Penyerapan Gabah Tertinggi dalam 20 Tahun, Bulog Sumsel Babel Catat 81.700 Ton

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel dan Babel, Heriswan, saat berbincang dengan awak media di kantornya, Jumat (2/5/2025)
 Foto : Reza Mardiansyah

Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel dan Babel, Heriswan, saat berbincang dengan awak media di kantornya, Jumat (2/5/2025) Foto : Reza Mardiansyah

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung terus bergerak cepat dalam menyerap hasil panen petani. Hingga April 2025, tercatat sebanyak 81.700 ton gabah setara beras berhasil diserap dari berbagai wilayah di Sumsel dan Babel. Angka ini diperkirakan akan menembus 100 ribu ton hingga akhir Mei mendatang.

Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel dan Babel, Heriswan, menegaskan komitmen Bulog untuk terus menyerap hasil panen tanpa henti. Bahkan ketika kapasitas gudang utama telah penuh, Bulog tetap melanjutkan penyerapan dengan menggandeng lima mitra gudang swasta untuk menambah daya tampung.

“Kami tidak ingin petani ragu atau khawatir. Sepanjang masih ada panen, Bulog akan tetap hadir menyerap. Ini bentuk komitmen kami mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Heriswan, Jumat (2/5/2025).

Ia menambahkan, jika kapasitas gudang mitra juga telah penuh, pihaknya akan menambah sewa gudang di berbagai daerah, tidak hanya di Palembang, tetapi juga di kabupaten dan kota lain seperti Lubuklinggau dan wilayah lainnya di Sumsel Babel.

Menurut Heriswan, penyerapan tahun ini merupakan yang terbesar dalam dua dekade terakhir. Ia menyebut keberhasilan ini tak lepas dari perubahan pola kerja Bulog yang kini aktif menjemput bola langsung ke sawah, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo dalam program swasembada pangan.

“Dulu kita menunggu hasil panen datang ke gudang, sekarang kita langsung ke lapangan. Petani merasa lebih dihargai dan kami pun bisa menyerap lebih banyak,” ungkapnya.

Berdasarkan data Bulog, volume penyerapan beras di tahun-tahun sebelumnya jauh lebih kecil: hanya 15 ribu ton pada 2022 dan 2023, serta meningkat menjadi 31 ribu ton pada 2024. Namun pada 2025, hingga April saja telah mencapai 81.700 ton.

Heriswan menyebutkan, wilayah dengan penyerapan terbesar saat ini adalah Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir. Sementara proses penyerapan juga tengah berlangsung di OKU, Lubuklinggau, dan Lahat. Rata-rata volume penyerapan gabah mencapai 2.200 hingga 2.800 ton per hari.

Ia juga menyoroti keberhasilan Bulog dalam menarik minat petani menjual hasil panen ke Bulog daripada ke tengkulak. Hal ini berkat sosialisasi maksimal yang dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, dan penyuluh pertanian. Harga pembelian di tingkat petani yang mencapai Rp6.500 per kilogram serta sistem pembayaran tunai atau via rekening turut menjadi daya tarik tersendiri.

Sebagai langkah strategis jangka panjang, Bulog Sumsel Babel telah mengusulkan pembangunan gudang baru di Muara Enim seluas satu hektare. Lokasi telah disiapkan dan kini tinggal menunggu persetujuan dari pusat.

“Bulog ada untuk kalian. Jangan khawatir. Kami akan serap hasil panen, karena hanya dengan petani yang sejahtera, negeri ini bisa swasembada pangan. Harapan kami, petani bisa tersenyum dan semangat kembali ke sawah,” tutup Heriswan.

Berita Terkait

Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi
Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda
BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343
Universitas Muhammadiyah Palembang, PTS Pertama di Sumsel yang Buka Program Doktor (S3) Manajemen
Sidang Korupsi Kredit BRI, Dua Tersangka Dihadirkan Sebagai Saksi Ungkap Proses Analisis dan Persetujuan Kredit
Diduga Gegara Korsleting Listrik Satu Rumah Hangus Terbakar
Tega Cabuli Adik Ipar yang Masih Remaja hingga Hamil 5 Bulan, Pria di Ogan Ilir Diringkus Polisi
Tiga Hari Semarak FESyar Sumatera 2026, Menguatkan Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi Syariah Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:08 WIB

Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:06 WIB

Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda

Senin, 8 Juni 2026 - 15:48 WIB

BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343

Senin, 8 Juni 2026 - 15:44 WIB

Universitas Muhammadiyah Palembang, PTS Pertama di Sumsel yang Buka Program Doktor (S3) Manajemen

Senin, 8 Juni 2026 - 14:43 WIB

Sidang Korupsi Kredit BRI, Dua Tersangka Dihadirkan Sebagai Saksi Ungkap Proses Analisis dan Persetujuan Kredit

Berita Terbaru

Foto kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Hendyanto Panusunan Hutasoit

Kota Palembang

Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda

Senin, 8 Jun 2026 - 16:06 WIB