Realisasi Pupuk Subsidi di Sumsel Capai 82 Persen, Serapan Terus Dioptimalkan Jelang Akhir Tahun

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Senin (29/12/2025). Foto: Tia

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Senin (29/12/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG– Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara global telah mencapai angka 82 persen atau sebanyak 304.365 dari total alokasi 370.965 ton per tanggal 14 Desember 2025.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono menyebut angka tersebut dipengaruhi adanya tambahan alokasi Urea sebesar 21 persen dan NPK sebanyak 30 persen.

“Sebenarnya jika tidak ada tambahan alokasi atau re-alokasi tersebut, kita sudah bisa menyerap hingga 100 persen,” ujar Bambang saat diwawancarai langsung, Senin (29/12/2025).

Ia merincikan bahwa Kota Prabumulih telah mencapai serapan maksimal 100 persen, sementara Kota Palembang masih tercatat sebagai yang terkecil dengan 36 persen.

Sementara itu, rendahnya serapan di beberapa wilayah seperti Ogan Ilir yang baru mencapai 59,53 persen disebabkan oleh kendala genangan air yang masih cukup tinggi.

Tahun 2026 pihaknya mengusulkan kenaikan alokasi pupuk NPK menjadi 274.000 ton dari alokasi sebelumnya sebesar 203.000 ton.

“Semoga usulan kenaikan sekitar 71.000 hingga 76.000 ton ini bisa diakomodir oleh Menteri demi mendukung target produksi nasional,” jelasnya.

Terkait strategi distribusi, pihaknya terus memperketat verifikasi dokumen melalui Simluhtan guna memastikan bantuan tepat sasaran kepada petani yang memiliki KTP dan lahan.

Ia menegaskan bahwa stok pupuk di distributor dan penyalur sepanjang tahun 2025 dalam kondisi berlimpah, sehingga tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

Optimalisasi pupuk subsidi ini diharapkan mampu mendongkrak produksi gabah Sumsel yang tahun ini telah menyumbang 1,2 juta ton beras untuk surplus nasional.

“Kami mengimbau petani untuk segera melakukan penebusan dan memanfaatkan sisa waktu dua minggu ini sebelum masa pemutihan atau periode penyaluran berakhir,” pungkasnya.

Berita Terkait

Angkut 10 Ribu Liter Solar Cong, Dua Terdakwa Divonis 1,5 Tahun
Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat melalui Program CSR Operasi Penyakit Mata
Riduan Disebut Hanya Pembuat Aplikasi SANTAN, Kuasa Hukum: Keterlibatan Lain Tidak Ada
Tiga Pelaku Begal Beraksi, Gasak Motor Dikawasan Jembatan Musi 6
Saksi Ungkap Jejak Uang Rp6 Miliar dalam Perkara Perintangan Penyidikan Internet Desa Muba
Mencuri di Kantor Tempatnya Bekerja, Sandri Ditangkap Opsnal Unit Ranmor
Modus Minta Diantar, Pria Ini Larikan Sepeda Motor 
FUN RUN SMARTFREN 5G Palembang Hadirkan Semangat Lari Bersama Ribuan Peserta

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 21:33 WIB

Angkut 10 Ribu Liter Solar Cong, Dua Terdakwa Divonis 1,5 Tahun

Selasa, 29 September 2026 - 20:56 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat melalui Program CSR Operasi Penyakit Mata

Selasa, 29 September 2026 - 15:08 WIB

Tiga Pelaku Begal Beraksi, Gasak Motor Dikawasan Jembatan Musi 6

Selasa, 29 September 2026 - 15:06 WIB

Saksi Ungkap Jejak Uang Rp6 Miliar dalam Perkara Perintangan Penyidikan Internet Desa Muba

Selasa, 29 September 2026 - 15:01 WIB

Mencuri di Kantor Tempatnya Bekerja, Sandri Ditangkap Opsnal Unit Ranmor

Berita Terbaru