Pancasila dalam Rutinitas Saya 

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Vivia Agusti

Nim   : PO7131126076

Prodi : D3 Gizi

 

Pancasila dalam Rutinitas Saya

 

Menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bukan berarti kita harus melakukan hal-hal besar. Bagi saya, Pancasila itu hidup dalam pilihan-pilihan kecil yang kita buat setiap hari saat berinteraksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

 

Sebagai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya wujudkan dengan menjaga ibadah sekaligus menghargai cara ibadah orang lain yang berbeda keyakinan. Sederhananya, tidak berisik saat tetangga sedang beribadah sudah menjadi bukti nyata dari toleransi ini. Sementara itu,

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab saya praktekkan dengan menjaga lisan dan ketikan di media sosial. Saya selalu berusaha berpikir ulang sebelum berkomentar agar tidak menyakiti perasaan orang lain, karena menghargai sesama manusia dimulai dari cara kita berkomunikasi.

 

Sila ketiga dan keempat, yaitu Persatuan Indonesia serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, sangat sering saya temui dalam tongkrongan atau kerja kelompok. Menolak untuk ikut bergosip yang memecah belah pertemanan adalah cara saya menjaga persatuan. Ketika ada perbedaan pendapat saat memilih tempat makan atau menentukan pembagian tugas kuliah, saya lebih memilih berdiskusi secara sehat daripada memaksakan kehendak sendiri. Menurunkan ego demi keputusan bersama adalah esensi utama dari musyawarah.

 

Terakhir, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia saya terapkan lewat aksi nyata yang membumi. Contoh kecilnya adalah tidak boros air, mematikan lampu yang tidak dipakai, dan selalu antre dengan tertib di fasilitas umum. Kita tidak bisa menuntut keadilan sosial jika kita sendiri masih egois mengambil hak orang lain atau merusak fasilitas bersama.

 

Pada akhirnya, Pancasila bagi saya bukan sekadar teks hafalan zaman sekolah, melainkan sebuah kompas moral yang membuat saya tetap menjadi manusia yang memanusiakan manusia di kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar
Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas
Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Polres Muba Tangkap Bandar Sekaligus Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Seberat 1.7 Kilogram Di Desa Tebing Bulan
Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:15 WIB

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Berita Terbaru

Empat Lawang

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:15 WIB