Nama: Nur Fathiyah Dwi Fitri
NIM : PO7124126052
Prodi : D3 Kebidanan
Saya dan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Sejak dahulu, saya sudah diajarkan oleh orang tua dan guru untuk melakukan hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari. Saya diajarkan untuk menghormati orang tua, menyayangi keluarga, membantu orang lain, rajin beribadah, bertanggung jawab, serta menghargai teman. Dahulu, saya hanya menganggap hal tersebut sebagai kebiasaan yang harus dilakukan. Namun, setelah mempelajari Pancasila, saya menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut ternyata memiliki hubungan yang erat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha menerapkan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sejak kecil, saya dibiasakan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang saya anut. Saya juga diajarkan untuk selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan dan bersyukur atas segala sesuatu yang diberikan Tuhan. Selain itu, saya berusaha menghormati orang lain yang memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda. Saya tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain dan berusaha menjaga kerukunan dengan semua orang.
Sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, juga saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak kecil, saya diajarkan untuk berbicara dengan sopan kepada orang tua, guru, dan orang lain. Ketika ada teman yang mengalami kesulitan, saya berusaha membantu sesuai dengan kemampuan saya. Saya juga berusaha untuk tidak mengejek, menghina, atau merendahkan orang lain. Menurut saya, setiap orang harus diperlakukan dengan baik dan dihargai tanpa melihat perbedaan suku, agama, kondisi ekonomi, maupun latar belakangnya.
Saya juga menerapkan sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia, dengan menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan orang-orang di lingkungan sekitar. Di kampus, saya sering bertemu dengan teman yang memiliki karakter dan pendapat yang berbeda. Meskipun terdapat perbedaan, saya berusaha tetap berteman dan bekerja sama dengan baik. Ketika mengerjakan tugas kelompok, saya ikut berpartisipasi dan tidak hanya mengandalkan teman. Saya juga berusaha menghindari pertengkaran dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik agar persatuan dan kerukunan tetap terjaga.
Sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan ketika mengambil keputusan bersama. Contohnya, ketika saya dan teman-teman menentukan pembagian tugas dalam kelompok, kami berdiskusi terlebih dahulu agar setiap orang mendapatkan tugas yang sesuai. Saya belajar untuk menyampaikan pendapat dengan sopan serta mendengarkan pendapat orang lain. Jika keputusan yang diambil dalam musyawarah tidak sesuai dengan keinginan saya, saya berusaha menerima dan menghargai keputusan tersebut selama sudah disepakati bersama.
Sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan berusaha bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari. Saya tidak ingin mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain. Ketika memiliki makanan atau sesuatu yang dapat dibagikan, saya berusaha berbagi dengan keluarga atau teman. Dalam mengerjakan tugas kelompok, saya juga berusaha menjalankan bagian saya dengan bertanggung jawab agar pekerjaan tidak hanya dibebankan kepada satu orang. Saya menyadari bahwa keadilan dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menghargai hak orang lain dan melaksanakan kewajiban sendiri.
Selain di kampus, penerapan nilai-nilai Pancasila juga saya lakukan di rumah. Saya membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah sesuai dengan kemampuan saya, seperti merapikan kamar, membersihkan rumah, mencuci piring, atau membantu pekerjaan lainnya. Saya juga berusaha menghormati anggota keluarga dan menjaga sikap ketika berbicara. Jika terjadi perbedaan pendapat dengan keluarga, saya belajar untuk tidak langsung marah, tetapi mencoba membicarakannya dengan baik.
Dari berbagai kegiatan yang saya lakukan sejak dahulu hingga sekarang, saya menyadari bahwa Pancasila bukan hanya sekadar lima sila yang harus dihafalkan. Pancasila merupakan pedoman yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Mulai dari beribadah, menghormati orang lain, membantu sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, hingga bersikap adil merupakan contoh sederhana dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Oleh karena itu, saya akan terus berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Saya percaya bahwa jika nilai-nilai tersebut diterapkan mulai dari diri sendiri dan dilakukan secara konsisten, maka akan memberikan dampak positif bagi keluarga, kampus, dan lingkungan masyarakat. Dengan mengamalkan Pancasila, saya berharap dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, menghargai perbedaan, dan mampu menjaga persatuan Indonesia.












