Pengerjaan 35 Tender di PUBM-TR Dinilai tidak Sesuai Perpres

- Redaksi

Kamis, 12 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI Demo di Kantor PUBM Sumsel tuntut tiga point penting terkait pengerjaan tender yang dianggap tidak sesuai Perpres. (Photo: Reza Mardiansyah)

HMI Demo di Kantor PUBM Sumsel tuntut tiga point penting terkait pengerjaan tender yang dianggap tidak sesuai Perpres. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Sumsel, Kamis (12/8/2021). Aksi Demo itu, turut diikuti mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palembang dan Universitas Sriwijaya (Unsri).

Koordinator Aksi (Korak) Anugrah mengatakan, bahwa tujuan mereka mendatangi Kantor PUBM-TR, untuk menanyakan terkait sanksi kepada 35 tender yang pekerjaannya tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018.

Selain itu, demonstran menuntut Dinas PUBM-TR Sumsel untuk serius dan selektif dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PJB). Tak kalah penting, tidak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam proses PBJ.

“Kami mendatangi kantor PUBM-TR untuk menuntut tiga point, yang telah kami orasikan tadi,” terangnya.

Lebih Lanjut, ia mengatakan bahwa Pemprov Sumsel telah menganggarkan dana Rp2,3 triliun dengan realisasi Rp1,6 triliun atau sebesar 72 persen dari anggaran biaya modal belanja negara. Namun hal tersebut, tidak sesuai dengan laporan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

“Sebelumnya kami telah mendapatkan bocoran terkait adanya 35 tender yang tidak sesuai dengan Perpres,” ungkapnya.

Lebih Lanjut, ia menegaskan bahwa ia akan melakukan aksi demo lagi jika tidak ada keterangan lebih lanjut pada tiga Point yang sudah di demokan. “Kami akan tetap melakukan aksi demo lagi, apabila poin tuntutan kami tadi tidak diindahkan,” tegasnya.

Sekretaris Dinas PUBM, Novian Aswardani mengatakan, akan mengkaji ulang tentang hal tersebut, karena untuk saat ini terkendala banyak dari pihak PT dan CV yang berkaitan dengan 35 tender, mengalami isolasi mandiri (Isoman).

“Nanti akan kami kaji ulang dulu, karena pihak PT dan CV yang berkaitan dengan 35 tender orangnya sedang mengalami isolasi mandiri,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Pengamat: Yayasan IGM Perlu Jujur Akui Ada Aktivitas Komersial, Status Nirlaba Tak Otomatis Bebas PBB
Soroti Dampak Buruk Karhutla Sumsel, Mafesripala Gelar Seminar Umum Green Impact di Unsri PALEMBANG
Jalan Khusus Batubara PT Marga Bara Jaya Diresmikan di Muba
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Wujudkan Zona Zero Begal, Timsus Macan Putih Polsek Buay Madang Timur Intensifkan Patroli Malam
Duduk Bareng di Ladang, Kapolsek Buay Madang Timur Serap Aspirasi Petani Jagung
Dokter Muda Ribut Dengan Mertuanya Sudah Dimediasi Damai Secara Kekeuargaan
Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Pengamat: Yayasan IGM Perlu Jujur Akui Ada Aktivitas Komersial, Status Nirlaba Tak Otomatis Bebas PBB

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Soroti Dampak Buruk Karhutla Sumsel, Mafesripala Gelar Seminar Umum Green Impact di Unsri PALEMBANG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Jalan Khusus Batubara PT Marga Bara Jaya Diresmikan di Muba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Wujudkan Zona Zero Begal, Timsus Macan Putih Polsek Buay Madang Timur Intensifkan Patroli Malam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Duduk Bareng di Ladang, Kapolsek Buay Madang Timur Serap Aspirasi Petani Jagung

Berita Terbaru