Mengakarkan Nilai Pancasila dalam Kebiasaan Gen Z

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Ananda Putri Khairunnisah

Nim  : PO7133126034

Prodi : D3 Sanitasi

 

Mengakarkan Nilai Pancasila dalam Kebiasaan Gen Z

 

Pancasila sering kali diperbincangkan dalam ruang – ruang formal seperti upacara bendera, seminar kebangsaan, atau lembar soal ujian akademik. Namun, bagi gen z yang tumbuh di era digital, relevansi Pancasila tidak lagi terletak pada seberapa hafal seseorang menghafalkan lima silanya, melainkan bagaimana nilai – nilai tersebut terefleksikan dalam tindakan dan kebiasaan dalam kebiasaan sehari hari. Dalam kehidupan sehari hari Gen Z, penerjemahan Pancasila hadir melalui bentuk-bentuk yang adaptif dan konkret.

 

Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, menurut saya tidak hanya diwujudkan dalam ibadah personal, tetapi juga lewat rasa saling menghormati perbedaan keyakinan di tengah pergaulan yang makin terbuka. Seperti pengalaman saya yang memiliki teman virtual yang berbeda keyakinan tetapi saya dan teman saya saling menghargai dan tetap berteman baik. Hubungan ini menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas bukan sekedar hubungan vertikal antara manusia dan Tuhannya, tetapi juga hubungan horizontal yang tercermin melalui rasa empati dan toleransi antar sesama.

 

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tercermin dari kepedulian kita terhadap isu-isu sosial, kesadaran menjaga empati terhadap sesama, serta etika kita dalam berinteraksi baik di dunia nyata maupun di media sosial. Seperti contohnya saya membantu dan repost kampanye urun dana (penggalangan dana), walaupun saya hanya sebatas membagikan ulang tautan penggalangan dana di media sosial, tetapi saya sudah termasuk mengamalkan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

 

Sila Persatuan Indonesia, di tengah derasnya paparan budaya luar serta potensi

polarisasi akibat perbedaan pandangan di media sosial, Saya sebagai gen z justru memiliki cara tersendiri untuk menjaga keutuhan bangsa. Seperti contohnya, kolaborasi dan solidaritas digital, Saya tetap mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu saat berinteraksi sesama teman virtual saya ataupun warganet dari berbagai daerah di media sosial atau game online. Dan juga, Saya mengesampingkan perbedaan suku, daerah, atau pilihan politik untuk bersama-sama mengawal isu kebangsaan, meramaikan tagar positif atau membantu sesama warga negara yang sedang tertimpa musibah.

 

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dalam kehidupan sehari-hari gen z tercermin dari kebiasaan bermusyawarah, baik secara langsung maupun digital. Contohnya, kebiasaan ini terlihat ketika saya dan teman-teman kelas saya mengambil keputusan bersama melalui voting di group kelas untuk menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi, agar tidak memaksakan kehendak pribadi.

 

Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam keseharian gen z terlihat dari kepedulian kita soal kesetaraan dan keadilan. Di kehidupan nyata, contohnya seperti saya terbiasa merangkul siapa saja teman-teman saya tanpa memandang status sosial, perbedaan suku ataupun agama. Dan juga saya menghargai hak orang lain di tempat umum. Sementara di media sosial atau dunia digital, Sila Kelima ini saya wujudkan lewat keberanian untuk menyuarakan isu inklusivitas, menolak diskriminasi dan membagikan ilmu agar semua orang punya kesempatan belajar yang sama.

 

Mengakarkan Pancasila di Gen Z itu berarti membuat nilai-nilai dasarnya menyatu dengan gaya hidup sehari-hari yang santai dan dinamis. Saat Pancasila benar-benar dipakai menjadi kompas moral saat kita bersikap dan berinteraksi setiap hari, Pancasila tidak hanya menjadi bahan hafalan atau teori sejarah. Lebih dari itu, nilai-nilainya akan berubah menjadi identitas diri yang kuat untuk kita sebagai generasi penerus bangsa.

Berita Terkait

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Panduan Etika dan Moral Masyarakat Indonesia
Pancasila dalam Keseharian : Refleksi Hidup dan Berkelakuan
Ketika Pancasila Menjadi Bagian dari Diri
Lima Sila, Sejuta Cerita Kecil
Aku dan 5 Makna Pancasila yang Memberi Arti Hidupku 
Menghidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengamalan Lima Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Menjadikan Pancasila Sebagai Watak Diri

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Mengakarkan Nilai Pancasila dalam Kebiasaan Gen Z

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Panduan Etika dan Moral Masyarakat Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pancasila dalam Keseharian : Refleksi Hidup dan Berkelakuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Ketika Pancasila Menjadi Bagian dari Diri

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Lima Sila, Sejuta Cerita Kecil

Berita Terbaru

Sumsel

Mengakarkan Nilai Pancasila dalam Kebiasaan Gen Z

Senin, 24 Agu 2026 - 22:16 WIB

Sumsel

Ketika Pancasila Menjadi Bagian dari Diri

Senin, 24 Agu 2026 - 22:02 WIB

Sumsel

Lima Sila, Sejuta Cerita Kecil

Senin, 24 Agu 2026 - 21:58 WIB