Sumsel Dapat Warning Singapura Soal Kabut Asap

Kota Palembang397 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengingatkan kepada 6 Provinsi Prioritas rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) salah satunya provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), cepat menanggulangi titik api yang muncul agar tak mengulangi Karhutla seperti dit tahun 2015 dimana asap akibat Karhutla terkirim ke Negara tetangga.

Apalagi, saat ini Singapura menjadi tetangga yang memberikan ‘warning’ Indonesia agar tak kembali mengirimkan asap ke negaranya.

“Australia dan Singapura sudah mulai was was dan memberikan Warning karena peningkatan kabut asap di Sumatera salah satunya Sumsel,” kata Letjen TNI Suharyanto meninjau Karhutla di Sumsel, Selasa (12/9/2023).

Bahkan Media Singapura, telah memberitakan kekhawatiran mereka terhadap Karhutla di Indonesia bisa seperti tahun 2015 yang akan terulang. Bahkan ia telah meninjau langsung 6 Provinsi Prioritas penanganan Karhutla yakni Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Serta Provinsi Riau, Jambi dan Sumatra Selatan.

Baca Juga :  Kualitas Udara Memburuk Dinkes Palembang Berencana Buka Posko Kesehatan

“Dari 6 Provinsi yang sudah di tinjau satu satu, memang sudah ada kebakaran, tapi meskipun asapnya luar biasa dan dapat menyebrang ke negara Singapura, saya pastikan untuk kondisi hari ini tidak. Kita juga selalu berupaya agar semakin lama semakin hari dimasa masa kemarau dan elnino kebakaran hutan dan lahan bisa di terkendali,” ungkapnya.

Di Sumsel sendiri, lanjutnya, ada lahan yang terbakar dan telah teratasi dan tapi ada juga yang sulit dipadamkan, namun secara keseluruhan pemadaman secara masif telah dilakukan.

“Oleh Karena itu, hari ini akan datang bantuan juga penambahan Heli Water Boombing (WB) dari Riau ke Sumsel, dan nanti juga Heli WB dari Kalimantan Barat. Sedangkan untuk TMC juga akan kita geser kembali ke Sumsel yang saat ini tengah dilakukan di Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga :  Universitas PGRI Palembang Perkenalkan Program Magang Ke luar Negeri dan Fakultas Kedokteran Dihadapan Ribuan Mahasiswa Baru

Selain itu, BNPB juga memberikan batuan operasional sebesar Rp. 5 M beserta perlengkapan seperti pompa tambahan 200 pasang, APD, selang, tenda posko, pompa apung, alat komunikasi, dan perlengkapan lainya.

“Sumsel saat ini menjadi Prioritas kita karena dari 6 Provinsi ini, daerah lainya telah bisa dikendalikan, hanya tinggal di Provinsi Sumsel. Apalagi saat ini di Sumsel belum ada hujan yang bisa membasahi lahan kering,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel menegaskan jika banyaknya lahan yang terbakar di Provinsi Sumsel khususnya di Kabupaten OKI merupakan lahan yang terbengkalai.

“1,2 juta hektar lahan gambut di Sumsel, 600 ribu hektar diantaranya ada di Kabupaten OKI dan kebanyakan terbakar karena tidak terkelola. Sedangkan di Kabupaten Banyuasin ada 300 Hektar lebih lahan gambut minim terjadi Karhutla karena dikelola dengan baik,” ujar Deru.

Baca Juga :  Lonjakan Harga Beras Bantuan Pangan Nasional Di Percepat

Deru menegaskan saat ini Sumsel belum menaikan status dari siaga ke Tanggap Darurat karena Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Sumsel masih fluktuatif.

“Kondisi Karhutla di Sumsel sudah banyak yang padam,” tegasnya.

Diketahui juga titik panas terus meningkat dari 3 bulan terakhir, sejak Juni ada 725 titik panas, dan di bulan Juli meningkat menjadi 884, sedangkan pada bulan Agustus meningkat pesat menjadk 3.266 titik panas karena puncak musim kemarau. Dengan titik panas paling banyak di Kabupaten OKI 888 titik, Musi Rawas 333 Titik dan Kabupaten Lahat 309 titik panas.

    Komentar