RSMH Palembang Siapkan 299 Bed

- Redaksi

Jumat, 6 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rasio (BOR) isolasi pasien di RSMH Palembang sekitar 85 persen.

Tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rasio (BOR) isolasi pasien di RSMH Palembang sekitar 85 persen.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Saat ini, tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rasio (BOR) isolasi pasien di RSMH Palembang sekitar 85 persen. Dan 30 persen diantaranya khusus BOR ICU Covid-19.

Direktur Utama RSUP Muhammad Hoesin Dr Bambang Eko Sunaryanto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 299 bed untuk pasien yang terkonfirmasi Covid-19.

“Tingkat BOR isolasi pasien Covid-19 saat ini mencapai 85 persen dari total 299 bed yang telah disediakan. 30 persen di antaranya khusus ICU Covid-19,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Eko mengaku, untuk hunian khusus ICU pasien Covid-19 setiap hari kian meningkat. Bahkan telah mencapai 100 persen. Pihaknya pun mengambil langkah strategis penanganan yang sesuai dengan SOP. Hal itu untuk mengatasi agar pasien terkonfirmasi bisa mendapatkan ruangan.

“Kita upayakan tak lebih dari 4 jam pasien di ruang UGD mendapatkan ruang rawat isolasi Covid-19,” ucapnya.

Kemudian untuk pasien di ruang isolasi diberikan waktu tak kurang dari 10 hari, sedangkan bagi pasien di ruang ICU yang membaik diperbolehkan pulang.

“Pasien di ruang ICU yang benar-benar membaik tidak harus menunggu PCR negatif, seperti tak memerlukan alat bantu pernafasan, tidak lagi demam, batuk lagi kita bolehkan pulang ke rumah,” katanya.

“Ini langkah-langkah kita agar memaksimalkan pelayanan bagi pasien Covid-19. Karena jika menumpuk kita juga kesulitan, kalau mau menambah kamar lagi kita juga masih memikirkan karena biaya cukup besar,” beber dia.

Lanjut dia, selain biaya mahal juga jika menambah pastinya ketersediaan kamar bagi pasien non Covid-19 juga berkurang.

“Tentu ada konsekuensi bagi pasien non Covid berkurang tapi kita juga tetap memprioritaskan bagi pasien Covid-19 ini,” ungkapnya.

Dan selama Pandemi ini, kata dia sebanyak 150 tenaga kesehatan (nakes) dari 3000an orang yang telah terpapar Covid-19.

“Mulai dari dokter spesialis, perawat, tenaga ronsen, pelayanan di BPJS dan lain sebagainya. Sedangkan untuk yang meninggal tahun ini ada dua orang,” terangnya. (Nat)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru