Nama : Raisya Maulidia Mafaza
NIM : PO7131226003
Prodi : D4 Gizi dan Dietetika (A)
Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, tetapi Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari
Menurut saya, Pancasila tidak hanya lima sila yang harus dihafal sejak masih duduk di bangku sekolah. Dulunya saya pikir Pancasila hanya sekadar bahan pelajaran yang harus dipelajari agar bisa mengerjakan tugas atau menghadapi ujian. Tapi setelah menjadi mahasiswa, saya mulai menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya sering saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun kadang saya tidak menyadarinya.
Pertama, saya mengakui Tuhan Yang Maha Esa, dengan melaksanakan ibadah sesuai agama yang saya percayai dan menghormati teman-teman yang memeluk agama yang berbeda. Saya berusaha tidak mengganggu teman-teman ketika mereka sedang beribadah dan tidak memaksakan keyakinan saya kepada orang lain.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan berusaha menghormati dan memperlakukan orang lain secara baik. Saya selalu berusaha membantu teman-teman yang sedang mengalami masalah sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Saya juga berusaha mengendalikan ucapan agar tidak membuat orang lain merasa sakit hati.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya amalkan dengan tetap menjaga hubungan yang baik dengan teman-teman. Di kampus, saya bertemu dengan banyak orang yang memiliki sifat, kebiasaan, dan asal daerah yang berbeda-beda. Saya belajar untuk tidak memilih teman-teman tertentu dan tetap menghargai perbedaan yang ada di antara mereka.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan saat berdiskusi dan mengerjakan tugas kelompok. Saya berusaha menyampaikan pendapat secara jelas, mendengarkan apa yang dikatakan teman-teman, dan tidak memaksakan keinginan saya sendiri. Jika terjadi perbedaan pendapat, saya lebih suka menyelesaikannya dengan berdiskusi.
Silakan kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya laksanakan dengan cara bersikap adil dan menjalankan tugas dengan tanggung jawab. Misalnya, ketika diberi tugas kelompok, saya berusaha menyelesaikan bagian saya sendiri dan tidak mengganggu teman-teman dengan membebani mereka.
Dari hal-hal tersebut, saya menyadari bahwa menerapkan Pancasila sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Bagi saya, Pancasila bukan sekadar dihafal, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar saya bisa menjadi orang yang lebih baik dan lebih menghargai orang lain.











