RS Ernaldi Bahar Kebanjiran, Listrik Dimatikan, Sistem Pelayanan Sempat Terkendala

- Redaksi

Sabtu, 25 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagian pendaftaran RS Ernaldi Bahar yang penuh genangan air, Sabtu (25/3/2023).

Bagian pendaftaran RS Ernaldi Bahar yang penuh genangan air, Sabtu (25/3/2023).

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Banjir kembali melanda Palembang. Hujan deras sedari pagi hingga siang, Sabtu (25/3/2024), membuat kawasan yang langganan banjir, kembali tergenang.

Tak terkecuali Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang. Pelayanan pasien rumah sakit milik Pemprov ini sempat terkendala banjir.

Kepala Instalasi Humas Layanan Pengaduan dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Ernaldi Bahar, Iwan Andhyantoro SKM M.Kes, CH , CHT menjelaskan, banjir melanda Ernaldi Bahar sejak pukul 07.30 Wib.

Saat itu adalah jam pelayanan rawat jalan sedang berlangsung. Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, listrik terpaksa dimatikan. Otomatis sistem pelayanan yang serba menggunakan komputer dan internet jadi terkendala.

“Namun, kami berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan kepada pasien tidak terhambat. Dan Alhamdulillah pelayanan hari ini bisa tuntas,” kata dia.

Untuk mengurangi volume air yang menggenangi bagian pelayanan, kata Iwan, pihaknya menggunakan pompa air.

Diakui dia, RS Ernaldi Bahar yang ada di Jl Tembus Terminal Km 12 Palembang, kerap kali alami kebanjiran. Terutama ketika hujan deras dan lama mengguyur Palembang.

Berbagai upaya sudah dilakukan pihak manajemen rumah sakit untuk menanggulangi banjir yang berulang. Seperti membuat empat kolam retensi besar, lalu nenyediakan pompa sedot air di lokasi yang terparah genangan.

“Terparah genangan biasanya di poli rawat jalan, Farmasi, IGD, dan lokal gedung tengah yang merupakan pusat managemen,” ungkap Iwan.

Iwan tidak tahu penyebab pasti mengapa wilayah RS Ernaldi Bahar selalu kebanjiran bila hujan deras.

“Saya menduga area di sini relatif lebih rendah, bisa jadi juga akibat pesatnya pertumbuhan perumahan dan industri di sekitar rumah sakit yang dibangun setelah pembangunan RS Erba. Tapi ini analisis saya saja sebagai orang awam,” akunya.

“Tugas kami sebagai abdi dan pelayan masyarakat punya komitmen untuk tetap melayani semaksimal dan sebaik mungkin. Dengan menyiasati berbagai kendala supaya pelayanan publik tetap berjalan dengan baik,” sebut Iwan mengakhiri (*)

Berita Terkait

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza
Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Bantuan Lewat Program Mengetuk Pintu Langit
Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu

Berita Terbaru

Empat Lawang

Rhendy Nahkodai Paratai Golkar Empat Lawang Lima tahun Kedepan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:53 WIB