Serbuan Daging Ayam Impor Siap-siap Mengancam

- Redaksi

Jumat, 23 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang ayam potong di pasar tradisional. Foto: net

Pedagang ayam potong di pasar tradisional. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Peternak Indonesia harus disiapkan untuk berdaya saing lebih ketat. Sebab lambat laun, serbuan daging ayam impor terutama dari Brasil suatu keniscayaan.

Salah satu yang membuat tak berdaya saing adalah harga pakan ayam di Indonesia masih mahal. Pemerintah berupaya melakukan beberapa cara supaya bisa menekan biaya produksi daging ayam nasional sehingga berdaya saing.

“Pertama menugaskan BUMN PT Berdikari memasok day old chick (DOC) dengan harga sesuai acuan yang ditetapkan Peraturan Menteri di Rp 5.000 – 6.000. Saat ini stabil di rentang harga itu. Sehingga menekan harga DOC yang berkembang saat ini,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, dalam Profit CNBC Indonesia, Jumat (23/7/2021).

Lalu, untuk mengendalikan harga pakan ternak, Oke menjelaskan pemerintah telah mengizinkan importasi gandum melihat harga jagung saat ini sudah relatif tinggi. Sumber pakan ayam gandum diharapkan dapat membantu peternak mendapatkan alternatif baru yang lebih murah.

“Maka kita bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Pakan Ternak lakukan impor gandum sehingga jadi alternatif saat harga Jagung tinggi. Kalau tidak salah mencapai 300 ribu ton,” katanya.

Oke menjelaskan, permasalahan mahalnya pakan ternak dari jagung bukan soal pasokan jagung dari dalam negeri. Dia mengatakan Indonesia bisa memasok kebutuhan pakan ternak dari jagung, hanya saja harga jagung mengikuti standar internasional yang berfluktuatif.

Harga jagung lokal ikut harga internasional jadi melebihi harga acuan Rp 4.500, sekarang posisinya Rp 5.000 lebih. Sehingga impor gandum ini dibutuhkan sebagai alternatif,” katanya.

Sebelumnya peternak juga sudah banyak mengeluhkan tingginya harga pakan, yang berdampak melonjaknya harga daging ayam.

“Yang urgensi harga pakan naik terus karena jagung naik. Jadi pakan naik terus, biaya produksi naik. Harga pakan berpengaruh karena 70% biaya produksi dari pakan. Jagung bisa diganti dengan tepung gandum tapi juga harus impor,” kata Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/4/21).

Ketika upaya produksi dalam negeri juga memerlukan pakan impor, tidak menutup kemungkinan harganya bisa lebih mahal akibat proses distribusi. Akibatnya biaya produksi pun bisa menjadi lebih mahal. Dengan demikian, ancaman gulung tikar pelaku pasar juga semakin nyata.

Seperti diketahui serbuan daging ayam impor terutama dari Brasil suatu keniscayaan. Sebab Brasil saat ini di atas angin, setelah menggugat Indonesia di WTO terkait proteksi Indonesia terhadap peternak ayam lokal. Bila WTO meloloskan gugatan, yang kini tahap banding, maka Indonesia harus bersiap membuka pintu masuk impor daging ayam dari mana pun termasuk Brasil. (*)

Berita Terkait

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital
Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis
Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026
Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag
Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali
BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:45 WIB

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:16 WIB

Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital

Senin, 8 Juni 2026 - 19:14 WIB

Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:46 WIB

Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag

Berita Terbaru

Ilustrasi - Logo Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Foto: istimewa

Kota Palembang

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:29 WIB