Perkuat Sinergi, Polda Ajak Mahasiswa Unsri Cegah Radikal Terorisme di Lingkungan Kampus

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana seminar wawasan kebangsaan pencegahan paham radikal di lingkungan kampus Universitas Sriwijaya. (Photo: Deni Kurniawan)

Suasana seminar wawasan kebangsaan pencegahan paham radikal di lingkungan kampus Universitas Sriwijaya. (Photo: Deni Kurniawan)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sumsel, menggelar seminar wawasan kebangsaan dan pencegahan intoleransi, radikalisme, serta terorisme di lingkungan kampus, Rabu 1 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Graha Sriwijaya Kampus Palembang itu, diikuti oleh sivitas akademika Unsri, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi salah satunya Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumsel, Dr Isabella Kepala  Kesbangpol Provinsi Sumsel, Dr H Alfajri Zabidi dan eks Napiter, Budi Setiawan Ismail alias Abu Ghozi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Unsri, Prof Dr Ir H Rujito Agus Suwignyo mengatakan, bahwa seminar ini memiliki makna yang sangat strategis terutama dalam memperkuat wawasan kebangsaan.

“Tentu kita memahami juga bahwa intoleransi, radikalisme dan terorisme adalah tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat kita terutama di dunia pendidikan. Kita semua tentu sepakat bahwa sikap intoleran yang berujung pada radikalisme dan terorisme tidak dapat dibiarkan berkembang terutama di kalangan generasi muda yang merupakan harapan bangsa,” terangnya.

Oleh karena itu, menurutnya melalui seminar ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih tentang bahaya-bahaya tersebut dan bagaimana cara mencegahnya, terutama dalam kehidupan kampus.

“Menghadapi terorisme saat ini adalah dengan penguatan ideologi, mahasiswa memiliki intelektualitas dan responsivitas terhadap masalah kedepan, manfaatkan kegiatan ini dengan baik karena narasumber adalah pakar yang kompeten terkait pencegahan terorisme,” katanya.

“Dengan menanamkan nilai-nilai toleransi, pemuda dapat membangun jembatan komunikasi yang kuat, mengurangi konflik, dan memperkuat solidaritas sosial,” tambahnya.

Dalam beragama, katanya harus mengedepankan sikap toleran, saling menghormati, dan memahami perbedaan. Ketika agama dijalankan dengan cinta kasih dan pengertian, akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai, menjauhkan diri dari ekstremisme dan radikalisme yang merusak.

“Pendidikan agama yang inklusif dan moderat menjadi kunci dalam membangun perdamaian dan menghilangkan benih-benih terorisme,” ujarnya. (ANA)

Berita Terkait

Pancasila dalam Langkah Hidupku
Peran Pancasila Dalam Perjalanan Saya Membentuk Karakter Diri
Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Tindakan Sehari-hari
Penerapan Sila Pancasıla dalam Kehidupan 
Pancasila dan Implementasinya terhadap Kehidupan Sehari-hari
Peran Pancasila dalam Membentuk Pribadi yang Berkarakter
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Saya
Pancasila Sebagai Pedoman Dalam Kehidupan Saya

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Peran Pancasila Dalam Perjalanan Saya Membentuk Karakter Diri

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Tindakan Sehari-hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Penerapan Sila Pancasıla dalam Kehidupan 

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Pancasila dan Implementasinya terhadap Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru

Empat Lawang

Telkom Siap Perkuat Digitalisasi Pemerintahan di Empat Lawang

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WIB