Pancasila dalam Perjalanan Hidupku

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Mufidah Azani

NIM    : P07133126064

Prodi : D3 Sanitasi

 

Pancasila dalam Perjalanan Hidupku

 

Nama saya Mufidah Azani, mahasiswa baru Program Studi D3 Sanitasi Poltekkes Kemenkes Palembang. Menjadi mahasiswa merupakan awal dari perjalanan baru dalam hidup saya. Saya menyadari bahwa kuliah bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter, sikap, dan tanggung jawab. Dalam perjalanan hidup saya, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman yang membantu saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memiliki makna yang sangat mendalam dalam hidup saya. Saya percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan tidak terlepas dari kehendak dan kuasa Tuhan. Oleh karena itu, saya berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya melalui ibadah, doa, dan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Ketika menghadapi kesulitan dalam belajar ataupun masalah dalam kehidupan sehari-hari, saya belajar untuk tetap bersabar dan berusaha sambil memohon pertolongan kepada Tuhan. Selain itu, sila pertama juga mengajarkan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia, saya berusaha menghormati teman-teman yang memiliki keyakinan berbeda. Saya percaya bahwa saling menghormati merupakan salah satu cara untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan saya untuk memperlakukan setiap orang dengan penuh rasa hormat dan kemanusiaan. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha menjaga sopan santun kepada orang tua, dosen, tenaga kependidikan, serta teman-teman. Saya juga berusaha membantu orang lain ketika mereka membutuhkan pertolongan, baik dalam hal kecil maupun besar. Menurut saya, sikap peduli terhadap sesama merupakan bentuk nyata dari nilai kemanusiaan. Sebagai mahasiswa di bidang kesehatan, saya menyadari bahwa nilai kemanusiaan akan menjadi bekal penting dalam profesi yang saya jalani di masa depan. Profesi kesehatan tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga rasa empati, kepedulian, dan keinginan untuk membantu orang lain memperoleh kehidupan yang lebih sehat.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan saya bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat. Di lingkungan kampus, saya akan bertemu dengan banyak teman yang berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut justru memberikan kesempatan untuk saling mengenal, belajar, dan menghargai satu sama lain. Saya ingin membangun hubungan yang baik dengan siapa pun tanpa memandang asal-usul mereka. Dengan menjaga persatuan dan kebersamaan, saya yakin lingkungan kampus akan menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan berkembang bersama.

 

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan saya pentingnya menghargai pendapat orang lain dan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menimbulkan konflik apabila disikapi dengan bijaksana. Saat berdiskusi dalam kelompok, saya berusaha mendengarkan pendapat teman-teman dengan baik, menyampaikan pendapat secara sopan, dan menerima keputusan bersama dengan lapang dada. Saya belajar bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak ditentukan oleh siapa yang paling dominan, melainkan oleh kemampuan seluruh anggotanya untuk bekerja sama dan saling menghargai.

 

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan saya untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, dan adil terhadap semua orang. Dalam kehidupan sebagai mahasiswa, saya berusaha menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, menghargai hak orang lain, serta tidak membeda-bedakan teman berdasarkan status sosial, ekonomi, ataupun latar belakang mereka. Saya percaya bahwa keadilan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti bersikap jujur dalam mengerjakan tugas, menghargai hasil kerja orang lain, dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang. Nilai keadilan juga mengajarkan saya untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kepentingan bersama.

Berita Terkait

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar
Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas
Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Polres Muba Tangkap Bandar Sekaligus Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Seberat 1.7 Kilogram Di Desa Tebing Bulan
Bukan Wacana! Pagar Alam Menuju Kemandirian Ekonomi, Wako Ludi Bahas Pendirian BUMD Bersama Profesor Unsri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:15 WIB

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Berita Terbaru

Empat Lawang

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:15 WIB