Plasma Konvalesen Bisa Bantu Pasien Kasus Ringan dan Sedang

- Redaksi

Jumat, 30 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, dr Zulkhair Ali.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, dr Zulkhair Ali.

SUARAPUBLIK. PALEMBANG – Meskipun donor plasma konvalesen belum bisa menekan kasus pasien Covid-19 dengan kondisi berat. Tapi Plasma Konvalesen bisa membantu pasien kasus ringan dan sedang. Hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, dr Zulkhair Ali.

“Dari beberapa penelitian, donor plasma ini efeknya belum jelas terutama untuk menurunkan angka kematian. Tapi, diharapkan donor plasma ini dapat meningkatkan antibodi pasien,” ujarnya, Jumat (30/7/2021).

Zulkhair menambahkan, meskipun dalam kondisi berat terkadang pasien tidak tertolong, tapi dari segi tindakan transfusi donor plasma konvalesen, kondisi pasien Covid-19 bisa tertangani untuk kasus ringan dan sedang. “Bisa juga membantu mempercepat kesembuhan maupun pemulihan,” ucapnya.

Dari beberapa pengamatan, orang yang pernah mengidap Covid-19 ringan, atau antibodinya rendah sehingga tidak bisa melakukan donor. Untuk itu, saat proses transfusi, sebaiknya calon penderma plasma konvalesen harus dinyatakan sembuh dan sehat

“Plasma konvalesen dari penyintas kasus ringan memiliki antibodi yang rendah. Saat proses transfusi, sebaiknya calon penderma plasma konvalesen harus dinyatakan sembuh dan sehat,” bebernya.

Titer antibodi penyintas COVID-19 perlu dicek sebelum donor plasma konvalesen karena transfusi plasma kovalesen tidak meningkatkan antibodi pasien Covid-19 dengan kasus berat. Apalagi bagi pasien yang memiliki komorbid radang paru-paru, atau memiliki saturasi oksigen di bawah angka 92.

“Yang dibutuhkan alat bantu pernapasan terapi inkubator, karena kecil kemungkinan pasien kritis sembuh dari donor plasma konvaselen. Kecuali bagi pasien kasus ringan dan sedang, tapi tetap memerhatikan titer antibodi yang memenuhi syarat,” jelasnya. (Nat)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB