Rusia Belum Hentikan Serangan ke Ukraina, PBB Adakan Pertemuan Darurat

- Redaksi

Senin, 28 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rusia belum menghentikan serangan ke Ukraina, membuat negara tersebut tetap membara.
Foto: net

Rusia belum menghentikan serangan ke Ukraina, membuat negara tersebut tetap membara. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, RUSIA – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas invasi Rusia ke Ukraina. Dua badan utama PBB akan mengadakan pertemuan terpisah pada Senin (28/2).

Kedua badan tersebut adalah Majelis Umum yang beranggotakan 193 negara serta Dewan Keamanan yang terdiri dari 15 negara. Dewan Keamanan memberi lampu hijau bagi Majelis Umum untuk mengadakan pertemuan darurat.

Duta Besar AS untuk Linda Thomas-Greenfield mengatakan, pertemuan ini akan memberikan kesempatan bagi semua anggota PBB untuk berbicara tentang perang dan memberikan suara untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina.

Salah satunya yang dibahas yaitu meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakan Rusia yang tidak dapat “menahan” diri. Rusia pun diminta untuk mematuhi Piagam PBB.

Sementara itu, Duta Besar Prancis Nicolas De Riviere mengumumkan pertemuan Dewan Keamanan akan membahas dampak kemanusiaan dari invasi Rusia. Pertemuan yang diupayakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron ini dilakukan memastikan pengiriman bantuan ke Ukraina.

Kedua pertemuan darurat PBB tersebut dilakukan setelah Rusia menolak draft resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam invasi Moskow di Ukraina, Jumat (25/2). Draft ini dapat memberikan PBB kesempatan untuk mengutuk serangan Rusia di Ukraina.

Dalam pemungutan suara yang dilakukan dewan tersebut, China, Uni Emirat Arab dan India abstain. Sementara itu, sebelas anggota dewan PBB menyetujui draft yang dibuat oleh Amerika Serikat tersebut.

“Rusia, Anda bisa memveto resolusi ini, tapi Anda tak bisa memveto suara kami, Anda tidak bisa memveto kebenaran, Anda tidak bisa memveto prinsip kami, Anda tidak bisa memveto warga Ukraina,” ujar Linda Thomas-Greenfield.

“Kami bersatu mendukung Ukraina dan warga, meskipun ada satu anggota tetap Dewan Keamanan yang sembrono dan tidak bertanggung jawab, menyalahgunakan kekuasaannya untuk menyerang tetangganya dan menumbangkan PBB dan sistem internasional kita,” lanjutnya. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru