Pengusaha Tahu Keluhkan Harga Kedelai

- Redaksi

Rabu, 9 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengusaha tahu sedang mencetak tahu hingga potongan kecil yang siap dijual, saat ini kenaikan harga kedelai memukul bisnis pembuatan tahu.
Foto: alfariski/SP

Pengusaha tahu sedang mencetak tahu hingga potongan kecil yang siap dijual, saat ini kenaikan harga kedelai memukul bisnis pembuatan tahu. Foto: alfariski/SP

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Para pelaku usaha pembuatan tahu di Pasar Tradisional Pulau Mas, Tebing Tinggi, terpaksa harus mengurangi jumlah produksi. Lantaran tingginya harga kedelai yang meningkat hingga 50 persen dari biasanya. Akibat kenaikan harga tersebut, jumlah permintaan tahu juga alami penurunan.

Satu di antara pelaku usaha pembuatan tahu, Kemon dan Lastri mengatakan, ia terpaksa mengurangi jumlah produksi sejak beberapa bulan terakhir.

Saat ini dirinya hanya mampu membuat 2 karung perhari, dari produksi normal 2,5 karung sampai 3 karung perhari.

“Mungkin ini juga jadi salah satu dampak dari pandemi Covid-19, harga kedelai impor juga naik cukup tinggi. Jadi saya mau tidak mau harus mengurangi jumlah produksi yang tadinya bisa sampai 3 karung paling sekarang 2 karung perhari,” kata Kemon.

Dia mengatakan, harga kedelai impor saat ini telah mencapai Rp 12 Ribuan perkilogram, jika sebelumnya berkisar di angka Rp 6 ribuan perkilogram.

Harga tersebut diakuinya terbilang cukup tinggi, sehingga satu-satunya cara menyiasati adalah mengurangi jumlah produksi.

“Ya, mau bagaimana lagi harus kurangi produksi agar bisa bertahan dan tidak terlalu merugi,” ungkapnya.

Kemon yang sudah menjalankan usaha pembuatan tahu sejak tahun 1980 itu mengaku, baru merasakan dampak yang cukup menyulitkannya dan pelaku usaha tahu lainnya karena pandemi Covid-19.

“Di masa sekarang, kami harus pintar putar otak bagaimana caranya agar usaha tidak gulung tikar, karena harga bahan baku naik. Sementara di masa pandemi ini juga permintaan berkurang,” jelasnya.

Semantara Kabid Perdagangan Yeni Novita dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak menapik bahwa harga kedelai saat ini sangat tinggi. Bahkan kenaikkan hingga 50 persen. 

“Ya para pelaku usaha cukup mengeluh karena harga kedelai tinggi. Kami menyarankan pelaku usaha menyiasati seperti dengan memperkecil ukuran tahu yang dibuat,” ujarnya. (Alf)

Berita Terkait

Polsek Ulu Musi Salurkan Bansos untuk Korban Kebakaran di Desa Puntang
Bukan Sekadar Tarif, Keamanan dan Ketepatan Waktu Jadi Alasan Pilih Bluebird
Santri bisa jadi Ulama Hingga Pemimpin Bangsa
Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi
Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba
Manajemen Talenta ASN Jadi Faktor Penting dalam Pelayanan
Polres Empat Lawang Laksanakan Bakti Sosial Serentak dalam Rangka Hari Jadi ke-75 Humas Polri
Polres Empat Lawang Ungkap Kasus Pembakaran Lahan 4 Hektare

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:16 WIB

Polsek Ulu Musi Salurkan Bansos untuk Korban Kebakaran di Desa Puntang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Bukan Sekadar Tarif, Keamanan dan Ketepatan Waktu Jadi Alasan Pilih Bluebird

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Santri bisa jadi Ulama Hingga Pemimpin Bangsa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB