Pancasila di Dalam Kehidupanku

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Regina Maharani

NIM   : PO7120426043

Prodi : D4 Keperawatan

 

Pancasila di Dalam Kehidupanku

 

Aku adalah Pancasila. Aku bukan sekadar lima sila yang tertulis di dalam buku ataupun diucapkan saat upacara. Aku hidup di dalam jiwa seseorang melalui tindakan kecil yang dilakukan oleh manusia. Aku hadir ketika seseorang menghargai perbedaan, membantu sesama, dan memilih untuk bersatu walaupun terdapat banyak perbedaan.

 

Pada hari Minggu pagi, aku keluar untuk menikmati udara segar. Aku menghirup angin pagi yang perlahan masuk ke dalam hidung. Lalu, aku tidak sengaja melewati sebuah gereja di dekat rumahku. Aku melihat orang-orang satu per satu masuk ke dalam gereja untuk beribadah pada hari Minggu. Seketika terlintas di ingatanku bahwa aku memiliki teman bernama Jessica yang beragama Kristen.

 

Kemarin, aku mengajaknya untuk jalan-jalan pada pagi hari, tetapi ia menolaknya karena ingin beribadah pada hari Minggu. Aku tidak marah atau kesal kepadanya. Aku menghargai keputusannya untuk beribadah. Begitu pun dia, ketika mendengar suara azan, dia langsung menyuruhku mengambil wudu dan salat. Bahagia sekali rasanya memiliki teman yang dapat bertoleransi dan saling menghargai satu sama lain.

 

Ibuku adalah orang yang sangat menginspirasiku dalam setiap perjalanan hidupku. Aku sangat kagum dengan kemuliaan serta ketulusan hatinya. Ibuku memiliki seorang adik yang bisa dibilang tidak berada dalam kondisi berkecukupan. Pada suatu hari, adiknya sedang membutuhkan uang untuk suatu keperluan. Padahal, aku tahu saat itu ibu juga sedang membutuhkan uang untuk keperluan keluarga kami. Akan tetapi, ibu tetap menolong adiknya.

 

Lalu, aku bertanya kepada ibu, “Mama, kenapa masih memberi uang kepada tante? Padahal, Mama juga sedang membutuhkan uang, kan?”

 

Ibuku menjawab dengan lembut, “Kalau kita memberi bantuan kepada orang, percayalah Allah akan memberikan yang lebih berlipat ganda kepada kita. Apalagi adik sendiri yang sedang kesusahan. Hati mana yang tega melihat orang yang sedarah dengan kita mengalami kesusahan?”

 

Hatiku langsung terenyuh ketika mendengar perkataan itu. Aku sangat kagum dengan kemuliaan hati ibu dalam membantu orang lain.

 

Pada awal perkuliahan, aku mendapatkan teman dari berbagai daerah. Jujur, aku sangat senang mendapatkan teman baru. Namun, aku sempat terkejut dengan bahasa yang mereka gunakan. Terkadang, aku tidak mengerti apa yang mereka ucapkan karena bahasa daerahku dan bahasa daerah teman-temanku berbeda. Walaupun begitu, aku sangat senang mendapatkan teman dari berbagai daerah. Aku melihat bukti nyata bahwa keragaman bahasa dan budaya bukanlah penghalang bagi kita untuk saling menyayangi satu sama lain.

 

Saat SMA, aku sangat aktif dalam ekstrakurikuler Paskibra. Aku menjabat sebagai Wakil Ketua Umum 1. Sering kali aku melakukan musyawarah bersama guru dan rekan-rekanku. Mulai dari musyawarah mengenai jadwal latihan, pembentukan badan pengurus yang baru, hingga diskusi mengenai aturan-aturan dalam suatu kepanitiaan.

 

Dari pengalaman tersebut, aku belajar untuk menghargai pendapat satu sama lain tanpa merendahkan. Aku juga belajar untuk mengemukakan pendapat sehingga kami dapat menemukan solusi atas suatu permasalahan.

 

Ketika di perkuliahan, kami sering mendapatkan tugas kelompok dari dosen. Aku berusaha membagi tugas secara adil agar setiap anggota bertanggung jawab. Aku tidak ingin ada teman yang bekerja terlalu banyak, sementara yang lain hanya menerima hasilnya. Selain itu, ketika aku merasa ada teman yang mendapatkan bagian tugas terlalu banyak, aku membagi sebagian tugasnya kepada anggota lain yang memang masih memiliki waktu dan kemampuan untuk membantu.

Berita Terkait

Safari Jumat Polsek BMT: Bagikan Masker dan Imbau Cegah Karhutla
Cegah ISPA Akibat Kemarau dan Edukasi Kamtibmas, Polsek Buay Madang Timur Gelar Program “Goes To School” di SMK NU Sumber Mulyo
Perwujudan Nyata Kelima Sila Pancasila Melalui Tindakan Sederhana
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Jika Pancasila adalah Cermin, Apa yang Saya Lihat?
Menghidupkan Nilai Pancasila dalam Keseharianku
Dari Nilai Menjadi Aksi
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Mahasiswa 

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Safari Jumat Polsek BMT: Bagikan Masker dan Imbau Cegah Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Cegah ISPA Akibat Kemarau dan Edukasi Kamtibmas, Polsek Buay Madang Timur Gelar Program “Goes To School” di SMK NU Sumber Mulyo

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Perwujudan Nyata Kelima Sila Pancasila Melalui Tindakan Sederhana

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:55 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Jika Pancasila adalah Cermin, Apa yang Saya Lihat?

Berita Terbaru

Sumsel

Jika Pancasila adalah Cermin, Apa yang Saya Lihat?

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:52 WIB