PLTN Terbesar Eropa di Ukraina Terbakar Kena Gempuran Rusia

- Redaksi

Jumat, 4 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLTN terbesar di eropa, PLTN Zaporizhzhia yang mulai dibayar Rusia.
Foto: net

PLTN terbesar di eropa, PLTN Zaporizhzhia yang mulai dibayar Rusia. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, RUSIA – Pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, PLTN Zaporizhzhia, terbakar akibat gempuran tak henti Rusia di Kota Enerhodar, Ukraina, pada hari ini, Jumat (4/3/2022).

Wali Kota Enerhodar, Dmytro Orlov, mengatakan bahwa kebakaran terjadi usai pertarungan sengit antara pasukan Rusia dan Ukraina di dekat PLTN Zaporizhzhia.

“Akibat bombardir tak henti musuh terhadap gedung-gedung dan unit-unit di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, PLTN Zaporizhzhia terbakar,” ujar Orlov, sebagaimana dikutip cnn indonesia.

Orlov menegaskan bahwa serangan tak henti Rusia ini merupakan ancaman bagi keamanan dunia, apalagi gempuran terjadi di dekat situs PLTN.

Pihak berwenang Ukraina memang melaporkan bahwa Rusia terus meningkatkan upaya untuk merebut PLTN tersebut. Tank-tank Rusia dilaporkan menggilas jalanan di sekitar PLTN, tapi dihalangi warga sekitar.

Ratusan warga Ukraina dilaporkan memblokade jalan besar menuju PLTN Zaporizhzhia. Sejumlah video di media sosial memperlihatkan warga berkerumun sembari mengibarkan bendera Ukraina.

Selain memasang badan, warga Ukraina juga memarkir truk-truk sampah di sepanjang jalan agar tentara Rusia tak dapat bergerak mendekat ke PLTN tersebut.

“Kami menegaskan posisi kami bahwa PLTN Zaporizhzhia di bawah perlindungan ketat, bahwa warga dan para pekerja Enerhodar berada di bawah bendera Ukraina,” ucap Orlov.

Sementara itu, Ukraina sudah meminta bantuan IAEA untuk membantu menjaga PLTN di negaranya setelah Rusia mengklaim berhasil menguasai situs-situs tersebut.

IAEA mengonfirmasi bahwa mereka mendapatkan permintaan dari Ukraina, untuk menyediakan bantuan segera untuk mengoordinasikan kegiatan terkait keamanan Chernobyl dan fasilitas nuklir lainnya.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, mengatakan kepada CNN, permintaan itu datang setelah Rusia memberikan notifikasi kepada badan tersebut.

Dalam notifikasi itu, Rusia mengabarkan bahwa pasukan mereka sudah mengambil alih kendali dua kawasan PLTN Ukraina, yaitu Zaporizhzhia dan Chernobyl.

Menurut Grossi, Rusia memberi tahu IAEA bahwa personel mereka “terus menjaga keamanan nuklir dan memantau radiasi dalam operasi normal. Tingkat radiasi juga dalam keadaan normal.”

Namun, pihak Ukraina menegaskan bahwa mereka masih memegang kendali penuh atas semua PLTN di negara pecahan Uni Soviet tersebut. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru