PGRI Gandeng BRIN dan Kilang Pertamina Lestarikan Ikan Belida

Kota Palembang462 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Universitas PGRI Palembang bekerjasama dengan Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga dengan PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju, untuk pengembangan teknologi Reproduksi dan Pelestarian Sumber Daya Ikan Belida.

Launching Konservasi EX Situ Ikan Belida dilaksanakan di Kampus C PGRI Palembang, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Rabu (27/9/2023).

Dihadiri langsung, Ketua Provinsi PGRI Sumsel, Ahmad Zulinto  Ketua BPH PB PGRI Pada UPGRIP, Meilia Rosani, Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc Prof Dr H Bukman Lian  Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina, Siti Rachmi Indahsari, dan Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat (BRIN), Dr. Boby Muslimin.

Ahmad Zulinto mengatakan, hari ini pihaknya melakukan Kegiatan khususnya Launching konservasi tentang pembudidayaan ikan belida, yang merupakan ikan langka, bersama BRIN dan PT Kilang Pertamina.

“Ini wujud mimpi dan bangga kami Universitas PGRI Palembang dipercaya PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju dengan memberikan CSR kepada Universitas PGRI dan dari BRIN juga memberi langkah – langkah yang harus kita wujudkan sehingga pembudidayaan ikan belida bisa kita lestarikan kembali,” ujarnya, kepada wartawan, usai kegiatan, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga :  400 Hektar Lahan di Ogan Ilir Sudah Terbakar

Di tempat sama, Dr. Boby Muslimin mengatakan, tantangan dalam proses pemindahan ikan belida dari antar pulau dalam durasi lebih 24 jam harus dilakukan pengaturan yang tepat. “Karena dalam proses pemindahan itulah ikan belida akan rentan mati, oleh karena itu ada ruangan karantina khusus,” katanya.

Untuk pengembangan ikan menghasilkan telur masih menjadi PR untuk dikembangkan saat ini. “Bisa dengan diberikan suplemen dan lainnya yang sesuai, sehingga untuk massa kehamilan ikan belida atau menghasilkan telurnya diharapkan bisa dalam satu tahun itu dua atau tiga kali,” jelasnya.

Masih ditempat yang sama, Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina, Siti Rachmi Indahsari mengatakan, kerjasama PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju bukan hanya di mulai di Tahun ini dengan Universitas PGRI Palembang. “Tahun sebelumnya kita telah kerjasama dalam penyusunan kurikulum untuk buku cinta belida dan tanggap bencana yang di sosialisasikan untuk anak – anak usia sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Kabut Asap Palembang Siaga 1

Lanjutnya, ada sekitar 100 bibit indukan ikan belida yang di coba konservasi. “Untuk di Universitas PGRI Palembang ini ada sekitar 52 ekor bibit indukan ikan belida yang siap di teliti dan konservasi. Selebihnya kita titipkan kepada BRIN di daerah Cibinong. Jadi memang dua lokasi tersebut akan menjadi pusat penelitian oleh teman di BRIN untuk sama – sama kita mengembang biakkan melakukan penelitian, seperti apa cara – cara paling efektif untuk bisa ikan belida berkembang biak,” ungkap Siti.

Masih kata Siti menjelaskan, mengapa kerjasama dengan universitas PGRI Palembang dalam membudidayakan ikan belida karena lokasi PT Kilang Pertamina berada di Palembang. “Belida merupakan icon Kota Palembang sehingga kami terpanggil untuk bisa ikut turut mengembang biakkan ikan belida ini sehingga nantinya tidak masuk lagi dalam daftar ikan langka,” ujarnya.

Baca Juga :  BCA Syariah Fokus Transformasi Digital

Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc Prof Dr H Bukman Lian MM MSI. CiQaR mengatakan, kerjasama PGRI Palembang dengan BRIN dan Pertamina untuk membudidayakan ikan belida dan melakukan penyelamatan.

“Dosen – Dosen di Fakultas Perikanan di Universitas PGRI Palembang 100 persen adalah dosen yang memiliki kemampuan kompetensi untuk melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, dibuktikan dengan kerjasama bahwa metode apa saja untuk belida ini dengan BRIN,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BPH PB PGRI Pada UPGRIP, DR Hj Meilia Rosani SH MH mengatakan, budidaya dan melestarikan ikan belida ini tidak bisa dilakukan hanya sendirian oleh satu pihak. “Saya berkeinginan bagi mahasiswa dan dosen lebih intens lagi dalam penelitian, apalagi sudah di fasilitasi oleh rekan kerja kita dari BRIN dan Pertamina,” katanya. (ANA)

    Komentar