)  di bulan Oktober 2023 Indonesia mengalami inflasi pada angka 0,17 persen, dengan komoditas utama penyebab inflasi di Oktober yaitu Beras, Cabai Rawit, Cabai Merah, dan Gula Pasir.

Diinformasikan juga untuk Indeks Perkembangan Harga (IPH) M2 November 2023 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kota Pagar Alam disebutkan sebagai kota dengan kenaikan IPH tertinggi pada angka 5,40 persen. Dengan komoditas penyumbang utama IPH menurut wilayah yaitu Cabai Merah, Jeruk dan Cabai Rawit sebagai komoditas andil terbesar inflasi.

Menanggapi hal tersebut, Pj Walikota Pagar Alam menjelaskan bahwa harga naik tersebut diakibatkan oleh pandemi Elnino yang berkepanjangan, sehingga mengakibatkan gagal panen oleh petani.

“Yang otomatis mengakibatkan Kota Pagar Alam menyuplai cabai dari pulau Jawa dengan biaya transportasi tinggi. Sehingga harga distribusinya tinggi di Kota Pagar Alam,” ujarnya.

Dilanjutkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam akan berupaya untuk menekan harga/angka tersebut dengan beberapa upaya seperti mensosialisaikan kepada petani mengenai asuransi pertanian, mengaktifkan kembali cool storage (Pendingin) untuk menyimpan cadangan makanan.

“Serta kembali menggerakan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), untuk kesejahteraan masyarakat kota Pagar Alam,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional
Warning Bagi Pelaku Usaha Rongsokan Pagar Alam,Pasca Kebakaran Disimpang Kerte Diwe Izin Dan Dampak Lingkungan Kini Disorot
670 PPPK Pagar Alam Digembleng Kenali Nilai dan Etika, Wako Ludi: Disiplin Adalah Cerminan Loyalitas dan Kejujuran

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba

Berita Terbaru