Nama : Ghaniyya Saptri Rahmadani
NIM : PO7124226018
Prodi : D4 – Kebidanan
Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari – Hari
Pancasila adalah lima dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman, pandangan hidup bangsa, dan arah moral kita semua. Kelima sila ini mencakup nilai-nilai luhur yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Sebagai bagian dari generasi muda bangsa ini, saya menyadari pentingnya menanamkan ideologi tersebut di dalam lubuk hati. Oleh karena itu, saya selalu berusaha keras menjadikan kelima sila Pancasila sebagai landasan utama dalam bertindak, berbicara, dan berpikir secara bijak setiap hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan sila pertama saya wujudkan dengan taat beribadah sesuai agama yang saya anut serta menghormati pemeluk agama lain yang sedang beribadah. Sila kedua saya terapkan dengan memperlakukan semua orang secara adil, sopan, dan suka membantu sesama tanpa memandang latar belakang sosial mereka. Untuk sila ketiga, saya selalu menjaga rasa persatuan dengan bangga contohnya mencintai produk dalam negeri serta menjauhi segala konflik yang memicu perpecahan.
Sementara itu, sila keempat saya jalankan dengan mengutamakan musyawarah dan diskusi bersama untuk mencapai mufakat tanpa memaksakan kehendak pribadi saya. Terakhir, sila kelima saya cerminkan melalui sikap menghormati hak orang lain serta aktif ikut kegiatan gotong royong demi kepentingan bersama.
Jika nilai-nilai luhur Pancasila ini tidak diterapkan secara konsisten, dampak buruk akan langsung merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa nilai ketuhanan dan kemanusiaan, masyarakat akan menjadi egois, saling menindas, dan kehilangan tenggang rasa. Pengabaian sila persatuan tentu akan memicu konflik yang memecah belah keutuhan NKRI secara parah.
Tanpa adanya musyawarah, setiap keputusan hanya diambil sepihak berdasarkan ego kekuasaan, sehingga merugikan pihak lain. Pada akhirnya, ketiadaan keadilan sosial akan melahirkan kesenjangan yang sangat tajam, kecemburuan sosial, dan kehancuran moral di tengah masyarakat kita.












