Sukarman Trauma Lihat Kobaran Api, Teringat Masa Kelam 1998

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban kebakaran. (Photo: Kiki Nardance)

Korban kebakaran. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pasca kebakaran terjadi di KH M Asyik Lorong Wakaf RT 31/09 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan SU I, Palembang, masih meninggalkan duka mendalam bagi 56 jiwa warga yang tinggal dilokasi kejadian tersebut.

Seperti dirasakan Sukarman (60), yang mengaku trauma ketika melihat kobaran api, dirinya mengaku teringat peristiwa kebakaran yang terjadi pada 1998, lalu. waktu itu terjadi di rumah saya disini (lokasi yang sama-red) habis juga dilalap si jago merah.

“Pilu pak, trauma melihat api, saya ingat tahun 1998, rumah saya hangus terbakar juga disini. Saat kejadian kemarin saya sedang berada di belakang rumah sedang bedandan (nukang-red), lalu saya melihat api yang sudah membesar,,” ungkapnya,” ungkapnya, Kamis (25/9/2025).

Sukarman membeberkan, mengetahui api sudah membesar, mendengar teriakan warga Api, api, api. Seketika api langsung membesar. “Panik pak tidak barang barang yang bisa diselamatkan. Hanya baju dibadan, dan kipas angin saja,” bebernya.

Lanjut Sukarman, dirinya tinggal dirumah yang sudah ditunggunya 27 tahun ini bersama istri dan cucunya berumur 10 tahun. “Saya tinggal disini sudah 27 tahu pak. Bersama cucu dan istri. Alhamdulillah kami semua selamat dari peristiwa kebakaran ini,” katanya.

Sambung Sukarman, miris semua barang barang dan seisi rumah hangus terbakar termasuk peralatan sekolah, pakaian sekolah cucunya juga hangus terbakar. ” Hangus semua pak. Termasuk pakaian sekolah cucu, peralatan sekolah cucu juga,” bebernya.

Sukarman juga berharap adanya bantuan pemerintah kota Palembang untuk mengulurkan tangannya memberikan bantuan kepada warga disini. “Saya berharap adanya bantuan pemerintah untuk membantu kami disini, agar beban kami ringan,” harapnya.

Ketika ditanya tinggal dimana pasca kebakaran, Sukarman mengatakan tidak malam terpaksa tinggal di rumah anak di kawasan 1 Ulu. “Karena tidak ada tempat tinggal, ya sementara ini tinggal dirumah anak dikawasan 1 Ulu Palembang,” ucapnya.

Akibat peristiwa kebakaran ini ada 11 rumah hangus terbakar, dan yang terdampak ada 2 rumah. Total 20 KK (kartu keluarga) dan 56 jiwa.

Sementara, ketika ditemui Camat SU I, Palembang, Mukhtihar Hijrun didampingi Lurah 3 4 Ulu Rama Fitri mengatakan peristiwa kebakaran ini terjadi dugaan sementara akibat adanya Korsleting listrik di salah satu rumah warga.

“Jadi hingga hari ini yang terdata ada 11 rumah yang hangus terbakar, 2 terdampak. Total 20 KK dan 56 jiwa,” ungkapnya.

Lanjut Mukhtihar, hingga kini pihaknya sudah mendirikan posko bantuan, dan sudah menyiapkan petugas kesehatan, ” untuk sementara warga hingga tinggal dirumah keluarga yang dekat lokasi kejadian,” katanya.

Selian itu, Mukhtihar juga menuturkan untuk surat surat penting warga yang hangus terbakar dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak capil untuk melakukan pendataan. “Ya saya sudah berkoordinasi dengan pihak capil untuk mendata ini,” katanya.

Sama seperti yang diharapkan oleh Sukarman, ditambahkan Camat SU I Palembang, dirinya berharap bantuan pemerintah kota Palembang.

“Untuk bantuan sudah mulai berdatangan. Namun dirinya sangat berharap besar adanya bantuan dan pemerintah kota Palembang,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB