Menghidupi Nilai-Nilai Pancasila melalui Prestasi, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Suci Zahrani

Nim    : PO7133226033

Prodi : D3 Pengawasan Epidemiologi

 

Menghidupi Nilai-Nilai Pancasila melalui Prestasi, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

 

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup yang mengajarkan setiap warga negara untuk menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, menghargai sesama, menjaga persatuan, mengutamakan musyawarah, dan menjunjung tinggi keadilan. Sebagai mahasiswi Program Studi D-III Pengawasan Epidemiologi yang aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, saya berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pengalaman menjadi finalis Bujang Gadis Ogan Ilir (BGOI), delegasi Jambore Nasional Generasi Hijau (JNGH) 2023, meraih Juara 1 Lomba Video Kreatif Visi dan Misi Bupati Ogan Ilir yang diselenggarakan Kominfo Ogan Ilir, memperoleh Juara 7 Terbaik Video Kreatif Literasi Digital dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ogan Ilir, serta menjadi Mahasiswa Baru Teraktif Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Mahasiswa Baru Terdisiplin Program Studi D-III Pengawasan Epidemiologi merupakan pengalaman yang membentuk karakter saya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

 

Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk selalu menjadikan keimanan sebagai landasan dalam bertindak. Saya berusaha menjalankan salat lima waktu, berdoa sebelum memulai aktivitas, bersedekah kepada yang membutuhkan, serta menjaga kejujuran dan amanah dalam setiap tanggung jawab. Dalam organisasi maupun perlombaan, saya percaya bahwa keberhasilan merupakan hasil dari usaha yang disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT. Saya juga menghormati teman-teman yang memiliki agama dan keyakinan berbeda tanpa membeda-bedakan mereka. Apabila nilai sila pertama tidak diterapkan, seseorang dapat kehilangan pegangan hidup, mudah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai agama, seperti tidak jujur, tidak bertanggung jawab, serta kurang menghargai perbedaan keyakinan.

 

Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan melalui sikap sopan santun kepada dosen, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat. Dalam kehidupan perkuliahan, saya selalu berusaha menghargai pendapat teman kelompok, membantu teman yang mengalami kesulitan, dan tidak membedakan seseorang berdasarkan agama, suku, maupun latar belakangnya. Saat mengikuti BGOI maupun JNGH, saya belajar menghormati peserta lain dan membangun hubungan yang baik tanpa menganggap mereka sebagai lawan. Jika sila ini tidak diterapkan, akan muncul sikap egois, diskriminasi, perundungan, serta hilangnya rasa empati yang dapat merusak hubungan antarmanusia.

 

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi nilai yang sangat dekat dengan pengalaman saya sebagai Bujang Gadis Ogan Ilir. Saya memiliki kesempatan memperkenalkan budaya, potensi wisata, dan kearifan lokal Kabupaten Ogan Ilir kepada masyarakat luas. Selain itu, melalui lomba video kreatif saya ikut menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat mengenai pembangunan daerah dan pentingnya literasi digital. Di lingkungan kampus maupun organisasi, saya belajar bekerja sama dengan anggota yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang demi mencapai tujuan bersama. Jika sila ketiga tidak diamalkan, rasa persatuan akan melemah sehingga mudah terjadi perpecahan, konflik, dan hilangnya kepedulian terhadap budaya serta identitas bangsa.

 

Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya praktikkan dalam kegiatan organisasi, diskusi kelas, maupun kerja kelompok. Saya terbiasa menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan pandangan teman, serta menerima keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah dan mufakat. Dalam kehidupan kelas, saya juga menghargai proses demokrasi, seperti pemilihan ketua kelas maupun pembagian tugas secara adil. Bagi saya, keputusan terbaik adalah keputusan yang mempertimbangkan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi. Apabila sila keempat tidak diterapkan, seseorang akan cenderung memaksakan kehendak, mengabaikan pendapat orang lain, dan menimbulkan konflik yang menghambat terciptanya kerja sama.

 

Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya wujudkan dengan berusaha memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar melalui prestasi, berbagi pengalaman, serta memperlakukan semua orang secara adil. Saya percaya bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan untuk berkembang tanpa diskriminasi. Penghargaan yang saya peroleh bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga motivasi untuk terus berkontribusi kepada masyarakat melalui edukasi, kegiatan sosial, dan pengembangan diri. Apabila sila kelima tidak diterapkan, akan muncul ketidakadilan, kesenjangan sosial, sikap pilih kasih, serta hilangnya kesempatan bagi sebagian orang untuk berkembang.

 

Sebagai penutup, saya menyadari bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Berbagai pengalaman yang saya peroleh sebagai mahasiswi aktif, finalis Bujang Gadis Ogan Ilir, delegasi Jambore Nasional Generasi Hijau, serta peserta berbagai kompetisi telah mengajarkan bahwa nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan saling melengkapi dalam membentuk karakter generasi muda. Saya berharap dapat terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila agar mampu menjadi pribadi yang berintegritas, bermanfaat bagi masyarakat, serta memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Ogan Ilir, dunia kesehatan, dan Indonesia.

Berita Terkait

Mengenal Diri Saya Melalui Nilai-Nilai Pancasila
Pancasila dalam Denyut Keseharian Saya
Pancasila dalam Langkah Awalku Menatap Masa Depan di Kesehatan Lingkungan
Menyemai Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Santri
Perbuatan Sehari-hari yang Mencerminkan Nilai-Nilai Pancasila
Pancasila dalam Kompas Moral dan Tindakan Saya
Pancasila dalam Kehidupanku: Sebagai Refleksi Diri 
Penerapan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari 

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Mengenal Diri Saya Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Pancasila dalam Denyut Keseharian Saya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Menghidupi Nilai-Nilai Pancasila melalui Prestasi, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Pancasila dalam Langkah Awalku Menatap Masa Depan di Kesehatan Lingkungan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Menyemai Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Santri

Berita Terbaru

Sumsel

Mengenal Diri Saya Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:37 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Denyut Keseharian Saya

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:33 WIB

Sumsel

Menyemai Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Santri

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:18 WIB