Pancasila dalam Langkah Awalku Menatap Masa Depan di Kesehatan Lingkungan

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Shakila Ingka Putri Rinjani

NIM   : PO7133226017

Prodi : D3 Pengawasan Epidemiologi

 

Pancasila dalam Langkah Awalku Menatap Masa Depan di Kesehatan Lingkungan

 

Jujur saja, menerima tugas menulis esai ini di hari pertama menjadi mahasiswa baru (Maba) membuat saya sempat bingung. Dulu, saya mengira Pancasila hanyalah materi hafalan untuk lulus ujian sekolah atau sekadar teks wajib saat upacara bendera. Namun, berdiri di gerbang perkuliahan sebagai mahasiswa Kesehatan Lingkungan dengan program studi Pengawasan Epidemiologi, membuka mata saya. Pancasila ternyata bukan sesuatu yang jauh di luar sana. Nilai-nilainya justru sudah ada di dalam diri saya, menjadi bahan bakar dan kompas moral saat saya memulai perjalanan baru yang penuh tanggung jawab ini.

 

Sebagai maba, tantangan terbesar adalah adaptasi, dan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi jangkar spiritual saya. Memasuki dunia kampus yang asing dan kompetitif tentu memicu rasa cemas. Di sinilah sila pertama bekerja di dalam diri saya; sebagai sumber kekuatan, ketenangan, dan rasa syukur karena telah diberi kesempatan untuk kuliah di jurusan ini. Menjaga kesehatan lingkungan hidup dan belajar melacak pola penyakit (Epidemiologi) adalah cara nyata saya nantinya untuk mensyukuri dan menjaga bumi ciptaan Tuhan.

 

Langkah awal saya di kampus juga dituntun oleh Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Alasan utama saya memilih prodi Pengawasan Epidemiologi adalah karena saya tidak tega melihat masyarakat menderita akibat wabah penyakit atau lingkungan yang kotor. Sila ini hidup dalam diri saya sebagai rasa empati yang tinggi. Di hari pertama ini, saya berjanji pada diri sendiri untuk memanfaatkan masa kuliah ini bukan sekadar mencari gelar, tetapi untuk mengasah kepekaan kemanusiaan agar kelak bisa membantu sesama tanpa membeda-bedakan status sosial mereka. Sebagai maba, saya juga langsung dihadapkan pada lingkungan baru yang heterogen.

 

Di sinilah Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, langsung saya praktikkan. Di kelas, saya bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai suku, daerah, dan latar belakang yang berbeda. Jiwa Pancasila dalam diri mendorong saya untuk membuka diri, membuang prasangka, dan merangkul perbedaan tersebut. Saya sadar, tantangan kesehatan lingkungan di masa depan terlalu besar jika dihadapi sendirian; kami sebagai sesama maba harus bersatu dan kompak sejak hari pertama.

 

Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menjadi mentor saya dalam menurunkan ego. Dunia perkuliahan pasti akan penuh dengan kerja kelompok, diskusi, dan organisasi. Hari ini, saya belajar untuk menjadi pendengar yang baik bagi teman-teman baru saya. Sila keempat ini melatih saya untuk tidak menang sendiri, menghargai pendapat orang lain saat kerja kelompok nanti, dan mengutamakan musyawarah demi mencapai mufakat.

 

Terakhir, Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi cita-cita besar yang membakar semangat saya sejak hari pertama kuliah. Saya tahu masih banyak daerah di Indonesia yang belum mendapatkan akses air bersih yang layak atau terbebas dari ancaman wabah penyakit. Masuknya saya ke prodi Pengawasan Epidemiologi adalah langkah awal konkret saya untuk ikut mewujudkan keadilan tersebut. Saya ingin ilmu yang saya pelajari nanti bisa menaikkan derajat kesehatan masyarakat kecil yang sering kali terabaikan.

 

Pada akhirnya, tugas hari pertama ini menyadarkan saya bahwa Pancasila bukanlah teori muluk-muluk. la adalah identitas yang melekat di dalam jaket almamater yang akan saya kenakan. Di hari pertama sebagai mahasiswa baru Kesehatan Lingkungan, saya siap mengalirkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tugas, diskusi, dan praktik lapangan demi kesehatan bangsa di masa depan.

Berita Terkait

Menghidupi Nilai-Nilai Pancasila melalui Prestasi, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial
Menyemai Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Santri
Perbuatan Sehari-hari yang Mencerminkan Nilai-Nilai Pancasila
Pancasila dalam Kompas Moral dan Tindakan Saya
Pancasila dalam Kehidupanku: Sebagai Refleksi Diri 
Penerapan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari 
Perbuatan Sehari-hari yang Mencerminkan Nilai-nilai Pancasila
Refleksi Diri dalam Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Menghidupi Nilai-Nilai Pancasila melalui Prestasi, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Pancasila dalam Langkah Awalku Menatap Masa Depan di Kesehatan Lingkungan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Menyemai Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Santri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Perbuatan Sehari-hari yang Mencerminkan Nilai-Nilai Pancasila

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Pancasila dalam Kompas Moral dan Tindakan Saya

Berita Terbaru

Sumsel

Menyemai Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Santri

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:18 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Kompas Moral dan Tindakan Saya

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:09 WIB