Suganda Produksi 6000 Kerupuk Perhari

- Redaksi

Senin, 6 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjemuran Kerupuk Cap Tugu milik Suganda di Kelurahan Kelumpang Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang.

Penjemuran Kerupuk Cap Tugu milik Suganda di Kelurahan Kelumpang Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang.

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Hampir setiap hari lokasi pembuatan kerupuk milik Suganda yang ada di Kelurahan Kelumpang Jaya, Kecamatan Tebing tinggi, Empat Lawang, selalu sibuk memproduksi kerupuk.

Proses produksi Kerupuk Cap Tugu milik Suganda ini dimulai dari proses pembuatan adonan, pencetakan, pengukusah, penjemuran, penggorengan, hingga pembungkusan kerupuk.

Saat dibincangi Suganda mengaku sudah menjalankan usaha Kerupuk Cap Tugu miliknya sejak tahun 2008. Setiap hari ia bisa menghabiskan bahan baku terigu sebanyak 50 kilogram.

“Dalam sehari itu paling-paling habis bahan 50 kilogram dan bisa menghasilkan kerupuk 300 pak isi 20 kerupuk. Kami dalam sehari kurang lebih mampu memproduksi kerupuk kurang lebih 6000 biji (pieces),” katanya, Senin (06/06/2022).

Suganda bercerita untuk bahan-bahan utama pembuatan Kerupuk Cap Tugu miliknya ada empat yakni telung beras, tepung terigu, garam, ikan dan penyedap rasa.

“Kalau bahan terigunya sebanyak 50 kilo itu kami pakai ikannya empat kiloan, lalu memakai penyedap rasa sekitar satu kilo. Garamnya kurang lebih satu setengah kilogram,” katanya bercerita.

Ia mengaku, untuk pembuatan Kerupuk Cap Tugu miliknya menggunakan proses manual. Sebab ia mengaku untuk membeli mesin belum ada modal.

“Masih terkendala modal, kalau dari pihak pemerintah sudah sering survei ke sini,” ujarnya.

Inilah yang menjadi kendala teknis produksi kerupuknya. Karena ia masih menjalankan cara kerja manual untuk proses pengeringan ia juga belum mempunyai oven.

“Kalau lagi musim hujan kita sering merugi sebab kerupuk tidak bisa dijemur jadi jamuran, kalau punya oven sih enak di musim hujanlun kerupuk kita bisa kering dan langsung digoreng,” jelasnya.

Ia melanjutkan untuk pendistribusian Kerupuk Cap Tugu masih terbatas di wilayah Kabupaten Empat Lawang. “Baru sebatas Kabupaten Empat Lawang, seperti Pasemah Air Keruh, Padang Tepong Ulu Musi, Tebing Tinggi dan sekitarnya,” tutupnya. (Alf)

Berita Terkait

Arifa’i Berharap DBH Segera Dicairkan
Kapolres Empat Lawang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Sawah
100 Pelaku UMKM Empat Lawang Ikuti Sultan Muda Sumsel, Siap Cetak Wirausaha Tangguh
Bupati Joncik Terima Kunjungan SKK MIGAS Sumsel dan MEDCO
Peringati 30 Tahun Kudatuli, DPC PDIP Empat Lawang Gelar Do’a Bersama
Bantah Ketua Merokok Saat Sidang
Pemkab Dukung Penuh Program BNNK Empat Lawang
Tingkatkan Kesiapsiagaan, Warga Empat Lawang Dilatih Pakai APAR

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:29 WIB

Kapolres Empat Lawang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Sawah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:23 WIB

100 Pelaku UMKM Empat Lawang Ikuti Sultan Muda Sumsel, Siap Cetak Wirausaha Tangguh

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:03 WIB

Bupati Joncik Terima Kunjungan SKK MIGAS Sumsel dan MEDCO

Senin, 27 Juli 2026 - 17:23 WIB

Peringati 30 Tahun Kudatuli, DPC PDIP Empat Lawang Gelar Do’a Bersama

Senin, 27 Juli 2026 - 14:03 WIB

Bantah Ketua Merokok Saat Sidang

Berita Terbaru