Nama : Raysa Rizki Amanah
NIM : PO7133226025
Prodi : D3 Pengawasan Epidemiologi
Pancasila dalam Kompas Moral dan Tindakan Saya
Pancasila sering kali dianggap sebagai konsep berbangsa yang mulia, namun keberadaannya baru terasa bermakna ketika kita mengaktualisasikan dalam tindakan nyata. Dalam keseharian,saya menjadikan sila pancasila sebagai kompas moral untuk membimbing cara saya berpikir dan berinteraksi dengan sesama.
SILA PERTAMA (KETUHANAN YANG MAHA ESA)
Penerapan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. saya jalankan dengan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Saya meyakini bahwa iman tidak hanya di ukur dari ritual pribadi, tetapi juga dari bagaimana kita menghormati kebebasan beribadah orang lain.
SILA KEDUA (KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB)
Penerapan sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Di mana saya berusaha memperlakukan setiap orang dengan setara tanpa memandang status sosial. Menjaga etika berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, dan menolak aksi saya dalam menjaga marwah kemanusiaan.
SILA KETIGA (PERSATUAN INDONESIA)
Penerapan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Saya mewujudkan lewat sikap terbuka untuk bekerja sama dengan siapa saja tanpa memilah latar belakang suku maupun asal-usul. Dalam skala mikro, gotong royong dan menjaga keharmonisan pertemanan adalah bentuk nyata dari upaya merawat persatuan tersebut. Ketika berhadapan dengan konflik atau pengambilan keputusan bersama.
SILA KEEMPAT (HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN)
Penerapan sila keempat, Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakila. Saya selalu mengutamakan diskusi yang dingin,belajar meredam ego,serta menghormati keputusan akhir yang disepakati bersama.
SILA KELIMA (KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA)
Penerapan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.Mengajarkan saya untuk peduli pada keseimbangan hak dan kewajiban.Saya membiasakan diri untuk taat pada aturan umum, dan menghargai karya orang lain,serta tidak mengambil hak yang bukan milik saya. Menghidupi Pancasila bagi saya adalah sebuah proses belajar yang berlanjut.
Mengamalkan Pancasila tidak harus menunggu momen yang besar.Bagi saya, konsisten untuk terus berbuat baik dan menghargai sesama adalah cara terbaik untuk bisa menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam diri kita.







