Aku dan 5 Makna Pancasila yang Memberi Arti Hidupku 

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Selfina Julia Syafira

NIM   : PO7133126004

Prodi : D3 Sanitasi

 

Aku dan 5 Makna Pancasila yang Memberi Arti Hidupku

 

Pancasila bukan sekedar teori akademis, melainkan kompas moral yang melandasi tindakan sehari-hari. Sebagai mahasiswa D3 Sanitasi, saya menghayati nilai-nilai Pancasila melalui pengalaman nyata yang membentuk karakter, pola pikir, serta cara saya berinteraksi dengan sesama dan lingkungan.

 

Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)

Nilai ini saya rasakan melalui persahabatan dengan teman bimbingan belajar yang berbeda agama. Saat makan bersama, kami saling memahami pantangan makanan masing-masing tanpa memaksa atau mengejek. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan keyakinan. Sila pertama membentuk saya menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana.

 

Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)

Saya merasakannya saat membantu teman sekolah yang mengalami keterbatasan finansial untuk membayar biaya foto bersama. Saya membantunya ikhlas tanpa meminta pengembalian. Dari kejadian ini, saya belajar bahwa setiap manusia berhak diperlakukan sama. Sila kedua membentuk saya menjadi pribadi berempati.

 

Sila 3 (Persatuan Indonesia)

Nilai persatuan terasa saat kerja bakti membersihkan kelas. Melalui pembagian tugas menyapu, mengepel, dan merapikan kursi, pekerjaan berat terasa ringan karena dikerjakan bersama. Saya belajar bahwa kerja sama meringankan beban. Sila ketiga membentuk saya menjadi pribadi yang gemar bergotong royong.

 

Sila 4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam PermusyawaratanPerwakilan)

Nilai ini terwujud saat pembagian materi presentasi kelompok. Meskipun awal pembagian tidak sesuai keinginan pribadi, kami bermusyawarah hingga saya menerima materi lain dengan lapang dada. Saya belajar tidak memaksakan kehendak. Sila keempat membentuk saya menjadi pribadi yang menghormati mufakat.

 

Sila 5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

Saya merasakannya saat guru membagi kelompok presentasi secara acak demi kesetaraan. Walau tidak sekelompok dengan teman akrab, saya menerima keputusan tersebut. Saya belajar bahwa keadilan berarti memberi kesempatan yang sama. Sila kelima membentuk saya menjadi pribadi yang adil.

 

Penutup

Seluruh pengalaman ini membuktikan bahwa Pancasila hidup dalam tindakan sehari-hari. Sebagai mahasiswa D3 Sanitasi, nilai-nilai ini menjadi bekal berharga untuk kelak bertugas sebagai tenaga kesehatan lingkungan yang berintegritas dan berempati di masyarakat.

Berita Terkait

Mengakarkan Nilai Pancasila dalam Kebiasaan Gen Z
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Panduan Etika dan Moral Masyarakat Indonesia
Pancasila dalam Keseharian : Refleksi Hidup dan Berkelakuan
Ketika Pancasila Menjadi Bagian dari Diri
Lima Sila, Sejuta Cerita Kecil
Menghidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengamalan Lima Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Menjadikan Pancasila Sebagai Watak Diri

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Mengakarkan Nilai Pancasila dalam Kebiasaan Gen Z

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Panduan Etika dan Moral Masyarakat Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pancasila dalam Keseharian : Refleksi Hidup dan Berkelakuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Ketika Pancasila Menjadi Bagian dari Diri

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Lima Sila, Sejuta Cerita Kecil

Berita Terbaru

Sumsel

Mengakarkan Nilai Pancasila dalam Kebiasaan Gen Z

Senin, 24 Agu 2026 - 22:16 WIB

Sumsel

Ketika Pancasila Menjadi Bagian dari Diri

Senin, 24 Agu 2026 - 22:02 WIB

Sumsel

Lima Sila, Sejuta Cerita Kecil

Senin, 24 Agu 2026 - 21:58 WIB