Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Laura Gean Variza

Prodi  : D3 GIZI

 

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Sebagai mahasiswa Jurusan Gizi di Palembang, saya percaya Pancasila bukan hanya hafalan 5 sila. Pancasila adalah cara saya menjalani hari, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Beberapa penerapan yang saya terapkan yakni

 

Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Saya memulai hari dengan berdoa sebelum kuliah dan praktik di lab. Sebagai calon tenaga kesehatan, Saya sadar bahwa ilmu gizi yang saya pelajari adalah titipan. Saat saya membantu teman yang sakit atau memberi edukasi gizi, saya melakukannya dengan niat ibadah dan tulus membantu. Saya juga menghargai teman yang berbeda keyakinan dengan tidak memaksakan dan tetap menjaga toleransi saat kegiatan kampus.

 

Sebab saya melakukan penerapan tersebut sebelum beraktivitas karena saya yakin bahwa disetiap memulai kegiatan baiknya kita meminta keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa sebelum memulai sesuatu. Dan tidak lupa kita harus saling menghargai keyakinan setiap orang karena di dunia ini tidak hanya ada satu agama melainkan ada banyak keyakinan yang dianut masing-masing individu.

 

Akibat dari Tindakan saya tersebut, membuat saya lebih percaya diri dalam menghadapi kerasnya dunia dan beraktivitas dengan lega karena telah meminta keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disamping itu saya akan lebih dihargai oleh banyak orang karena telah menerapkan rasa saling menghargai antar perbedaan.

 

Sila 2: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Dalam menerapkan sila ke-2 Pancasila, saya berlaku sama rata dalam membagi makanan kepada anggota teman atau keluarga saya. Punya rasa empati dan sopan serta menghormati HAM. Contoh, tidak memaksakan kehendak, menghargai privasi, menolong dan menghargai pendapat orang lain.

 

Sebab saya melakukan penerapan tersebut karena saya percaya setiap prilaku seseorang itu dapat menimbulkan pro dan kontra. Maka dari itu saya selalu berhati-hati dalam bertindak dengan cara menghargai dan bersikap adil kepada setiap orang

 

Akibat dari tindakan saya tersebut pun dapat menguntungkan bagi saya, karena saya dapat membangun kepercayaan orang-orang terhadap saya dan membuat pandangan orang lain menjadi positif tentang diri saya.

 

Sila 3: Persatuan Indonesia

Bagi saya, sila ketiga berarti belajar hidup rukun dengan semua orang meskipun kami berbeda. Sebagai mahasiswa gizi, saya sadar ilmu yang saya pelajari nanti akan dipakai untuk masyarakat yang beragam. Jadi saya harus bisa menyatukan, bukan memecah. Intinya: tinggalkan ego, utamakan kebersamaan.

 

Sebab dari perbuatan saya tersebut adalah agar terciptanya kehidupan yang rukun tanpa membeda-bedakan antar individu.

Akibat dari penerapan tersebut terciptanya persatuan antar perbedaan dalam suatu kalangan Masyarakat di lingkungan rumah maupun lingkungan kampus.

 

Sila 4: Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

Saat pemilihan ketua kelas dan pemilihan ketua osis di SMA, saya gunakan hak suara dengan bijak. Saya tidak ikut-ikutan, tapi memilih berdasarkan siapa yang paling bertanggung jawab. Di diskusi kelompok, saya belajar menyampaikan pendapat dan juga mendengarkan pendapat teman. Musyawarah dipakai saat kami bagi tugas praktik memasak, agar tidak ada yang merasa dirugikan

 

Sebab dari pemikiran saya tersebut membuat saya merasa puas dengan pilihan dari kata hati saya tanpa ikut-ikutan. Melihat berdasarkan opini dari berbagai sudut pandang kandidat dan menentukkan pilihan yang terbaik demi keberlangsungan Bersama.

Akibat dari perbuatan saya tersebut dapat menambah suara terbaik dalam pemilu dan memilih sesuai hak suara dari individual.

 

Sila 5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sebagai mahasiswa gizi, penerapan sila ini paling nyata. Saya ingin ke depan bisa membagikan ilmu agar masyarakat tidak ada yang stunting atau gizi buruk. Untuk diri saya sendiri, saya terapkan dengan hidup hemat: tidak buang-buang makanan, pakai tumbler sendiri, dan pilih menu seimbang walau budget terbatas.

 

Sebab dari perbuatan saya tersebut ialah untuk memiliki kesadaran dalam aksi nyata sebagai calon ahli gizi yang bergerak langsung ke lapangan dan memiliki rasa kepedulian terhadap rakyat, lingkungan sekitar dan makhluk hidup lainnya.

Akibat dari penerapan tersebut dapat membuat orang-orang disekitar termotivasi dan memberikan edukasi untuk Masyarakat agar menerapkan pola hidup yang hemat dan sehat demi kesejahteraan bangsa.

 

Bagi saya, Pancasila hidup ketika saya memilih sarapan sehat, menghargai dosen, kerja tim di laboratorium, dan punya mimpi melayani masyarakat. Lima sila itu adalah kompas saya agar ilmu yang saya pelajari di Poltekkes tidak hanya pintar, tapi juga berakhlak dan bermanfaat

“Karena menjadi ahli gizi yang baik berarti mengamalkan Pancasila: mencerdaskan bangsa dengan tubuh yang sehat.”

Berita Terkait

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang
Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin
Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Aku dan Pancasila
Merawat Bangsa, Merawat Nilai: Pancasila dalam Diri Seorang Perawat Muda
Deskripsi Diri Saya Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:32 WIB

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 21:28 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin

Jumat, 4 September 2026 - 21:23 WIB

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:33 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Berita Terbaru

Kapolsek Buay Madang Timur (BMT) Iptu Swisspo, berfoto bersama tokoh agama dan warga usai melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid AL-Amiin, Desa Tambak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

OKU Timur

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:23 WIB