Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari – Hari  

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Ghaniyya Saptri Rahmadani

NIM   : PO7124226018

Prodi : D4 – Kebidanan

 

Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari – Hari

 

Pancasila adalah lima dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman, pandangan hidup bangsa, dan arah moral kita semua. Kelima sila ini mencakup nilai-nilai luhur yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Sebagai bagian dari generasi muda bangsa ini, saya menyadari pentingnya menanamkan ideologi tersebut di dalam lubuk hati. Oleh karena itu, saya selalu berusaha keras menjadikan kelima sila Pancasila sebagai landasan utama dalam bertindak, berbicara, dan berpikir secara bijak setiap hari.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan sila pertama saya wujudkan dengan taat beribadah sesuai agama yang saya anut serta menghormati pemeluk agama lain yang sedang beribadah. Sila kedua saya terapkan dengan memperlakukan semua orang secara adil, sopan, dan suka membantu sesama tanpa memandang latar belakang sosial mereka. Untuk sila ketiga, saya selalu menjaga rasa persatuan dengan bangga contohnya mencintai produk dalam negeri serta menjauhi segala konflik yang memicu perpecahan.

 

Sementara itu, sila keempat saya jalankan dengan mengutamakan musyawarah dan diskusi bersama untuk mencapai mufakat tanpa memaksakan kehendak pribadi saya. Terakhir, sila kelima saya cerminkan melalui sikap menghormati hak orang lain serta aktif ikut kegiatan gotong royong demi kepentingan bersama.

 

Jika nilai-nilai luhur Pancasila ini tidak diterapkan secara konsisten, dampak buruk akan langsung merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa nilai ketuhanan dan kemanusiaan, masyarakat akan menjadi egois, saling menindas, dan kehilangan tenggang rasa. Pengabaian sila persatuan tentu akan memicu konflik yang memecah belah keutuhan NKRI secara parah.

 

Tanpa adanya musyawarah, setiap keputusan hanya diambil sepihak berdasarkan ego kekuasaan, sehingga merugikan pihak lain. Pada akhirnya, ketiadaan keadilan sosial akan melahirkan kesenjangan yang sangat tajam, kecemburuan sosial, dan kehancuran moral di tengah masyarakat kita.

Berita Terkait

Hapus Stigma Pilihan Kedua Atau Sekolah Alternatif, LPM NU Beri Suntikan Motivasi Para Guru NU Di Pagar Alam
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet
Sulap Kardus Bekas Menjadi Kerajinan Bernilai 
Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Dewan Serahkan Banyak PR Untuk Pemkot Pagar Alam, Hasil Reses Tiga Dapil Tahap II T
Menanggalkan Riuh Masa Muda, Menjinakkan Bara
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Hapus Stigma Pilihan Kedua Atau Sekolah Alternatif, LPM NU Beri Suntikan Motivasi Para Guru NU Di Pagar Alam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Sulap Kardus Bekas Menjadi Kerajinan Bernilai 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Berita Terbaru

Sumsel

Sulap Kardus Bekas Menjadi Kerajinan Bernilai 

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:25 WIB

Kota Palembang

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:50 WIB