Pancasila di Balik Selimut: Kisah Lima Sila yang Kutemukan Saat Rebahan dan Malas Bergerak

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Kaylla Ramadhani

NIM   : PO7133126088

Prodi : D3 Sanitasi

 

Pancasila di Balik Selimut: Kisah Lima Sila yang Kutemukan Saat Rebahan dan Malas Bergerak

 

Ada yang bilang jiwa Pancasila cuma bisa ditemukan lewat aksi besar dan penuh pengorbanan, semacam upacara khidmat, pidato penuh semangat, atau aksi sosial yang ramai diliput media. Saya justru menemukannya di tempat paling tidak terduga, di atas kasur, dengan selimut setengah badan dan HP menyala di tangan, dalam posisi rebahan paling nyaman sedunia.

 

Sila pertama muncul begitu mata terbuka. Sebelum jari sempat menyentuh layar HP, saya selalu mengucap syukur dulu karena masih diberi kesempatan bangun, meski lima menit kemudian saya kembali tenggelam di bawah selimut, menunda hari dengan santai tanpa rasa bersalah.

 

Sila kedua saya temukan lewat hal remeh yang sering luput diperhatikan orang. Bilang tolong ke adik saat charger terlalu jauh untuk dijangkau, atau bilang terima kasih ke orang tua yang memasak sementara saya cuma modal rebahan menunggu dipanggil makan, ternyata itu sudah cukup untuk menghargai orang lain tanpa perlu berlebihan.

 

Sila ketiga hidup di layar HP, tepatnya di grup chat keluarga yang ramai sepanjang hari tanpa henti. Saya memang jarang ikut berkomentar, lebih sering jadi silent reader, tapi ikut tertawa membaca candaan mereka saja sudah membuat saya merasa jadi bagian dari kehangatan itu, meski kontribusi saya cuma emoji tertawa dan stiker lucu.

 

Sila keempat muncul saat rumah ribut menentukan menu makan malam. Ada yang ngotot ingin ayam geprek, ada yang bersikeras minta bakso, sampai akhirnya semua sepakat lewat perdebatan kecil penuh tawa, sebuah musyawarah versi rumahan yang jauh dari kesan formal, tidak ada palu sidang, hanya suara paling keras dan kompromi paling enak.

 

Sila kelima terasa saat membagi jajan ke adik, porsinya harus benar-benar rata, meski uang jajan yang saya keluarkan sendiri, karena adil itu tidak mengenal siapa yang membayar duluan.

 

Dari atas kasur sekalipun, ternyata Pancasila tetap bisa hidup, tumbuh diam-diam dalam kebiasaan sederhana yang jujur apa adanya, tanpa perlu dibuat-buat atau dipaksakan terlihat sempurna.

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla
Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat
Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan
Sidang Kasus iPhone Ilegal Kembali Tertunda, Terdakwa Absen dan JPU Belum Siap
Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis
Stylo Sound Ride, Satukan Gaya dan Musik Komunitas Honda
Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Viral Pengendara Tak Pakai Helm, Mau Ditilang Malah Pura-Pura Menangis

Berita Terbaru

Foto saat gubernur Sumsel H. Hermanderu menghadiri acara Perayaan HUT OKI ke-81 di rapat paripurna DPRD OKI

Ogan Komering Ilir

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Senin, 12 Okt 2026 - 20:48 WIB