Presiden Ukraina: Eropa Berakhir Bila Satu Reaktor Nuklir Ukraina Meledak

- Redaksi

Sabtu, 5 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 

SUARAPUBLIK.ID, RUSIA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengingatkan, Eropa bisa berakhir apabila salah satu reaktor nuklir di Ukraina meledak. Saat ini, Ukraina memiliki 15 reaktor nuklir dan salah satunya jadi yang terbesar di daratan Eropa.

“Ada 15 reaktor nuklir di Ukraina. Jika salah satu di antara mereka meledak, itu adalah akhir dari semua orang, akhir dari Eropa,” ujar Zelensky kala merespons pertarungan yang terjadi di PLTN Zaporizhzhia, Jumat (4/3), dikutip dari CNN Indonesia.

Peringatan itu disampaikan sebagai rasa heran atas aksi militer Rusia yang melancarkan tembakan ke reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir.

“Tidak ada negara selain Rusia yang pernah menembak reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir. Ini pertama kali, pertama kali dalam sejarah,” ucapnya.

Oleh sebab itu, ia mendesak seluruh pemimpin negara-negara benua biru tersebut menghentikan pasukan Rusia sebelum konflik di negaranya berubah menjadi bencana nuklir.

Menteri Energi Ukraina German Galushchenko menilai Rusia seolah bersikap acuh dengan keselamatan warga yang berada di sekitar reaktor nuklir.

“Musuh tidak mengkhawatirkan keamanan nuklir dan radiasi. Rusia tak peduli dengan kehidupan masyarakat Ukraina, Eropa, dan warga negara mereka sendiri,” katanya.

Pengingat itu disampaikan setelah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina diserang pasukan Rusia pada Jumat (4/3) dini hari.

Akibatnya, pembangkit tersebut sempat alami kebakaran, namun berhasil dipadamkan oleh tim pemadam. PLTN terbesar di Eropa tersebut saat ini berhasil dikuasai pasukan militer Rusia.

PLTN Zaporizhzhia sangat penting bagi kehidupan Ukraina. PLTN ini menaungi enam dari total 15 reaktor nuklir untuk pembangkit listrik di Ukraina. Secara keseluruhan, PLTN ini memasok 40 persen tenaga nuklir di negara itu.

Ketika PLTN terbesar di Eropa ini terbakar, muncul kekhawatiran bencana, terutama jika reaktor nuklir meledak dan memicu peningkatan radiasi besar-besaran. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru