RSMH Transformasi Program PJK, Digitalisasi SDM Unggulan

- Redaksi

Rabu, 3 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rumah Sakit Mohammad Hosein (RSMH) saat ini sedang melakukan transformasi, meningkatkan bidang Sumber Daya Manusia di program kedokteran Penyakit Jantung Kongenital (PJK). Transformasi yang dilakukan yakni digitalisasi SDM unggulan, salah satunya adalah dokter.

“Seperti penelitian yang dilakukan dr. Nuswil Bernolian. Beliau merupakan SDM unggul yang kita miliki. Beliau lebih banyak membidangi untuk melakukan deteksi dini pada ibu hamil,” ungkap Plt. Direktur Utama RSMH Palembang dr. Msy. Rita Dewi, didamping dr. Nuswil Bernolian dan dr. Rani Windiarti, Rabu (3/8/2022).

Kata Rita, tranpormasi ini sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo, maupun misi dari Menteri Kesehatan. Di mana pihaknya mengharapkan adanya generasi penerus yang sehat, yang selama ini banyak mengalami stunting dan sebagainya.

“Anak-anak yang pada saat ia lahir mengalami pertumbuhan pengaruh dari lingkungan yang menyebabkan adanya masalah-masalah tadi. Ini tentunya sejalan dengan misi dari kesehatan mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka salah satunya ini melakukan deteksi dini pada ibu,” ujarnya.

Nuswil Bernolian mengungkapkan, Karena banyaknya bayi yang lahir dengan keadaan jantung yang tidak sehat dan mengakibatkan meninggal dunia, maka dari itu pihaknya mengembangkan alat, bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya (Unsri) membuat suatu software atau suatu perangkat yang nanti perangkat tersebut akan dipasang di alat USG.

“Alat USG yang sekarang sudah canggih-canggih pun tidak bisa menegakkan diagnosis, karena tergantung dari tenaga ahlinya,” ujarnya.

Misal, hamilnya 6 bulan jadi antara 3-4 bulan pihaknya sudah menyiapkan. Nanti dihubungi team dokter anaknya. Sehingga begitu bayi lahir bisa langsung tertolong, bisa mengurangi angka kematian bayi yang terdeksi penyakit jantung.

“Ini akan meningkatkan angka harapan hidup bayi-bayi penderita penyakit jantung. Kalau kita bisa mendeteksi dari dalam kandungan sejak awal, jadi kita punya waktu untuk menyiapkannya,” ujarnya. (ANA)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

Ilustrasi - Logo Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Foto: istimewa

Kota Palembang

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:29 WIB