Pilpres 2024, Prabowo dan Anies akan Bersaing Ketat

- Redaksi

Sabtu, 21 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anis Baswedan Prabowo Subianto.
Foto: net

Anis Baswedan Prabowo Subianto. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyebut potensi pecahnya kongsi antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sangat besar. Bahkan mencapai 90 persen di Pilpres 2024.
Berdasar hasil survei Indo Riset, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto pun diprediksi akan bersaing ketat dengan perolehan suara yang terlalu jauh satu sama lain.

“Menurut saya 90 persen pecah kongsi, hampir pasti. Kan enggak mungkin satu partai dua calon presiden, jadi pasti pecah,” ungkap Hendri saat dihubungi, Jumat (20/5).

Hendri menilai kemungkinan 10 persen yang tersisa agar berada dalam satu kubu. Dan hanya bisa terjadi jika Prabowo melepas tiket sebagai calon presiden (Capres). Padahal, kecil kemungkinan Prabowo rela melakukannya.

Sebab, Gerindra memiliki rencana cadangan jika Prabowo tidak mencalonkan diri sebagai presiden. Menurut Hendri, Gerindra akan lebih memilih @ kadernya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

“10 persennya itu kan bila Pak Prabowo melepas tiket, dan itu kemungkinannya kecil Prabowo melepas tiket ke Mas Anies. Karena kalau Pak Prabowo enggak maju, ada plan B-nya [yaitu] Sandiaga Uno,” ucap Hendri.

Terlebih, kedua tokoh itu bakal memilih jalan politiknya masing-masing sebab memiliki preferensi politik yang berbeda. Setelah berpisah, Hendri menjabarkan kemungkinan skenario Anies dan Prabowo yang akan mencari koalisi partai.

“Mas Anies mungkin dipegang oleh koalisi yang sudah ada PPP-PAN-Golkar, atau koalisi yang akan datang Nasdem-Demokrat-PKS, atau mungkin bisa saja Mas Anies dipinang PDIP. Sementara Pak Prabowo bisa saja berkolaborasi atau konsolidasi dengan parpol lain,” paparnya.

Lebih jauh, Hendri juga menilai Anies lebih mungkin diusung oleh koalisi Nasdem-Demokrat-PKS sembari menunggu kemunculan koalisi lain. Ihwalnya, Koalisi Indonesia Baru (KIB) yang terdiri dari PAN-PPP-Golkar memiliki kecenderungan untuk mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Kalau Anies sementara ini yang cukup kuat mengusung ini kan koalisi Nasden-Demokrat-PKS. [Sambil] tunggu dulu koalisi mana lagi yang muncul. Karena menurut saya KIB ini akan meminang Ganjar ya,” pungkas Hendri.

Lembaga survei Indo Riset memprediksi Pilpres 2024 bakal terjadi sebanyak dua putaran dengan tiga kandidat utama yang berpotensi besar masuk ke putaran kedua.

Ketiga tokoh itu adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengungkap beberapa alasan yang memungkinkan ketiganya masuk ke putaran kedua Pilpres 2024. Salah satunya adalah potensi perolehan suara ketiga tokoh itu tak terlalu jauh satu sama lain.

“Perbedaan suara antara Pak Ganjar dan Pak Prabowo dengan Pak Anies, juga simulasi tiga dan dua nama itu masih sangat kompetitif, gap-nya masih sangat dekat sekali,” ungkap Arya dalam konferensi pers daring, Kamis (19/5).

Berita Terkait

Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir
Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Glumbang Kabupaten Muara Enim
Kunjungan Kerja KOMISI III DPRD Prov. Sumsel ke Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk Perkuat Kredit Produktif dan Layanan Digital
Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Dinas Kominfo Provinsi Lampung, Bahas Transformasi Digital hingga Sumsel Zero Blank Spot
Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tinjau Optimalisasi Pemerintahan Desa dan Penataan Batas Wilayah di Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin
Ketua DPRD Sumsel Terima Silaturahmi Danlanud Sri Mulyono Herlambang, Perkuat Sinergi Demi Stabilitas dan Pembangunan Daerah
DPRD Sumsel Soroti Dana Bagi Hasil Pusat ke Daerah Rp 1,2 Triliun
Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:05 WIB

Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:00 WIB

Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Glumbang Kabupaten Muara Enim

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:10 WIB

Kunjungan Kerja KOMISI III DPRD Prov. Sumsel ke Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk Perkuat Kredit Produktif dan Layanan Digital

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:08 WIB

Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Dinas Kominfo Provinsi Lampung, Bahas Transformasi Digital hingga Sumsel Zero Blank Spot

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:55 WIB

Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tinjau Optimalisasi Pemerintahan Desa dan Penataan Batas Wilayah di Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin

Berita Terbaru