Tag: Haji

  • Presiden Prabowo Kurban Sapi ‘Blembo’ Jenis Simental Bobot 1,01 Ton untuk Masyarakat Palembang

    Presiden Prabowo Kurban Sapi ‘Blembo’ Jenis Simental Bobot 1,01 Ton untuk Masyarakat Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Presiden RI Prabowo Subianto memilih ‘Blembo’ sapi jenis simental milik Umar Alaydrus dengan bobot 1.010 kilogram atau 1,01 Ton sebagai hewan kurban untuk masyarakat di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

    Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Rahmat M. Harahap mengatakan sapi itu dipilih karena memenuhi kriteria yang diharapkan.

    “Ada beberapa kandidat, kenapa ini yang dipiliih ? Ya karena dia bagus, sehat, dan bobotnya paling tinggi. Kemudian juga sudah melalui laboratorium untuk pengecekan kesehatannya dengan pemeriksaan kecenderungan cacingan atau tidak,” kata Rahmat saat dibincangi langsung saat meninjau sapi terpilih di peternakan Bil Barokah Farm pada, Selasa (20/5/2025).

    Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan Kesehatan sapi yang menjadi hewan kurban Presiden Prabowo itu.

    “Syarat dari Sekretariat Presiden mengharuskan adanya hasil uji laboratorium, khususnya apakah sapi itu terindikaasi cacingan atau tidak. Pemeriksaan Kesehatan sapi ini dilakukan oleh dokter hewan dari provinsi. Kami juga telah melakukan pemeriksaan laboratorium,”

    Ia menyebut jika pada tahun 2025 Presiden RI akan memberikan sapi kurban tidak hanya satu, tetapi 18 ekor sekaligus yang mana sapi tersebut akan disebar ke 17 Kabupaten/Kota di Sumsel.

    “Berbeda dengan tahun sebelumnya setiap provinsi itu hanya mendapatkan satu hewan kurban milik Presiden, tapi pada Tahun 2025 Sumsel mendapatkan sebanyak 18 ekor sapi yang akan diserbarkan di 17 Kabupaten/Kota,” ujarnya.

    Ia menyampaikan jika nantinya Blembo (sapi) kurban yang dipilih untuk masyarakat Kota Palembang akan dipotong di Masjid Dharma Wanita Baiturrahman.

    “Lokasinya di kawasan rumah susun (rusun) di Jalan Radial, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit, Kota Palembang. Ini yang menentukan dimana-mananya Pak Gubernur sendiri,” imbuhnya.

    Sementara itu, Perwakilan Setkab Rio Gunawan mengungkapkan jika pengadaan sapi kurban di daerah dilakukan negosiasi oleh dinas terkait dan peternak.

    “Kami hanya mengurus terkait administrasi saja, serta memastikan agar pelaksanaannya sesuai aturan. Tahun ini presiden berkenan untuk melakukan kurban sapi di seluruh kabupaten/kota di 38 provinsi untuk diberikan bantuan kemasyarakatan. Jumlahnya sekitar 550 ekor hewan kurban,” ujarnya.

    Di tempat yang sama, Pemilik sapi kurban, Umar Alaydrus mengaku senang karena sapi peliharaannya dipilih presiden dan dibeli dengan harga Rp 110 juta.

    “Sapi ini berasal dari Lampung yang dibeli sekitar 5 bulan lalu. Ini bukan soal nominal, tapi karena sapi yang saya pelihara dipilih oleh Presiden. Ya tentunya saya sangat senang,” ucap dia.

  • 363 Jemaah Calo Haji Kloter Pertama Asal OKU Timur Berangkat ke Tanah Suci

    363 Jemaah Calo Haji Kloter Pertama Asal OKU Timur Berangkat ke Tanah Suci

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 363 Jemaah Calon Haji (JCH) kloter pertama asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur telah diberangkatkan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada pukul 18.20 WIB, Sabtu (3/5/2025).

    Ketua Tim Kerja Humas Kanwil Sumsel Abdul Qudus Fitriansyah menyebut para Jemaah Calon Haji tersebut terbang menggunakan pesawat Saudi Arabia dengan kapasitas 370 kursi.

    “Dari 363 Jemaah Calon Haji, ada 3 Petugas Haji Daerah (PHD) serta 4 petugas,” ujar Qudus kepada awak media.

    Ia mengatakan di tahun 2025 Asrama Haji Embarkasi Palembang memberangkatkan 7.012 jamaah, yang terdiri dari kloter pertama pada 2 Mei sampai 14 Mei dan kloter kedua pada 16 Mei sampai 24 ini.

    Lebih lanjut, pihaknya mencatat prioritas lansia dari 7.012 jemaah Sumsel, ada 351 orang dengan rentang usia 83-103 tahun.

    “Ini prioritas lansia yang memang masuk ke dalam kuota haji reguler Jemaah Calon Haji (JCH) Sumsel. Total lansia dari usia 65 tahun ke atas ada 60 persen dari total jamaah Sumsel,” katanya.

    Sebelumnya, para Jemaah Calon Haji dari OKU Timur itu tiba di Asrama Haji Embarkasi Palembang pada, Jum’at 2 Mei 2025 (sore). Kemudian, para jemaah dilakukan pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan pengarahan dari panitia dan tim medis.

    Jamaah diinapkan selama lebih kurang 24 jam dan akan dilepas oleh Gubernur Sumsel Herman Deru sekitar pukul 14.00 WIB, dan berangkat ke Madinah melalui Bandara SMB II pukul 18.20 WIB.

    “Jamaah yang datang ke asrama haji sore kemarin, mereka mengikuti manasik haji terakhir atau manasik pemantapan terlebih dahulu. Bukan hanya jamaah, tapi juga petugas selesai sholat subuh atau pagi,” jelasnya.

    Selain pemeriksaan kesehatan, jemaah juga dipasang gelang pengenal yang disertai dengan identitas diri dan diberi peralatan mandi lengkap dengan handuknya.

    “Selain itu setiap jamaah mendapatkan uang saku sebanyak 750 riyal atau setara dengan sekitar Rp3 jutaan, dengan nilai tukar mata uang Indonesia Rp4.000 per 1 real,” ungkap dia.

  • Perlu Adanya Revisi UU 34 2014 BPKH Juga Harap adanya Penurunan Subsidi Haji Agar Berkelanjutan

    Perlu Adanya Revisi UU 34 2014 BPKH Juga Harap adanya Penurunan Subsidi Haji Agar Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) RI saat ini masih bergantung pada UU nomor 34 tahun 2014 terkait Pengelolaan Keuangan Haji yang menjadi Pedoman mereka. UU ini memberikan pedoman tentang cara pengelolaan dana haji, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban. Sejak pembentukannya pada tahun 2017, BPKH mengelola dana haji dengan mengikuti ketentuan yang diatur dalam undang-undang tersebut

    Oleh karena itu, BPKH menilai perlu adanya Revisi UU tersebut apalagi tidak mencantumkan Isu – Isu terkini termasuk tidak menghitung Mitigasi Resiko dan kerugian yang bisa terjadi kapan saja.

    “Dengan perubahan kondisi dan tantangan baru, pembaruan peraturan ini bisa memastikan bahwa pengelolaan keuangan haji lebih adaptif dan responsif terhadap situasi yang berkembang. Mangkanya kita berharap adanya revisi agar kita semakin lincah dalam melakukan pergerakan,” kata Anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep Riana Jayaprawira saat bertemu awak Media dalam Media Gathering bersama BPKH, Kamis (12/9/2024), di Palembang.

    Acep menjelaskan saat ini pihaknya telah menyampaikan rancangan revisi UU tersebut kepada Legislatif. Namun masih dalam pembahasan dan belum direalisasikan. Penyampaian rancangan revisi kepada legislatif adalah langkah penting untuk memperbarui regulasi agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan terkini

    “Sejauh ini memang tidak ada yang merugikan. UU yang mengatur tentang pengelolaan keuangan haji harus disempurnakan, agar BPKH bisa memperbaiki tata kelola internal,” terangnya.

    Tak hanya itu, BPKH berharap penurunan biaya subsidi haji menjadi 30 persen pada 2025 dapat meringankan beban anggaran sekaligus memperbaiki keberlanjutan dana haji. Dengan pembagian biaya menjadi 70 persen ditanggung peserta dan 30 persen dari subsidi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan dana.

    “Subsidi yang diberikan harusnya berkelanjutan dan memiliki asas keadilan. Keadilan yang dimaksud jika Subsidi harusnya adil dan dirasakan jemaah yang tengah mengantri cukup lama. Sehingga idealnya subsidi haji sebesar 30 Persen,” ungkapnya.

    Jika dilihat dari biaya perjalanan haji tahun lalu, Jemaah total mengeluarkan biaya Rp56 Juta dari total Rp93 Juta setelah ditambah dengan Subsidi haji.

    “Jadi Subsidi yang kita keluarkan itu sebesar Rp37,4 Juta, sedangkan Jemaah juga wajib melakukan setoran awal sebesar Rp25 Juta pada saat mendaftarkan diri,” jelasnya.

    Disisi lain, Acep menjelaskan jika Gathering bersama awak media guna memperjelas dan memperkenalkan BPKH dan tanggung jawab BPKH.

    “Seperti tugas pokok dan fungsi, investasi, dan manfaat BPKH dalam penyelenggaraan haji. Kita memang telah memiliki Media Sosial, namun dirasa kurang dan kita perlu meningkatkan silaturahmi bersama Media,” jelasnya.

  • Pemulangan Usai, 8.439 Jemaah Debarkasi Palembang Kembali Ke Tanah Air

    Pemulangan Usai, 8.439 Jemaah Debarkasi Palembang Kembali Ke Tanah Air

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 408 jemaah haji kloter 19 Debarkasi Palembang asal Muaraenim dan PALI tiba di Palembang, Senin (15/07/2024) siang. Kedatangan kloter 19 menandai berakhirnya masa pemulangan jemaah haji Debarkasi Palembang tahun 2024. Total jemaah haji yang kembali berjumlah 8.439 jemaah. Kloter 19 saat berangkat berjumlah 406 jemaah, saat kepulangan berjumlah 408 jemaah, dua jemaah yang sebelumnya sempat di rawat di Arab Saudi yaitu Nasuha Hanafi (64) Kloter 15 asal Ogan Ilir dan Bonandar Iskak Karyo (60) Kloter 2 asal Lubuk LInggau bergabung di Kloter 19.

    Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI Jaja Jaelani saat melepas jamaah berharap dengan kembalinya jemaah ke Tanah Air dapat membawa kehidupan beragama di Sumsel semakin kondusif, dapat memaknai pelaksanaan ibadah haji dengan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta memperoleh haji yang mabrur dan mabruroh.

    “Semoga dengan tibanya bapak dan ibu ke Tanah Air akan membawa kehidupan beragama di Sumsel ini semakin kondusif. Semoga Allah SWT menerima amalan ibadah kita di Tanah Suci dan haji Indonesia menjadi haji yang mabrur. Setelah sampai ke tanah air, nilai-nilai semangat berhaji semoga selalu bergelora di diri kita masing-masing. Setelah sampai tanah air tetap semangat shalat berjamaah, shalat fardu. Saya titip agar makna ibadah haji, dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat bapak ibu sekalian, semoga Allah memberikan keberkahan kita dan bangsa Indonesia yang tercinta ini,“ ujarnya.

    Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel Armet Dachil menjelaskan, tahun ini Embarkasi/Debarkasi Palembang memberangkatkan 8.467 jemaah dengan rincian 7.263 jemaah asal Sumsel, 1.109 jemaah asal Bangka Belitung, dan 95 petugas kloter. Dari jumlah tersebut, yang kembali hingga akhir masa pemulangan Debarkasi Palembang berjumlah 8.439 jemaah dengan rincian 7.238 asal Sumsel, 1.106 asal Bangka Belitung, dan 95 petugas kloter. Sedangkan jemaah yang meninggal berjumlah 25 orang dengan rincian dua meninggal di embarkasi, 22 meninggal di Arab Saudi, dan satu meninggal di debarkasi. Adapun jemaah yang hingga kini masih dirawat di Arab Saudi berjumlah empat orang.

    Menurut Armet, jemaah haji yang dirawat di Arab Saudi akan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Meski nantinya masa operasional pemulangan jemaah haji berakhir pada 22 Juli mendatang, pemerintah melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) akan terus memantau kondisi jemaah tersebut. Apabila sudah membaik dan sehat, mereka akan diantar pulang ke Indonesia. “Semua menjadi tanggung jawab pemerintah sampai mereka kembali ke Tanah Air,” tegas Armet.

    Untuk diketahui, empat jemaah haji yang saat ini masih dirawat tersebut adalah Mascik Mentoh Thalib (65) Kloter 4 asal Bangka, Sahlan Sophian (73) Kloter 7 asal Palembang, Dulhadi Ahmad Subari (84) Koter 10, Djudi Damsuki Nuryodikromo (78) Kloter 13 asal Palembang.

    Hadir pada acara penyambutan, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI Jaja Jaelani, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel Win Hartan, Kabid PHU Kanwil Kemenag Sumsel Armet, Kabag Agama Biro Kesra Pemprov Sumsel Muhammad Yamin, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Palembang Emmilya Rosa, Direktur PT. Swarna Dwipa selaku pengelola asrama haji Rebo Iskandar Pohan, serta unsur PPIH Debarkasi Palembang.

  • Kloter 8 Pulang, Debarkasi Palembang Telah Menerima Kepulangan 3.593 Jemaah

    Kloter 8 Pulang, Debarkasi Palembang Telah Menerima Kepulangan 3.593 Jemaah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang menerima kepulangan 450 jemaah haji kloter 8 di Aula Asrama Haji Sumsel, Selasa (02/07/2024) siang. Total jemaah Debarkasi Palembang yang sudah kembali ke Tanah Air berjumlah 3.593 orang.

    Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan selaku Ketua PPIH Debarkasi Palembang menjelaskan, tahun ini Embarkasi/Debarkasi Palembang memberangkatkan 8.467 jemaah haji yang tergabung dalam 19 kelompok terbang (kloter). Hingga hari ini, delapan kloter sudah kembali ke Tanah Air dengan jumlah 3.593 orang. Sedangkan jemaah yang meninggal berjumlah 23 orang dengan rincian dua meninggal di embarkasi dan 21 meninggal di Arab Saudi. Adapun jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi hingga kini berjumlah empat orang.

    “Untuk jemaah haji yang meninggal, mereka mendapatkan haknya sebagai jemaah. Jemaah yang meninggal sebelum prosesi Armuzna akan dibadalhajikan dan juga mendapatkan asuransi. Sedangkan jemaah haji yang meninggal setelah Armuzna, akan mendapatkan asuransi. Besaran asuransi yang diterima jemaah haji yang meninggal normal adalah sebesar Bipih (biaya perjalanan ibadah haji) masing-masing embarkasi,” jelas Syafitri.

    “Sedangkan jemaah yang sakit dan masih dirawat di Arab Saudi, akan dipantau kondisinya. Bila membaik dan dinyatakan laik terbang, jemaah tersebut akan diberangkatkan bersama kloter-kloter berikutnya,” sambung Syafitri.

    Sementara itu, Ketua Kloter 8 Al Muzakir Robinson dalam laporannya menjelaskan, saat berangkat ke Tanah Suci, kloter 8 berjumlah 450 orang. Pada masa pemulangan, ada dua jemaah yang pulang lebih awal yaitu Herman Afandi bersama kloter 4 dan Romli Muid Seman bersama kloter 5. Namun ada dua jemaah dari kloter 17 yang bergabung pulang (tanazul) bersama kloter 8, yaitu Darwan Djono (73) dan Akhmad Fauzi (65), keduanya dari Palembang. “Sehingga total jemaah yang kembali hari ini tetap berjumlah 450 orang,” jelas Muzakir.

    Pada kesempatan itu, Muzakir juga mengucapkan terima kasih kepada panitia embarkasi/debarkasi, PPIH Arab Saudi, dan para jemaah haji atas dukungan dan kerjasamanya sehingga proses perjalanan ibadah haji yang dilalui kloter 8 dapat berjalan lancar. “Kami telah berusaha maksimal untuk memberikan pelayanan. Namun tentu masih ada kekurangan dan kelemahan. Kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” pinta Muzakir.

  • Kloter 2 Palembang Kembali Ke Tanah Air, 2 Jemaah Dirawat di Arab Saudi

    Kloter 2 Palembang Kembali Ke Tanah Air, 2 Jemaah Dirawat di Arab Saudi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 447 jemaah haji kloter 2 debarkasi Palembang tiba di Palembang, Selasa (24/06/2024) pagi. Dua jemaah haji masih dirawat di Arab Saudi karena sakit.

    Ketua kloter 2 debarkasi Palembang Muslim Aswari menjelaskan, saat berangkat ke Tanah Suci pada 13 Mei lalu, jemaah kloter 2 berjumlah 448 orang. Di Madinah, ada satu jemaah yang meninggal yaitu Yusman Irawan (64) asal Lubuklinggau. Saat kepulangan ke Tanah Air, ada dua jemaah yang tidak bisa ikut pulang karena masih dirawat di rumah sakit Mekkah yaitu Zainoni Zen Ibrahim (68) dan Bonandar Iskak Karyo (60) asal Lubuklinggau. Namun ada dua jemaah dari kloter 7 yang ikut pulang lebih awal (tanazul) ke kloter 2 yaitu Ahmad Nuril Alam (68) dan Eva Hariyantini (44).

    “Dengan demikian, kloter 2 yang pulang ke Palembang hari ini berjumlah 447 orang, termasuk lima petugas kloter. Kloter 2 terdiri dari jemaah asal Palembang, Lubuklinggau dan Muratara,” jelas Muslim.

    Plh. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel Win Hartan menjelaskan, jemaah haji yang sakit dan dirawat di Arab Saudi akan terus dipantau kondisinya. “Bila sudah sehat dan dinyatakan layak terbang, mereka akan dipulangkan ke Indonesia bersama kloter-kloter berikutnya,” kata Win Hartan.

    Terkait kedatangan kloter 2 hari ini, Win Hartan mengatakan, jemaah kloter 2 tiba di Bandara SMB II Palembang pukul 09.10 WIB. Setelah menjalani proses di bandara selama sekitar satu jam, jemaah kemudian dibawa ke Aula Asrama Haji Sumsel. Di sini, jemaah mengikuti prosesi penyambutan sekaligus pelepasan ke daerah masing-masing.

    “Jemaah haji mendapatkan pengarahan dari bidang kesehatan terkait pemantauan kesehatan jemaah haji selama dua pekan pasca kepulangan. Mereka juga menerima kembali paspor masing-masing. Panitia juga menyerahkan kepada setiap jemaah lima liter air zam-zam. Adapun jemaah yang meninggal tetap mendapatkan jatah air zamzam, yang diberikan kepada keluarga jemaah,” jelas Win Hartan.

    Pihak asrama haji sendiri, lanjut Win Hartan, menyiapkan akomodasi bagi jemaah haji selama menunggu jemputan keluarga. Bagi yang ingin menginap di asrama haji, juga disediakan kamar untuk jemaah. “Namun biasanya jemaah setelah selesai menjalani proses pelepasan, ingin cepat-cepat kembali ke rumah masing-masing,” terang Win Hartan.

    Untuk informasi, hingga hari ini total jemaah haji embarkasi/debarkasi Palembang yang meninggal berjumlah 19 orang. Dua jemaah meninggal di embarkasi sebelum keberangkatan dan 17 jemaah meninggal di Arab Saudi.

  • 15 Jemaah Haji Embarkasi Palembang Wafat

    15 Jemaah Haji Embarkasi Palembang Wafat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Kemenag Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) mendata jika ada 15 Jemaah Haji Embarkasi Palembang sejauh ini yang Wafat dalam menunaikan Ibadah Haji.

    Dari 15 tersebut, 13 diantaranya Wafat di Tanah Suci. “Berdasarkan data hingga hari ini, jemaah haji Embarkasi/Debarkasi Palembang yang meninggal berjumlah 15 orang. Dua meninggal saat di embarkasi sebelum keberangkatan, sedangkan 13 jemaah lagi meninggal di Arab Saudi,” kata Humas Kemenag Sumsel Qudus, Kamis (20/6/2024).

    Sementara itu, saat ini jemaah haji Embarkasi/Debarkasi Palembang saat ini sudah kembali ke hotel masing-masing di Mekkah setelah menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

    Kakanwil Kemenag Sumsel diwakili Kabag Tata Usaha Win Hartan, mengatakan Jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 1 Debarkasi Palembang dijadwalkan tiba di Palembang pada 22 Juni malam, pukul 20.00 WIB. Menyambut masa pemulangan ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang bersiap menyambut kedatangan jemaah Haji.

    Win Hartan dalam arahannya berharap para panitia bekerja maksimal menyambut kedatangan jemaah haji. Dia juga meminta agar panitia dapat menyiapkan skema penyambutan jemaah haji, baik saat di Bandara SMB II Palembang maupun ketika masuk asrama haji. Sehingga proses kedatangan jemaah haji berjalan tertib dan lancar.

    “Pahami tugas masing-masing dengan baik, bekerjalah maksimal dalam proses penyambutan jemaah haji, berikan pelayanan terbaik dalam menyambut kedatangan tamu Allah di Tanah Air. Jangan lupa selalu berkoordinasi dengan setiap bidang di kepanitiaan ini,” pesan Win Hartan.

    Kepala BKK Palembang Emmilya Rosa menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan skema dan mitigasi terkait pelayanan kesehatan. Pelayanan Fast Track juga tetap dilaksanakan dalam proses penyambutan jemaah haji. Khususnya bagi jemaah haji yang dalam kondisi sakit dan memerlukan proses penanganan kesehatan lebih dahulu termasuk jemaah lansia.

    “Panitia juga menyiapkan ambulance dan minibus khusus untuk menyambut jemaah yang butuh penanganan khusus dan masuk jalur fast track. Fokus penanganan diutamakan kepada jemaah sakit dan jemaah yang perlu dirujuk,” jelasnya.

  • Pemberangkatan Usai, Embarkasi Palembang Berangkatkan 8.467 Jemaah Haji

    Pemberangkatan Usai, Embarkasi Palembang Berangkatkan 8.467 Jemaah Haji

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 406 jemaah haji Kloter 19 Embarkasi Palembang bertolak meninggalkan Bandara SMB II Palembang menuju Jeddah, Arab Saudi, Selasa (04/06/2024) malam.

    Keberangkatan kloter 19 menandai berakhirnya pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Palembang musim haji tahun ini. Total jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Palembang berjumlah 8.467 jemaah.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Syafitri Irwan menjelaskan, rencana semula Embarkasi Palembang tahun ini akan memberangkatkan 8.506 jemaah haji dengan rincian 7.295 asal Sumsel, 1.116 asal Babel, dan 95 petugas kloter.

    Namun hingga akhir pemberangkatan malam ini, total jemaah yang berangkat berjumlah 8.467 dengan rincian 7.263 asal Sumsel, 1.109 asal Bangka Belitung, dan 95 petugas kloter.

    “Ada 39 open seat, dengan rincian 32 dari Sumsel dan tujuh dari Babel. Alasannya beragam, mulai dari jemaah yang wafat di daerah sebelum masuk embarkasi, jemaah wafat di embarkasi, jemaah yang sakit, jemaah hamil, pendamping jemaah yang sakit atau hamil, hingga jemaah yang memutuskan untuk menunda berangkat karena alasan pribadi,” jelas Syafitri.

    Terkait kondisi jemaah haji embarkasi Palembang saat ini, Syafitri menjelaskan bahwa seluruh jemaah haji yang telah berangkat melalui embarkasi Palembang sudah di berada di Kota Mekkah dan melaksanakan umrah wajib. Mereka diharapkan dapat menjaga kondisi fisik dan kesehatan sebaik mungkin menghadapi puncak haji di Arafah Muzdalifa dan Mina yang semakin dekat. Apalagi Mekkah saat ini sudah padat dengan jemaah dari berbagai penjuru dunia dan cuaca yang sangat panas.

    “Jemaah dapat memaksimalkan musala hotel dan masjid sekitar hotel untuk aktivitas ibadahnya. Membatasi bepergian ke luar hotel dan salat di Masjidil Haram yang saat ini mulai padat oleh jemaah haji dari seluruh dunia,” terangnya.

    “Selain itu, pastikan dokumen penting berupa smart card, gelang jemaah, dan dokumen penting lainnya sebagai syarat masuk Armuzna telah aman dan tersimpan dengan baik. Bila smart card-nya hilang, segera laporkan ke petugas haji untuk diproses penggantiannya,” tambah Syafitri.

  • Krisdayanti Bersama Komis IX Cek Embarkasi Palembang Fokus Jemaah Risti

    Krisdayanti Bersama Komis IX Cek Embarkasi Palembang Fokus Jemaah Risti

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Komisi IX DPR RI mengunjungi Embarkasi Palembang, Senin (03/06/2024). Komisi IX yang berisikan Diva Indonesia, Krisdayanti (KD) ini meninjau fasilitas Embarkasi Palembang untuk para Jemaah Haji terutama Jemaah yang masuk dalam kategori Resiko Tinggi (Risti).

    Hasilnya, Meski jumlah jemaah haji yang masuk kategori resiko Risti mencapai 87 persen, layanan embarkasi Palembang dinilai layak mendapatkan apresiasi.

    Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait Embarkasi Palembang. Embarkasi Palembang merupakan salah satu embarkasi di Indonesia yang tingkat lansia dan risti tinggi yaitu mencapai 87 persen.

    Tentu saja ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah pusat sehingga jemaah lansia dan risti tidak mendapat kesulitan diberangkatkan ke Saudi.

    “Meskipun tinggi tingkat jemaah lansia dan risti, beberapa tahun terakhir Embarkasi Palembang mendapat penghargaan dari sisi embarkasi yang paling baik memberikan pelayanan kepada jemaah haji kita. Bahkan menurut saya, ini suatu hal yang perlu diapresiasi oleh kita semua sehingga dengan demikian dapat dicontoh oleh embarkasi-embarkasi lain di Indonesia,” puji Saleh Daulay.

    Hal lain yang perlu diperhatikan terkait Embarkasi Palembang adalah status tanah Asrama Haji Sumsel. Pengelolaan Asrama Haji oleh Pemerintah Provinsi, sedangkan tanahnya bukan milik Pemprov dan juga bukan milik Kemenag.

    “Kalau tidak salah ini tadi katanya tanahnya milik Lanud. Ini kan perlu diselesaikan dan diperhatikan secara khusus. Sebab, kalau kepemilikan tanahnya tidak jelas, maka investasinya kedepan akan menjadi ragu-ragu, sehingga pemerintah provinsi untuk menyiapkan anggarannya juga merasa ragu-ragu,” jelas Saleh Daulay.

    “Saya kira inilah hal-hal yang perlu diperhatikan. Untuk hal-hal lain saya kira sudah sangat baik. Tentu masih ada kekurangan, misalnya fasilitas ditambah, petugas ditambah, anggaran ditambah. Saya kira itu permintaan lazim bagaimana kita mempersiapkan pelayanan lebih baik ke depan,” tuntas Daulay.

    Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menjelaskan, Embarkasi Palembang sendiri mulai beroperasi sejak tahun 2006. Layanan penerimaan jamaah sudah sejak tahun 2006 dilakukan dengan menerapkan One Stop Service.

    Ada beberapa sarana dan prasarana yang disediakan untuk lansia dan disabilitas seperti jalur fast track, kendaraan antar jemput jemaah, ambulan, kursi roda, kamar khusus lansia dan disabilitas, serta prioritas kursi bisnis di pesawat. “Untuk pengguna kursi roda, lansia, disabilitas maka akan mendapatkan pelayanan lebih dulu. Ini merupakan bentuk pelayanan maksimal kepada jemaah haji,” ujarnya.

    Selain itu, adapula layanan lain yang diterima jemaah yaitu penerimaan bagasi jemaah haji sehari sebelum jemaah masuk embarkasi. Kemudian layanan konsumsi, layanan akomodasi, layanan transportasi, layanan kesehatan/poliklinik, layanan pemantapan manasik haji serta sosialisasi penggunaan fasilitas pesawat dan pemantapan karu dan karom.

    Ada juga inovasi di tahun ini, di mana jemaah dapat memesan makanan sesuai kebutuhan kesehatan dengan catatan menginformasikan melalui petugas kloter paling lambat sehari sebelum masuk asrama haji.

    “Embarkasi Palembang juga menyiapkan fasilitas guna menunjang kesiapan jemaah dalam menjalani rangkaian ibadah haji seperti mock up pesawat, miniatur ka’bah ukuran sebenarnya, lintasan sa’i dan tempat melontar jumroh, serta masjid dan fasilitas lainnya,” jelas Syafitri.

    Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Palembang Emmilya Rosa menjelaskan, hingga kloter 17 yang berangkat kemarin, BKK telah melakukan pemeriksaan terhadap 7.618 jemaah. Dari jumlah tersebut, jemaah dengan resiko tinggi mencapai angka 6.590 atau mencapai 86,51 persen. Sedangkan jemaan tanpa resiko tinggi berjumlah 1.028 jemaah atau 13,49 persen.

    “Sebanyak 220 jemaah Risti karena usia, 3.653 Risti karena penyakit , serta 2.807 karena penyakit dan usia,” jelas Emmilya.

  • Gelombang Pertama Usai, Embarkasi Palembang Berangkatkan 4.041 Jemaah 

    Gelombang Pertama Usai, Embarkasi Palembang Berangkatkan 4.041 Jemaah 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 450 jemaah haji Kloter 9 Embarkasi Palembang bertolak meninggalkan Bandara SMB II Palembang, Kamis (23/05/2024) siang. Keberangkatan kloter 9 menandai berakhirnya pemberangkatan gelombang pertama melalui Embarkasi Palembang.

    Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel Armet Dachil menuturkan, total jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Palembang di gelombang pertama berjumlah 4.041 jemaah. Rinciannya, Sumsel 2.437 jemaah, Babel 1.109 jemaah, dan 45 petugas kloter.

    “Mulai besok, Embarkasi Palembang akan memberangkatkan kloter 10 yang masuk fase gelombang kedua. Di gelombang pertama, jemaah diberangkatkan dari Palembang menuju Madinah. Sedangkan di gelombang kedua, jemaah diberangkatkan dari Palembang menuju Jeddah,” jelas Armet.

    Selain itu, lanjut Armet, hingga saat ini Kloter 1, 2, dan 3 sudah berada di Kota Mekkah setelah menjalani Arbain selama delapan hari di Madinah. Hari ini giliran jemaah haji kloter 4 yang bertolak dari Madinah menuju Mekkah.

    Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan saat melepas keberangkatan kloter 9 berpesan agar jemaah haji Embarkasi Palembang selalu beristighfar dan bershalawat untuk memperlancar dan menguatkan ibadah. Jemaah juga diminta menjaga kesehatan dan menaati imbauan dari tim kesehatan. “Sehat itu penting, agar ibadah bapak ibu berjalan lancar,” pesan Syafitri.

    Syafitri mengatakan, kloter 9 ini adalah kloter terakhir di gelombang pertama. Dikatakan Syafitri, kloter sebelumnya berangkat dalam keadaan lancar, serta tiba dengan selamat dan sehat. “Alhamdulillah kloter-kloter sebelumnya berangkat dalam keadaan lancar. Mereka tiba dalam keadaan selamat, begitu juga kloter 9 ini, doa kita pun demikian, agar bapak ibu selamat, lancar,” ujar Syafitri.

    Menurut Syafitri, agar perjalanan dan ibadah berjalan lancar jemaah harus mematuhi dan menaati arahan dari petugas kloter serta Karu dan Karom. Petugas haji Indonesia termasuk Karu dan Karom adalah yang diberi amanah oleh negara untuk membantu jemaah agar dapat beribadah dengan lancar.

  • Kloter 8 Terbang, Hari Ini Embarkasi Palembang Terima Kloter Terakhir Gelombang Pertama

    Kloter 8 Terbang, Hari Ini Embarkasi Palembang Terima Kloter Terakhir Gelombang Pertama

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 450 jemaah haji Kloter 8 Embarkasi Palembang berangkat meninggalkan Bandara SMB II Palembang menuju Madinah, Rabu (22/05/2024) pagi. Keberangkatan kloter 8 dilepas Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Armet Dachil.

    Hadir dalam acara pelepasan, Direktur PT Swarna Dwipa selaku pengelola Asrama Haji Sumsel, Rebo Iskandar Pohan, Tim Inspektorat Jenderal Kemenag RI Eddy Mawardi, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kota Palembang Emmilya Rosa, serta unsur PPIH Embarkasi Palembang.

    Armet dalam arahannya mengimbau jemaah Embarkasi Palembang agar senantiasa kompak dan mendahulukan setiap pelayanan kepada jemaah lansia.

    “Jemaah usia muda dimohon pengertiannya untuk bekerjasama dan menyukseskan layanan ibadah haji yang memprioritaskan jemaah lansia karena hal tersebut merupakan bagian ibadah,” pesan Armet.

    Armet juga berpesan agar jemaah menjaga kondisi fisiknya mengingat cuaca di Saudi saat ini dalam kondisi panas, menembus 40 derajat celcius lebih. “Perbanyak minum air putih, jangan menunggu haus baru minum. Kurangi aktivitas di luar hotel yang mengakibatkan terpapar langsung sinar matahari,” pesan Armet.

    Dengan keberangkatan kloter 8, Embarkasi Palembang saat ini telah memberangkatkan 3.591 jemaah haji, dengan rincian Sumsel 2.442 orang, Babel 1.109, dan 40 petugas kloter. Pada kloter 8 ini terdapat satu orang jemaah kloter 5 asal provinsi Babel yang sempat tertunda karena faktor kesehatan.

    Sementara itu, Embarkasi Palembang hari ini juga dijadwalkan menerima kedatangan jemaah haji kloter 9. Jemaah haji asal Palembang dan OKU Selatan ini terjadwal diterima di Asrama Haji Sumsel jam 12.00 WIB. Kloter 9 merupakan kloter terakhir Embarkasi Palembang yang berangkat di gelombang pertama dengan rute Palembang-Madinah. Sedangkan kloter 10 sampai 19 akan diberangkatkan di gelombang kedua dengan rute Palembang-Jeddah.

  • Cuaca Madinah Panas, Jemaah Diminta Hemat Energi

    Cuaca Madinah Panas, Jemaah Diminta Hemat Energi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel Armet melepas keberangkatan jemaah kloter 6 Embarkasi Palembang di Aula Asrama Haji Sumsel, Sabtu (18/05/2024) sore. Kepada para jemaah, ia berpesan agar mereka dapat menghemat energi mengingat cuaca Madinah saat ini sedang panas.

    “Cuaca Madinah saat ini lebih dari 40 derajat celcius. Kami berharap jemaah haji mengurangi aktifitas di luar hotel. Perbanyak istirahat, minum yang cukup, jangan menunggu haus baru minum,” pesan Armet.

    Armet juga berpesan agar jemaah kloter 6 memiliki tenggang rasa dan peduli antar sesama. Jemaah usia muda hendaknya dapat mendahulukan dan membantu jemaah lanjut usia. Sehingga seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah haji, mulai dari rukun haji, wajib haji, maupun sunnah haji. “Semoga bapak/ibu semua meraih haji mabrur,” ujarnya.

    Ditemui usai pelepasan, Armet menjelaskan, kloter 6 sendiri merupakan gabungan dari jemaah asal Pagaralam, Palembang, Pangkal Pinang, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur. Jumlah jemaah yang berangkat 450 orang dengan rincian 223 asal Sumsel, 222 asal Babel, dan lima petugas kloter.

    “Kloter 6 akan diberangkatkan malam ini menuju Madinah dari Bandara SMB II Palembang. Dengan keberangkatan kloter 6, Embarkasi Palembang telah memberangkatkan 2.691 jemaah dengan rincian 1.553 asal Sumsel, 1.108 asal Bangka Belitung, dan 30 petugas kloter.

    Jemaah Babel Wafat di RS Siti Fatimah

    Sementara itu, jemaah asal Bangka Belitung bernama Umiyana Saibi Umar (40) yang sempat dirawat di RS Siti Fatimah Palembang meninggal, Sabtu (18/5) sore. Umiyana merupakan jemaah kloter 5 yang tiba di Bandara SMB II Palembang pada 17 Mei kemarin. Saat transit di Palembang menunggu penerbangan ke Madinah, almarhumah drop sehingga harus dirujuk ke RS Siti Fatimah.

    “Saat ini petugas PPIH Embarkasi Palembang sedang melakukan pengurusan administrasi di rumah sakit. Rencananya, jenazah almarhumah akan dibawa hari ini juga ke Babel melalui Pelabuhan Tanjung Api-api,” jelas Armet.

    Lantaran meninggal di embarkasi, almarhumah akan dibadalhajikan. “Pemerintah menyiapkan program badal haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji. Program ini menjadi bagian dari layanan yang disiapkan bagi jemaah yang memenuhi kriteria,” terang Armet.

    Menurut Armet, ada tiga kelompok jemaah yang dibadalhajikan. Pertama, jemaah yang meninggal dunia di asrama haji embarkasi atau embarkasi antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah. Kedua, jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Ketiga, jemaah yang mengalami gangguan jiwa.

  • Jemaah Asal Lubuklinggau Wafat di Madinah Dimakamkan Disana

    Jemaah Asal Lubuklinggau Wafat di Madinah Dimakamkan Disana

    SUARAPUBLIK.ID, MADINAH -Kabar duka kembali menyambangi PPIH Embarkasi Palembang. Yusman Irawan bin Muhammad Yusuf Arif, jemaah kloter 2 asal Kota Lubuklinggau, meninggal dunia di Rumah Sakit King Fahd, Madinah, Selasa, 14 Mei 2024, pukul 17.25 WAS. Almarhum pagi ini dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah.

    Ketua Kloter 2 Embarkasi Palembang Muslim Aswari menjelaskan, saat tiba di Madinah pada tanggal 13 Mei lalu, Yusman masih dalam keadaan sehat. Namun kemarin almarhum sakit sehingga dibawa ke Rumah Sakit King Fahd dan sore kemarin almarhum dinyatakan meninggal dunia di usia 64 tahun.

    “Setelah melalui proses pengurusan dokumen dan pemusalaran jenazah di RS King Fahd, dinihari tadi jenazah almarhum dibawa ke Masjid Nabawi untuk disholatkan. Usai sholat Subuh, sekitar pukul 04.50 WAS, almarhum dimakamkan di Pemakaman Baqi,” jelas Muslim dihubungi, Rabu (15/5) pagi.

    Muslim menjelaskan, Kloter 2 PLM terbang dari Bandara SMB II Palembang menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines pada Senin pagi, 13 Mei 2024, dan tiba di Bandara AMAA Madinah pukul 13.03 WAS. Jemaah yang berangkat berjumlah 448 orang, termasuk almarhum Yusman.

    Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan selaku Ketua PPIH Embarkasi Palembang mengucapkan belangsungkawa atas kepergian almarhum. Dia yakin almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah, karena sedang dalam perjalanan menunaikan ibadah haji. “Insya Allah mendapatkan pahala haji mabrur,” jelas Syafitri.

    Karena meninggal di Madinah, almarhum akan dibadalhajikan. “Pemerintah menyiapkan program badal haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji. Program ini menjadi bagian dari layanan yang disiapkan bagi jemaah yang memenuhi kriteria,” terang Syafitri.

    Menurut Syafitri, ada tiga kelompok jemaah yang dibadalhajikan. Pertama, jemaah yang meninggal dunia di asrama haji embarkasi atau embarkasi antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah. Kedua, jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Ketiga, jemaah yang mengalami gangguan jiwa.

    “Pelaksanaan badal haji melalui sejumlah tahapan. Pertama, pendataan jemaah wafat sampai dengan 9 Zulhijjah jam 11.00 waktu Arab Saudi (WAS). Kedua, penyiapan petugas badal haji di Kantor Daker Makkah. Ketiga, petugas badal haji diberangkatkan ke Arafah pada pukul 11.00 WAS pada 9 Zulhijjah. Keempat, petugas badal haji melaksanakan wukuf dan dilanjutkan rangkaian ibadah haji yang bersifat rukun dan wajib, sampai dengan seluruh raangkaiannya selesai dan diakhiri dengan bercukur sebagai tanda tahallul,” jelas Syafitri.

    Tahap selanjutnya, lanjut Syafitri, petugas badal haji menandatangani surat pernyataan telah selesai melaksakan tugas badal haji. PPIH Arab Saudi lalu menerbitkan sertifikat badal haji. “Sertifikat badal haji diserahkan ke petugas kloter (kelompok terbang) untuk diberikan ke keluarga jemaah yang dibadalkan. Pelaksanaan badal haji ini tidak dipungut biaya atau gratis,” tegasnya.

  • Sempat di Rawat, Jemaah Kloter 2 Palembang Wafat Akan Dibadalhajikan

    Sempat di Rawat, Jemaah Kloter 2 Palembang Wafat Akan Dibadalhajikan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kabar duka menyambangi PPIH Embarkasi Palembang. Jemaah kloter 2, Nurseha binti Umar meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit Siti Fatimah Palembang, Senin (13/05/2024) malam.

    Nurseha merupakan jemaah asal Kota Palembang yang masuk asrama haji Sumsel bersama kloter 2 pada 12 Mei 2024 pagi. Setelah menjalani proses pemeriksaan kesehatan di asrama haji, wanita 52 tahun itu dinyatakan tidak laik terbang dan dirujuk untuk menjalani perawatan di rumah sakit Siti Fatimah Palembang. Alhasil Nurseha tidak bisa berangkat bersama jemaah kloter 2 menuju Madinah pada pemberangkatan Senin (13/5) kemarin.

    Di rumah sakit rujukan kondisi Nurseha tidak kunjung membaik sehingga sekitar pukul 20.00 WIB tadi malam, almarhumah menghembuskan nafas terakhirnya. Almarhumah rencananya siang ini akan diberangkatkan dari Rumah Duka di Jalan Letkol Nur Amin, Lorong Swadaya Murni, untuk dikebumikan di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pemulutan.

    Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan selaku Ketua PPIH Embarkasi Palembang merasakan duka mendalam atas kepergian almarhumah. Mewakili unsur PPIH Embarkasi Palembang, Syafitri mengucapkan belasungkawa.

    “Kami mengucapkan turut berduka cita atas kepergian almarhumah. Insya Allah almarhumah meninggal dalam keadaan husnul khotimah karena sedang dalam perjalanan menunaikan ibadah haji. Insya Allah mendapatkan pahala haji mabrur,” ujar Syafitri ditemui usai pelepasan kloter 3, Selasa (14/5) dinihari WIB.

    Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel Armet Dachil menambahkan, karena meninggal saat berada di embarkasi, almarhumah akan mendapatkan haknya sebagai jemaah haji, yakni akan dibadalhajikan dan mendapatkan asuransi.

    “Almarhumah akan dibadalhajikan. Ini bagian dari program pemerintah,” tegas Armet.

    Menurut Armet, pemerintah menyiapkan program badal haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji. Program ini menjadi bagian dari layanan yang disiapkan bagi jemaah yang memenuhi kriteria.

    Secara regulasi, ada tiga kelompok jemaah yang bisa dibadalhajikan. Pertama, jemaah yang meninggal dunia di asrama haji Embarkasi atau Embarkasi Antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah. Kedua, jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Ketiga, jemaah yang mengalami gangguan jiwa.

  • Kloter 1 Jemaah Haji Embarkasi Menuju Madinah Palembang Berangkat

    Kloter 1 Jemaah Haji Embarkasi Menuju Madinah Palembang Berangkat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 450 jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 1 Embarkasi Palembang diberangkatkan dari Bandara SMB II Palembang menuju Madinah Arab Saudi, Minggu (12/05/2024), pukul 07.44 WIB. Kloter 1 asal Musi Banyuasin dan Palembang ini sebelumnya dilepas Pj. Gubernur Sumsel Agus Fatoni.

    Kepada jemaah, Agus berpesan agar mereka fokus ibadah. Jemaah tidak perlu mencemaskan soal makanan karena pemerintah sudah menyiapkan menu-menu yang sesuai dengan selera nusantara. Ada juga menu yang disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan jemaah.

    “Banyak orang yang ingin berangkat haji, tapi belum bisa berangkat. Manfaatkan waktu selama 40 hari perjalanan ibadah haji untuk fokus beribadah. Tetap jaga fisik dan kesehatan, jangan tergiur untuk banyak belanja. Terkait makanan, jangan khawatir, makanan Indonesia banyak. Jangan banyak jajan, belum tentu cocok dengan kita,” pesan Agus Fatoni.

    Agus juga menitipkan doa agar Sumsel semakin maju serta dijauhkan dari bala dan bencana, masyarakatnya sejahtera, aman, damai, dan sentosa. “Selamat menunaikan ibadah haji, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan kesehatan kepada bapak ibu semua. Mudah mudahan kembali lengkap, jaga kesehatan, waktu panjang, cukup waktu untuk beribadah,” ujarnya lagi.

    Terkait makanan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kunjungannya ke Arab Saudi pada 9 Mei lalu saat mengecek kesiapan layanan hotel dan dapur katering di Madinah mengatakan, makanan yang disajikan bercita rasa nusantara dengan menu seperti Nasi Kuning, Ayam Goreng Saus Mentega, Telur Orak Arik, Nasi Uduk, Telur Dadar, Opor Ayam, Daging Sapi Masak Habang, Ikan Tuna Cabai Hijau, Ayam Gulai, Ikan Patin Bumbu Balado, Rendang Daging, Semur Daging, Ikan Patin Goreng, Gepuk Daging Sapi, dan tidak lupa tahu dan tempe.

    Menu-menu ini dipadu dengan tumisan sayuran serta ditambah buah-buahan dan air mineral. Dapur katering juga akan menyajikan 20 persen makanan ramah lansia. Makanan disajikan dengan menu yang sama, hanya nasi dan lauknya dimasak agar lebih halus dan lembut. Salah satu pilihannya dalam bentuk Nasi Tim.

    Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel H. Armet Dachil, juga menyampaikan bahwa di asrama haji pun panitia menyiapkan makanan khusus lansia yang dapat dipesan. Menurut Armet, jemaah haji dapat memesan menu makanan sendiri yang nanti akan disiapkan oleh petugas katering dengan catatan menginformasikan kepada panitia melalui ketua kloter paling lambat sehari sebelum masuk asrama haji.

    Sementara itu, hadir saat pelepasan Jemaah haji kloter 1 Embarkasi Palembang antara lain. Ketua DPRD Prov. Sumsel R.A. Anita Noeringhati, Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel Sunarto, Kabag TU Kanwil Kemenag Sumsel Win Hartan, Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel Armet Dachil, Kepala Kankemenag Muba Muhammad Makki, Direktur PT Swarna Dwipa selaku Pengelola Asrama Haji Embarkasi Palembang Rebo Iskandar Pohan, dan sejumlah Kepala OPD.

  • Sambut Kloter 1, Embarkasi Palembang Siapkan Fast Track Bagi Jemaah Lansia

    Sambut Kloter 1, Embarkasi Palembang Siapkan Fast Track Bagi Jemaah Lansia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang menyambut kedatangan 450 Jemaah haji kloter satu asal Kab Musi Banyuasin (Muba) dan Kota Palembang di Aula Asrama Haji Sumsel, Sabtu (11/05/2024) pagi. Masih mengusung tagline Ramah Lansia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mempersiapkan jalur fast track khusus jemaah haji lansia.

    Untuk diketahui, jalur fast track merupakan salah satu layanan cepat yang dikhususkan bagi jemaah yang masuk kategori resiko tinggi (Risti), baik resiko tinggi karena usia maupun resiko tinggi karena sakit. Pun bagi jamaah disabilitas, jemaah yang menggunakan tongkat atau kursi roda.

    Kepala Balai Karantina Kesehatan Palembang Emmilya Rosa saat dimintai keterangan mengatakan, tahun lalu Jalur Fast Track disiapkan untuk melayani Jemaah Haji Lansia dan Risti. Menurutnya, tahun ini hal itu ditetap disiapkan dan tentu saja layanannya ditingkatkan.

    “Tahun lalu kita menyiapkan jalur fast track dan mendapatkan apresiasi, tentunya tahun ini kita tetap menyiapkan jalur fast track dan tentu dengan beberapa peningkatan layanan. Kita berharap jemaah haji merasa nyaman dan semuanya bisa berangkat menunaikan ibadah haji,” jelas Emmilya.

    Dia menegaskan, jemaah haji setelah memasuki asrama dalam status karantina. Mereka tidak boleh lagi keluar asrama haji apalagi memakan makanan dari luar. “Di asrama haji, kondisi kesehatan jemaah diperiksa dan terus dipantau. Makanan sudah disiapkan di asrama haji sesuai standar,” ujarnya.

    Kedatangan jemaah haji kloter pertama sendiri disambut Kabid PHU H. Armet Dachil, Kepala Kemenag Kabupaten Musi Banyuasin H. Muhammad Makki, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Palembang Emmilya Rosa, Direktur PT. Swarna Dwipa selaku Pengelola Asrama Haji Sumsel H. Rebo Iskandar Pohan, dan seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

    Armet menjelaskan,Embarkasi Palembang tahun ini akan memberangkatkan 8.506 jemaah haji dengan rincian 7.295 jemaah haji asal Sumatera Selatan, 1.116 jemaah haji asal Kepulauan Bangka Belitung, dan 95 petugas haji kloter. Mereka tergabung dalam 19 kelompok terbang (kloter). Kloter 1 sampai 9 berangkat di gelombang pertama, sedangkan kloter 10 sampai 19 berangkat di gelombang kedua. Gelombang pertama diterbangkan dari Palembang menuju Madinah, sedangkan gelombang kedua diterbangkan dari Palembang menuju Jeddah.

    “Sebelum berangkat ke Tanah Suci, jemaah haji akan diinapkan satu malam di Asrama Haji Sumsel. Saat tiba di asrama, jemaah akan menjalani proses pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang, dan penyerahan living cost. Usai proses tersebut, jemaah diantar ke kamar asrama untuk beristirahat. Di asrama haji, jemaah juga akan memperoleh pembinaan manasik haji terakhir. Untuk kloter 1, rencananya akan diterbangkan dari Bandara SMB II Palembang menuju Madinah, besok pagi pukul 07.40 WIB,” jelas Armet.

  • Biaya Naik, CJH Empat Lawang Ajukan Pengunduran Diri

    Biaya Naik, CJH Empat Lawang Ajukan Pengunduran Diri

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Sejumlah pendaftar Calon Jamah Haji (CJH) asal Kabupaten Empat Lawang, ajukan pengunduran diri. Salah satu alasannya akibat naik nya biaya pendaftaran haji.

    Hal ini dibernarkan langsung oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Empat Lawang H. Azhari Rahadi melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Moch Sirojudin.

    “Ya ada yang mengundurkan diri. Ada alasannya faktor ekonomi, tidak ada biaya, karena ongkos haji naik,” ungkap Sirojudin.

    Belum lagi lanjut Sirojudin, salah satu alasannya akibat daftar tunggu yang sangat lama. Makanya banyak yang sudah mendaftar mengundurkan diri, dan langsung mendaftar umrah.

    Sebab saat ini daftar tunggu jadwal keberangkatan Haji asala Kabupaten Empat Lawang, mencapai 25 tahun.
    “Apa lagi pas masa pandemi kemarin, itu banyak yang sudah mendaftar mengundurkan diri,” ujarnya. (sm)

  • 3 Calon Haji Kloter 3 Embarkasi Palembang Ditunda Berangkat

    3 Calon Haji Kloter 3 Embarkasi Palembang Ditunda Berangkat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Sebanyak 357 jamaah calon haji (JCH) Embarkasi Palembang asal OKU Timur berangkat dari Palembang menuju Madinah, Senin (29/5) sore. Tiga jamaah terpaksa ditunda berangkat karena sakit, yaitu Mursidah (91), Sumiatun (92), dan Dul Rahman (68).

    Kakanwil Kemenag Sumsel melalui Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah H. Armet Dachil menjelaskan, hingga hari ini total jamaah yang sudah diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang berjumlah 1.075 jamaah, termasuk 15 petugas. Satu jamaah meninggal dunia atas nama Turiyah (71), dan empat jamaah masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan.

    “Ada empat orang yang masih dirawat, satu dari kloter 2 dan tiga dari kloter 3. Kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk laik terbang, kita berharap kondisi yang bersangkutan segera pulih dan dapat segera diterbangkan di kloter selanjutnya,” ujar Armet.

    Kloter 3 sendiri dilepas sekitar pukul 14.00 WIB di Aula Asrama Haji Palembang oleh Kabag Agama Biro Kesra Pemprov Sumsel, Sunarto. Sunarto berpesan kepada jamaah haji untuk saling menjaga dan membantu sesama. “Yang muda tolongin yang tuo-tuo ini, saling jago. Alhamdulillah bapak/ibu bisa diberangkatkan oleh karena itu patut bersyukur, selain itu ilmu yang diterima saat manasik haji kiranya dapat dipahami sehingga bapak dan ibu benar-benar bisa khusyuk beribadah,” pesan Sunarto.

    Dia juga berpesan untuk menjaga nama baik Sumatera Selatan dan Indonesia. “Selamat menunaikan ibadah haji mudah mudahan diberi kemudahan kelancaran menjalakan ibadah haji selamat kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya.

  • Dilepas Kakanwil, Kloter 2 asal Palembang dan Prabumulih Terbang Menuju Tanah Suci

    Dilepas Kakanwil, Kloter 2 asal Palembang dan Prabumulih Terbang Menuju Tanah Suci

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Syafitri Irwan melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji Kloter 2 Embarkasi Palembang (28/5). Kloter 2 yang terbang ke Saudi sendiri berjumlah 359 orang terdiri dari 354 jamaah dan lima petugas kloter. Sementara satu jamaah atas nama Kartila (63) dari Prabumulih ditunda keberangatannya karena sakit.

    Syafitri berpesan kepada para jamaah asal Palembang dan Prabumulih tersebut untuk menjaga kesehatan dan memperbanyak konsumsi air putih, mengingat cuaca di Arab Saudi yang cukup panas. Dia juga mengingatkan jamaah untuk saling menghormati dan menjaga toleransi antar jemaah. Jamaah Calon Haji juga diminta untuk tidak sungkan meminta kepada petugas bila memerlukan bantuan.

    “Bapak ibu ketika di Arab Saudi mungkin tidak sesuai dengan kultur Sumsel, tidak perlu dikomentari. Luruskan niat dan perbanyak istighfar. Berdoa semoga semua proses ibadah haji lancar dan Bapak/Ibu menjadi haji mabrur dan mabruroh,” tutur Syafitri.

    Menurut Syafitri Irwan, godaan saat menjalankan ibadah amat banyak. Untuk itu dibutuhkan kesabaran dan pengendalian emosi serta saling membantu. Ia meminta jamaah yang muda dapat membantu yang tua, serta saling perhatian satu dengan yang lainnya.

    “ Jamaah baik Palembang maupun Prabumulih harus menjalin silaturahmi yang kokoh. Itu penting, tingkat emosi kita diuji, kesabaran kita diuji, saling mengerti, sabar, yang muda bantu yang tua, saling toleransi dan perhatian dengan yang lain. Anda berangkat membawa nama baik Palembang, Prabumulih dan Indonesia, tetap jaga kesehatan, perbanyak konsumsi air putih, perbanyak ibadah,” pesan Syafitri.

    Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel Armet Dachil menambahkan, Kloter 2 Embarkasi Palembang terdiri dari 197 wanita dan 162 pria. Pesawat Saudia yang membawa kloter 2 take off dari Bandara SMB II Palembang menuju Madinah pada 28 Mei, pukul 12.57 WIB.

  • 360 Orang Jemaah Calon Haji Keloter 1 Asal Sumsel Menuju Tanah Suci

    360 Orang Jemaah Calon Haji Keloter 1 Asal Sumsel Menuju Tanah Suci

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru secara resmi melepas keberangkatan  jemaah calon haji  yang tergabung dalam  kelompok terbang (Keloter) pertama asal Provinsi Sumsel menuju tanah suci pada musim haji 1444 hijriah/2023.

    Keberangkatan jemaah calon haji keloter pertama yang diberangkatkan oleh Gubernur Herman Deru dari  Asrama Haji Palembang, Sabtu (27/5)  tersebut  sebanyak 360 orang jemaah dengan daerah asal Kabupaten OKU Timur.

    Jemaah asal Sumsel keloter pertama ini diberangkatkan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju tanah suci  dengan menggunakan  pesawat Saudi Arabian Airlines.

    Ke  360 orang jemaah calon haji keloter pertama Sumsel tersebut didampingi   5 orang  pengawas haji dan tenaga kesehatan.  Serta 3 orang lagi merupakan petugas haji daerah (PHD).

    Gubernur Herman Deru dalam arahannya kepada jemaah calon haji keloter pertama asal Sumsel tersebut menegaskan, meski Pandemi Covid 19 dinyatakan telah berakhir oleh World Health Organization (WHO) namun dirinya tetap mengingatkan jemaah untuk  tidak lengah menerapkan protokol kesehatan dalam semua aktivitas prosesi ibadah yang dilakikan selama ditanah suci.

    “Suhu udara  di Arab Saudi tentu lebih panas dibanding di Indonesia. Ini semua harus diantisipasi  banyak-banyak minum air putih. Gukan pelindung diri dari paparan  sinar matahari secara langsung. Dan jangan lengkah tetap terapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, dan mencuci tangan,” harap Herman Deru.

    Herman Deru juga mengingatkan jemaah untuk saling membantu antar sesama jemaah  tidak tergantung dengan petugas. Bahkan baji jemaah yang memiliki ilmu terkait kesehatan agar dapat menularkan dengan sesama jemaah.

    “Harapan saya yang punya ilmu kesehatan di kelompok ini ditularkan saja untuk kepentingan bersama, jiwa gotong royong dan kerukunan kita pererat selama ibadah, saling menjaga satu sama lain,” imbuhnya.

    Khusus bagi petugas, Herman Deru menekankan agar  para pengawas untuk menjalankan tugas secara ekstara mengingat 65 % jemaah calon haji asal Sumsel kali ini   didominasi oleh jemaah lanjut usia (Lansia).

    “Tanda pengenal atau ciri khas kita jangan sampai hilang.  Saling ingatkan satu sama lain. Saya sarankan setiap id card tanda pengenal dicantumkan   nomor HP yang bisa dibubungi karena di sana itu akan sangat ramai. Jutaan orang dari berbagai negara menunaikan ibadah haji, apalagi jemaah kita ini mayoritas lansia. Saya minta pengawas lebih jelih mengawasi para jemaah,” pintanya.

    Selama ditanah suci jemaah diharapkan Gubernur Herman Deru fokus  dengan niat awal yakni beribadah agar mendapatkan predikat haji mabrur dan mabruroh.

     

    “Untuk jemaah haji Saya juga titip doa agar kita semua sehat, kembali dengan selamat ke tanah air.  Doakan daerah kita ini agar tetap aman dan kondusif dan  juga doakan saudara-saudara kita yang lain segera  menyusul menunaikan ibadah haji,” harapnya.

    Membludaknya jemaah calon haji asal Sumsel lanjut Herman Deru tidak lain salah satu faktor penunjangnya adalah sekian membaiknya ekonomi masyarakat di Sumsel.

    “Kita bangga kuota haji di Simsel terus mengalami peningkatan. Ini karena ekonomi kita di Sumsel ini meningkat sehingga   banyak masyarakat kita yang mampu untuk berangkat meninaikan ibadah haji,” tandasnya.

    Sementara itu Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sumsel,  Syafitri Irawan menyebut kuota haji di Sumsel tahun 2023 mencapai 7012 jemaah, yang terdiri dari 115 Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIHI) dan Tim Pemandu Haji (TPHI) Tenaga Kesehatan Haji (TKH), Pembimbing KBHU, serta 36 orang PHD.

    “Embarkasi Palembang akan memberangkatkan jemaah haji asal Sumsel dan Bangka Belitung sebanyak 23 kelompok terbang atau kloter, dengan pesawat Saudi Arabian Airlines,” jelasnya.

    Syafitri Irawan menyebut, kloter pertama  diberangkatkan, Sabtu 27 Mei 2023 dan keloter terakhir akan diberangkatkan pada  tanggal 22 Juni 2023.

    “Terima kasih Pak Gub telah merenovasi fasilitas di asrama haji  Sumsel sehingga para jemaah merasa nyaman selama di sini,” tandasnya.

    Turut hadir  dalam kesempatan tersebut, Deputy Founding dan Transaction Bank Syariah Indonesia (BSI) Kanwil RO3 Sumsel, Imsak Ramadhan, dan para pejabat lainnya  lingkunga Pemprov Sumsel.

  • 370 CJH Sumsel Batalkan Keberangkatan Ini Alasanya

    370 CJH Sumsel Batalkan Keberangkatan Ini Alasanya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menurut data dari Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Sumsel, ada 370 Calon Jemaah Haji asal Sumsel yang membatalkan keberangkatan mereka. Jumlah itu dihitung sejak awal tahun hingga 20 Februari 2023 ini.

     

    Humas Kanwil Kemenag Sumsel Qudus, mengatakan menurut data yang ia dapat, 370 CJH Sumsel yang membatalkan porsi haji mereka dengan berbagai alasan. Namun alasan terbanyak karena wafat. Sedangkan pembatalan terbanyak dari CJH asal Kota Palembang.

     

    “Ya ada 370 calon jemaah yang membatalkan, dengan alasan Wafat dan lainya,” katanya ditemui, Rabu (22/2/2023).

     

    Ditempat lainya, Plt Kepala Seksi Haji Kemenag Palembang, Hermansyah mengatakan jika rata rata pembatalan porsi Haji dari CJH asal kota Palembang karena wafat. Bukan naiknya Biaya Haji.

     

    “Rata-rata pembatalan karena meninggal. Bukan batal karena naiknya BPIH. Untuk yang batal ini, ada yang digantikan ahli waris dan ada yang tidak,” ungkapnya.

     

    Sedangkan kata dia, untuk CJH yang batal karena wafat bisa digantikan dengan ahli waris. “kalau digantikan artinya uangnya tidak dikembalikan. Tapi kalau tidak ada penggantinya uangnya dikembalikan,” tutupnya.

  • CJH Lahat 100 Persen Berangkat Haji

    CJH Lahat 100 Persen Berangkat Haji

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Kantor Kementrian Agama (Kakemenag) Kabupaten Lahat memastikan, tahun 2023 calon jamaah haji Kabupaten Lahat berangkat 100 persen. Meski belum ada kouta resmi untuk Kabupaten Lahat. Namun, kouta yang diberikan untuk Sumsel sebanyak 7.032 orang dari 221.000 orang seluruh Indonesia.

     

    Kepala Kakemenag Lahat Drs H Rusidi Ja’far MM, melalui Kasubag TU H Muliansyah S Ag MM mengatakan, kepastian seluruh calon jamaah berangkat sudah diterima pihaknya. “Untuk Kabupaten Lahat, belum bisa dipastikan berapa banyak kuota jamaah haji yang akan berangkat. Tunggu ada keputusan dari Kanwil Kemenag dulu,” ujarnya, Kamis (12/01/2023).

     

    Muliansyah menjelaskan, selain sudah 100 persen keberangkatan untuk calon jemaah haji, juga tidak ada pembatasan usia. Berbeda dengan tahun lalu, akibat pandemi covid-19, jumlah jemaah haji yang berangkat hanya 100 orang dari total 250 orang. Dan jemaah haji yang berangkatpun hanya diperuntukkan bagi warga yang berusia dibawah 65 tahun. “Kalau tahun lalu hanya 40 persen yang berangkat, itu juga ada pembatasan usia,” katanya.

     

    Muliansyah menambahkan, untuk tahun ini, calon jemaah haji yang berangkat berasal dari jemaah haji yang sempat tertunda pada masa pandemi kemarin, sebanyak 132 orang, dan sisanya berdasarkan urut porsi keberangkatan. “meskipun sudah 100 persen berangkat, jumlah kuotanya masih menunggu jeputusan dari Kanwil,” tambahnya.

  • Kloter Terakhir Sampai Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444 H Berakhir

    Kloter Terakhir Sampai Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444 H Berakhir

    Suarapublik.id, Palembang,

     

    Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2022 M debarkasi Palembang berakhir. Hal tersebut ditandai dengan masuknya kelompok terbang (kloter) terakhir di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (13/08) pukul 6.26 WIB. Kloter terakhir debarkasi Palembang adalah kloter ke 9 ini membawa 123 jama’ah haji asal kabupaten OKU selatan dan kota Palembang.

     

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumsel Syafitri Irwan, mengatakan setelah pemulangan jamaah haji selesai, mereka akan segera melakukan evaluasi supaya penyelenggaraam ibadah haji tahun depan semakin lebih baik dari tahun ini.

     

    “Debarkasi Haji Palembang telah memberangkatkan 9 Kloter dengan jumlah jamaah sebanyak 3.722 orang yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung ” kata Syafitri.

     

    Dari 3.722 jama’ah haji yang berangkat, 1 jama’ah asal Babel wafat di Madinah, dan 1 Jama’ah Sumsel pulang lebih awal (Tanazul) melalui Jakarta. Jadi jamaah yang kembali melalui debarkasi Palembang 3.720 orang.

     

    Kakanwil bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Ia mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain itu, yang cukup membanggakan salah satu kloter Sumsel yaitu kloter ke 8 mendapatkan penghargaan sebagai kloter paling disiplin selama di tanah suci. Selain itu dari kloter pertama hingga kloter terakhir hasil pemeriksaan swab seluruh jamaah dinyatakan 100% negatif.

     

    “Alhamdulillah 100% jamaah kita semuanya negatif covid19 dan Selamat kembali ke kampung halaman para jamaah haji sekalian, jaga kemabruran hajinya,” ucap kakanwil.

     

    Kedatangan jama’ah haji kloter terakhir ini disambut oleh Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh H. Armet Dachil, Kepala kemenag kota Palembang H. Deni Priansyah, Kepela Kemenag Kabupaten OKU Selatan H. Syarip, dan perwakilan pemerintah provinsi sumatera selatan.

  • Jamaah Haji Lahat Tiba Jumat

    Jamaah Haji Lahat Tiba Jumat

    Suarapublik.id, Lahat – Sebanyak 100 jamaah haji asal Kabupaten Lahat akan tiba di tanah air Jumat (12/08/2022).

     

    Rangkaian proses haji telah dilaksanakan, diperkirakan Rabu (10/8/2022), dan Kamis (11/08/2022) akan terbang ke tanah air sesuai dengan kelompoknya masing masing didaerah.

     

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat Drs H Rusidi Dja’far MM, didampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Ujang Hamhari MPdI mengatakan, tahun ini jumlah jemaah haji Kabupaten Lahat yang berangkat sebanyak 100 orang. Dari total keseluruhan kota haji Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 3.183 orang.

     

    “Ya insya Allah sudah selesai rangkaian haji, diperkirakan Kamis Sudah tiba di Palembang, perjalanan ke Lahat besoknya,” katanya, Rabu (10/8).

     

    Sementara itu, kepala bagian Kesra Setda Lahat, Dedi Supriadi mengatakan jamaah akan tiba pukul 07.30 WIB dilapangan Gedung Kesenian, dan akan disambut oleh pemerintah Kabupaten Lahat.

     

    “Akan disambut bupati Lahat kedatangan para jamaah, diharapkan keluarga yang yang menjemput dapat dengan tertib menyambut mereka,” ucapnya.

  • Kloter 2 Asal Palembang, Kembali Ke Bumi Sriwijaya

    Kloter 2 Asal Palembang, Kembali Ke Bumi Sriwijaya

    Suarapublik.id, Palembang –

    Pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV5030 yang mengangkut jama’ah haji kloter kedua asal kota Palembang tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Pesawat yang membawa 450 Jama’ah asal KBIH Ar Rahma, Almultazam, Ka’bah dan Annur tersebut Landing dengan selamat pada pukul 22:12 WIB.

     

    Seperti sebelumnya setibanya di bandara jama’ah langsung diantar menuju asrama haji Debarkasi Palembang dengan dikawal oleh petugas. Selanjutnya seluruh jama’ah wajib mengikuti skrining kesehatan berupa pemeriksaan suhu dan swab antigen oleh petugas kesehatan.

     

    Sebanyak 10 tim langsung bergerak melaksanakan tugas memeriksa kesehatan jama’ah. Adapun hasil pemeriksaan kesehatan tidak ditemukan jama’ah yang terkonfirmasi positif.

     

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Syafitri Irwan saat menyambut jama’ah kloter 2 bersyukur atas kembalinya jamaah haji ke Bumi Sriwijaya.

     

    “Alhamdulillah Bapak dan Ibu telah kembali ke kota Palembang. Sebelum kembali kerumah kami himbau Bapak dan Ibu untuk istirahat dan berganti pakaian terlebih dahulu sebelum bertemu dengan keluarga. Dikarenakan saat ini sudah cukup larut malam dan Bapak/Ibu pasti lelah usai perjalanan jauh yang cukup lama,” seru Kakanwil, Selasa (2/8/2022).

     

    Guna menghindari keramaian yang cukup padat, kakanwil menghimbau kepada jamaah haji agar tidak dijemput oleh keluarga di asrama haji. Ia sangat memaklumi rasa rindu yang mungkin tak tertahan bagi jama’ah maupun keluarga yang berpisah cukup lama sehingga ingin cepat-cepat bertemu.

    “Namun ini adalah ketentuan dari penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid19,” jelasnya.

  • Jemaah Asal OKU Timur Jadi Kloter Pertama Keberangkatan Haji, 24 Juni Masuk Embarkasi

    Jemaah Asal OKU Timur Jadi Kloter Pertama Keberangkatan Haji, 24 Juni Masuk Embarkasi

    Suarapublik.id, Palembang,

     

    Sebanyak 443 Jemaah Haji asal Kabupaten OKI Timur akan menjadi Kloter pertama Keberangkatan Jemaah Haji asal Provinsi Sumsel pada tanggal 25 Juni mendatang.

     

    Untuk itu, 443 jemaah ini sudah harus memasuki asrama sejak tanggal 24 Juni nanti. Menurut data keberangkatan haji yang di berikan oleh Kementerian Agama Wilayah Sumsel, 443 jemaah asal OKU Timur ini akan ditemani 4 orang petugas Haji dan 3 orang Petugas Haji Daerah (PHD).

     

    Armet Dachil, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Sumsel mengatakan saat tiba di embarkasi jemaah akan menginap selama 24 jam dan hari berikutnya langsung berangkat. “Kloter pertama embarkasi Palembang berangkat 25 Juni, 24 Juni sudah masuk embarkasi,” kata Dachil, Kamis (9/6/2022).

     

    Dijelaskanya, 23 Juni jemaah sudaj melalukan tes PCR. Lalu, bagaimana jika hasilnya positif Covid-19 ? Ia menyebut, jika sampai batas waktu hingga batas 9 kloter (1 kloter dari Babel) berangkat, belum dinyatakan negatif Covid-19, maka jemaah dipastikam batal berangkat. “Jika dia sudah dinyatakan negatif, bisa berangkat pada kloter berikutnya. Tapi, jika negatif di kloter akhir maka otomatis berangkat,” tambahnya.

     

    Sedangkan, Pemerintah Arab Saudi kembali merubah syarat bagi jemaah yang ingin melaksanakan haji tahun ini. Terjadi perubahan syarat pemberlakuan tes PCR, yang kini kembali menerapkam pemberlakuan 72 jam dsri sebelumnya 48 jam. Artinya, jangka waktu pemberlakuannya lebih panjang, dari sebelumnya hanya 2 hari menjadi 3 hari.

     

    “Regulasi yang diberikan Pemerintah Arab Saudi masih dinamis, tergantung dari kondisi,” jelasnya.

     

    Untuk pelaksanaan tes PCR itu, katanya, akam bekerjazama dengan Dinas Kesehatan di kabupaten/kota. Tes PCR itu, tak bisa dikakukan secara mandiri tetapi dilaksanakakn Dinkes dari kota asal jemaah.

     

    “Yang melaksanakan Dinkes kabupaten/kota, kita sudah mintakan tes PCR ke mereka. Jangan sampai dilakukan di embarkasi. Karena jika ada yang Positif maka dikhawatirkan bisa menular ke Jemaah lain Makanya, untuk mengantisipasi hal iti dilalukan tes di wilayah masing-masing. ,”tukasnya.

  • Setelah Sempat Tertunda Akibat Pandemi, Herman Deru Kembali Lepas Keberangkatan Jemaah Umroh Ke Tanah Suci

    Setelah Sempat Tertunda Akibat Pandemi, Herman Deru Kembali Lepas Keberangkatan Jemaah Umroh Ke Tanah Suci

    Suarapublik.id, PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru melepas langsung keberangkatan puluhan jemaah yang akan melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sabtu (7/5).

    Diketahui, 22 orang jemaah ibadah umroh yang tergabung dalam jasa biro perjalanan atau penyelenggara haji dan umroh Hamidah Private Tour & Travel tersebut akan berangkat langsung dari Palembang menuju Madinah tanpa transit atau direct flight.

    Gubernur Herman Deru mengatakan, keberangkatan tersebut tentu merupakan sesuatu yang sangat istimewa bagi para jemaah. Sebab, selama dua tahun belakangan ini ibadah umroh maupun haji harus ditiadakan akibat pandemi covid-19.

    “Setelah dua tahun tertunda karena pandemi, Alhamdulillah ibadah umroh ini bisa kembali dilaksanakan. Tentu ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Kita akan terus mendukung hal ini tanpa melihat berapa banyak jemaah yang akan diberangkatkan,” kata Herman Deru.

    Dia pun berharap, agar para jemaah terus diberikan perlindungan dan keselamatan mulai dari awal keberangkatan, tiba, maupun hingga pulang nantinya.

    “Kita disini berdoa agar para jemaah terus diberikan keselamatan. Utamakan beribadah dan berdoa serta ikuti semua rukun umroh yang sudah ditentukan, sehingga saat pulang nanti kita dapat membawa oleh-oleh umroh yang mabrur,” terangnya.

    Dia juga berpesan kepada penyelenggara haji dan umroh Hamidah Private Tour & Travel agar selalu pelayanan terbaik kepada para jemaah sehingga dapat menjadi penyelenggara yang terpercaya.

    “Kita minta penyelenggara agar terus memberikan servis terbaik kepada jemaah. Apalagi penyelenggara ini lokal, tentunya kepercayaan harus dibangun. Termasuk juga terus eratkan kerjasama,” pungkasnya.

    Sebelum melepas para jemaah, Gubernur Herman Deru mengajak para jamaah umroh untuk bersama sama membaca kalimat talbiyah.