Nama : Vivia Agusti
Nim : PO7131126076
Prodi : D3 Gizi
Pancasila dalam Rutinitas Saya
Menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bukan berarti kita harus melakukan hal-hal besar. Bagi saya, Pancasila itu hidup dalam pilihan-pilihan kecil yang kita buat setiap hari saat berinteraksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
Sebagai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya wujudkan dengan menjaga ibadah sekaligus menghargai cara ibadah orang lain yang berbeda keyakinan. Sederhananya, tidak berisik saat tetangga sedang beribadah sudah menjadi bukti nyata dari toleransi ini. Sementara itu,
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab saya praktekkan dengan menjaga lisan dan ketikan di media sosial. Saya selalu berusaha berpikir ulang sebelum berkomentar agar tidak menyakiti perasaan orang lain, karena menghargai sesama manusia dimulai dari cara kita berkomunikasi.
Sila ketiga dan keempat, yaitu Persatuan Indonesia serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sangat sering saya temui dalam tongkrongan atau kerja kelompok. Menolak untuk ikut bergosip yang memecah belah pertemanan adalah cara saya menjaga persatuan. Ketika ada perbedaan pendapat saat memilih tempat makan atau menentukan pembagian tugas kuliah, saya lebih memilih berdiskusi secara sehat daripada memaksakan kehendak sendiri. Menurunkan ego demi keputusan bersama adalah esensi utama dari musyawarah.
Terakhir, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia saya terapkan lewat aksi nyata yang membumi. Contoh kecilnya adalah tidak boros air, mematikan lampu yang tidak dipakai, dan selalu antre dengan tertib di fasilitas umum. Kita tidak bisa menuntut keadilan sosial jika kita sendiri masih egois mengambil hak orang lain atau merusak fasilitas bersama.
Pada akhirnya, Pancasila bagi saya bukan sekadar teks hafalan zaman sekolah, melainkan sebuah kompas moral yang membuat saya tetap menjadi manusia yang memanusiakan manusia di kehidupan sehari-hari.












