Saran untuk Petani, Agroforesteri Kopi dengan Buah-buahan Lebih Bernilai Ekonomis

- Redaksi

Kamis, 16 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokakarya dan temu usaha agrofrestery tanaman Kopi dengan buah-buahan di Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Lokakarya dan temu usaha agrofrestery tanaman Kopi dengan buah-buahan di Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Bicara soal Kopi, tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Pagar Alam. Apalagi, Kopi merupakan salah satu sumber menopang perekonomian Pagar Alam yang mayoritas penduduknya adalah petani.

“Kopi merupakan identitas masyarakat Pagar Alam. Sebagian besar penduduk bergantung hidup dari produksi Kopi,” kata Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni, saat membuka lokakarya dan temu usaha Agroforesteri Kopi-tanaman buah-buahan dalam mendukung pengembangan pertanian Pagar Alam di Hotel Dempo Flower Gunung Gare, Kamis (16/12/2021).

Sebagai identitas Pagar Alam, pada tahun 2022, Pemerintah Kota akan berusaha mengenalkan kepada petani inovasi yang bersifat ekonomis. Dalam hal ini tanaman pelindung atau pembayang.

Selama ini, petani Pagar Alam menanam pembayang hanya terpaku dengan tanaman berupa Pete Cina dan Juar (akasia). Padahal, pembayang itu bisa diganti dengan tanaman yang bernilai ekonomis, seperti Jengkol, Alpukat dan lainnya.

Sementara Endri Martini, selaku koordinator lapangan proyek Empower yang juga peneliti Agroforestry Extension Specialist di ICRAF Indonesia, menjelaskan bahwa sejak tahun 2018, Empower melihat potensi pengembangan agroforestri kopi dengan tanaman buah-buahan melalui kerjasama yang baik dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Bibit Tanaman Pangan dan Hortikultura.

“Pengembangan konsep agroforestri kopi robusta di Pagar Alam cukup menjadi potensi yang memberikan manfaat besar bagi masayarakatnya,” paparnya.

Ia mengatakan, Agroforestri kopi adalah perpaduan antara tanaman kopi dengan tanaman penaung, tanaman sela dan komoditas lainnya. Tanaman penaung juga berfungsi untuk menjaga kelembapan sinar matahari yang masuk ke kebun Kopi.

Sehingga, tanaman Kopi dapat tumbuh dan berbuah secara optimal. Selain itu masyarakat dapat menerima penghasilan tambahan dengan mengolah buah Kopi tanpa harus menebang pohonnya.

“Apalagi biofisik Pagar Alam yang memiliki tanah yang subur dan curah hujan yang mendukung pengembangan tanaman buah-buahan seperti Alpukat, nangka dan lain-lain,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD
Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring
Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum
Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25
Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam
Sehari Sepulang dari Tanah Suci, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah Langsung Pimpin Upacara HUT ke-25 
HUT ke-25 Pagar Alam,UPT RSD Besemah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Besemah Expo
Tangis Haru Pecah Di Gunung Gare! Walikota Ludi Oliansyah Bersama 208 Jamaah Haji Pagar Alam Pulang Dengan Selamat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:51 WIB

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:45 WIB

Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:59 WIB

Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:39 WIB

Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam

Berita Terbaru