Nama : Cheryn Shintya Bella
Nim : Po7124226014
Prodi : D4 Kebidanan
Pancasila di Hati, Rukun dalam Aksi
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang bukan hanya sekadar dihafalkan, melainkan benar-benar menjadi pedoman dan pegangan hidup sehari-hari. Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, saya terapkan dengan berusaha rajin beribadah sesuai kepercayaan saya. Namun, satu hal yang menurut saya lebih penting adalah selalu menghormati keyakinan dan ibadah orang lain.
Saya punya teman dekat dari agama berbeda, kami sering saling mengucapkan selamat pada hari raya masing-masing tanpa ada rasa canggung. Saya yakin jika tidak ada toleransi seperti ini, pertemanan akan mudah ribut hanya karena perbedaan.
Sila kedua tentang “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” sangat terasa ketika saya menyadari untuk tidak merendahkan orang lain, apalagi hanya karena status, ekonomi keluarga, atau gaya hidup. Di sekolah, saya berusaha menjadi teman yang mau membantu siapa saja. Saya sadar jika sikap ini hilang, akan banyak orang merasa tersisih dan tumbuh rasa iri atau dendam. Hidup pun jadi penuh perselisihan.
Tentang “Persatuan Indonesia” di sila ketiga, saya rasakan langsung waktu ada kegiatan gotong royong di lingkungan RT atau saat melaksanakan tugas kelompok. Memang kadang sangat rumit kalau menyatukan pendapat yang berbeda-beda, tapi jika kita mau saling memahami, pasti pekerjaan akan cepat selesai dan kelompok menjadi semakin kompak. Bayangkan jika masing-masing mementingkan diri sendiri, tidak akan ada kekompakan, bahkan bisa putus hubungan.
Sila keempat, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,” sering saya terapkan waktu ada musyawarah keluarga atau di organisasi waktu di SMA. Sangat penting untuk saling mendengarkan dan mencari jalan tengah supaya tidak ada yang merasa terpaksa. Jika ini dilupakan, biasanya yang muncul malah pertengkaran atau keputusan yang tidak adil.
Terakhir, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Saya belajar adil membagi tugas, berbagi makanan, dan membantu teman yang kesulitan. Saya yakin, jika semuanya bisa adil, pasti hidup jadi tenang. Tapi jika tidak ada keadilan, yang ada malah ribut dan saling iri. Pancasila memang layak dijadikan pegangan hidup.
Tanpa nilai-nilainya, kehidupan bermasyarakat akan mudah kacau dan penuh dengan konflik. Meskipun tampak sepele, penerapan Pancasila ternyata sangat berpengaruh untuk menciptakan suasana yang aman dan rukun di lingkungan sekitar. Saya berharap bisa terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta mengajak semua orang untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu kehidupan yang rukun saling menghormati dan penuh semangat dapat terus terjaga.













