Putin Pria Kesepian yang Masih Mau Berkuasa di Rusia

- Redaksi

Minggu, 20 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vladimir Putin dari masa ke masa.
Foto: net

Vladimir Putin dari masa ke masa. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, RUSIA – Mantan bos Agen Intelijen Uni Soviet (KGB), Oleg Kalugin, menganggap Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai pria kesepian yang masih mau berkuasa.
Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Kellie Meyer dari News Nation.

Kalugin mengatakan Putin akan tetap berkuasa selama dia bisa dan masih bernyawa.

“Dia (Putin) tidak akan pernah menyerah karena dia tidak punya pilihan. Ia tahu ia mungkin dalam masalah. Saya tidak iri padanya. Ia pria yang kesepian,” ungkap Kalugin seperti dilansir cnn indonesia Minggu (20/3/2022).

Ia menuturkan istri Putin meninggalkannya bertahun-tahun lalu. Sementara kedua putrinya ada yang tinggal di Jerman dan di Rusia.

“Saya tidak tahu di mana mereka (putri Putin) sekarang, tetapi dia tidak memiliki keluarga,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bagaimana hubungannya dengan Putin. Bagi dia, Putin adalah bagian dari ratusan perwira KGB yang ia pimpin di St Petersburg.

Belakangan, mantan Presiden Rusia Boris Yeltsin mencari beberapa orang yang terlibat di dunia Barat. Putin menghabiskan waktunya terutama di Jerman dan ia bisa berbahasa Jerman dengan sangat baik.

“(Mantan Presiden Rusia Boris Yeltsin) memilih Putin sebagai kepala KGB dan itu adalah awal (kejatuhan) saya. Putin secara terbuka menyebut saya pengkhianat, saya mungkin menyebutnya penjahat perang,” kata Kalugin.

Ia juga mengatakan awalnya Putin bukan siapa-siapa. Namun di bawah rezim Yeltsin, Putin berhasil mendapatkan sesuatu yang luar biasa.

Sebagai informasi, selama beberapa dekade Kalugin merupakan anggota utama KGB Rusia. Ia mengirim intel kembali ke Moskow dari AS dan PBB.

Selama 32 tahun kariernya di badan intelijen Rusia yang terkenal kejam, ia menjadi jenderal termuda dalam sejarah departemen sebelum pindah ke politik Rusia dan menjadi kritikus vokal terhadap KGB dan pemerintah Soviet.

Putin menuduhnya sebagai mata-mata untuk AS dan mencapnya sebagai pengkhianat. Tuduhan itu hampir membuatnya ditangkap dan dibunuh sebelum Kalugin menemukan suaka di AS. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru