Sambo Bikin Runyam, Kepercayaan Publik ke Polisi Jatuh ke Titik Terendah

- Redaksi

Senin, 17 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ferdy Sambo tiba di PN Jakarta Selatan mengenakan baju batik sembari mambawa berkas dengan tangan terikat. Ia akan mengikuti sidang perdana hari ini, Senin (17/10/2022) dengan empat tersangka lainnya.
Foto: net

Ferdy Sambo tiba di PN Jakarta Selatan mengenakan baju batik sembari mambawa berkas dengan tangan terikat. Ia akan mengikuti sidang perdana hari ini, Senin (17/10/2022) dengan empat tersangka lainnya. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo disebut Presiden Joko Widodo menjadi alasan utama dirinya mengumpulkan para perwira Polri di Istana pada Jumat (14/10).

Jokowi pada kesempatan itu memberikan arahan kepada total 559 perwira Polri yang mengisi jabatan mulai kapolres hingga kapolda. Dia menyinggung sejumlah hal yang harus diperbaiki oleh Korps Bhayangkara.

“Begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka paling rendah,” kata Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10) dilansir cnn indonesia, Senin (17/10/2022).

Jokowi mengakui bahwa Polri sempat menarik perhatian publik karena kinerjanya selama masa pandemi Covid-19. Presiden juga menengatakan, “Di November itu masih 80,2 (persen), sangat tinggi sekali. Bukan tinggi, sangat tinggi sekali. Sekarang kemarin Agustus berada di 54 (persen),” kata Jokowi.

Jokowi dalam arahannya menyinggung sejumlah hal yang harus segera dibenahi Polri. Mulai dari gaya hidup para perwira, tindakan sewenang-wenang, soliditas, pelayanan masyarakat, hingga judi online.

Menurutnya, Polri harus memiliki kepekaan krisis yang sama terutama di tengah ramalan situasi ekonomi dunia yang akan sulit tahun depan. Jokowi meminta Polri tak gagah-gagahan di tengah masyarakat, apalagi dengan kerap pamer mobil dan harta.

Menurut dia, tindakan-tindakan tersebut dapat memancing letupan sosial yang menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat.

“Jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus, atau motor gede yang bagus. Hati-hati, hati-hati,” kata dia.

Jokowi juga meminta Polri menjauhi tindakan sewenang-wenang dan represif kepada masyarakat. Menurut Jokowi, aparat kepolisian adalah aparat yang paling dekat dan sering berinteraksi dengan masyarakat.

Karena itu, dia meminta Polri untuk memberi pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Jokowi juga meminta Polri untuk tidak ragu, selalu solid, dan memiliki komunikasi yang baik.

“Ini tidak berada pada posisi yang normal dunia sekarang ini, sehingga gampang sensitif dan gampang tersulut,” ucapnya. (*)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru