Nama : Nesya Inayah Herfiani
NIM : PO7133126011
Prodi : D3 Sanitasi
Menjadikan Pancasila Sebagai Watak Diri
Pancasila bukan sekadar dasar negara atau lambang yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, melainkan jati diri bangsa sekaligus pandangan hidup yang harus tumbuh dan mewujud dalam diri setiap orang Indonesia, termasuk saya. Sebagai mahasiswa yang hidup di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya, saya menyadari bahwa kelima sila Pancasila adalah warisan luhur yang diambil langsung dari kearifan asli nenek moyang kita, sehingga sangat pantas menjadi pedoman arah kehidupan saya sehari-hari.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk meyakini bahwa segala sesuatu ada di bawah pengawasan Tuhan. Oleh karena itu, saya berusaha menyelaraskan setiap langkah dan cita-cita dengan nilai-nilai keagamaan, senantiasa bersyukur, menjaga kesucian hati, serta menghormati keyakinan orang lain agar tercipta kedamaian dalam kebersamaan.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mendorong saya untuk bersikap manusiawi terhadap sesama. Saya belajar untuk menghargai, menghormati martabat orang lain, tidak membeda-bedakan perlakuan, serta berani membela kebenaran dan keadilan. Sikap empati, saling membantu, dan tidak menyakiti hati orang lain menjadi upaya nyata saya dalam menghayati sila kedua ini.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajak saya mencintai tanah air dan menjaga kerukunan di atas segala perbedaan. Di mana pun saya berada, saya menjaga persatuan, tidak menyebarkan perpecahan, bangga menggunakan produk dan budaya bangsa sendiri, serta berusaha berkontribusi menjaga nama baik Indonesia melalui perbuatan-perbuatan yang baik.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, melatih saya untuk menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, dan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah. Saya berusaha bersikap terbuka, sopan dalam menyampaikan gagasan, serta menghargai keputusan yang diambil bersama.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengingatkan saya untuk hidup sederhana, bekerja keras, tidak bersikap boros atau berlebihan, serta tidak merugikan orang lain demi keuntungan sendiri. Saya bertekad untuk bersikap adil, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan senantiasa mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Akhirnya, saya menyadari bahwa menempatkan Pancasila dalam diri sendiri berarti menjadikannya nyata dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Saya bertekad untuk terus menjadikan Pancasila sebagai cermin kepribadian, pedoman hidup, dan kekuatan yang menggerakkan saya untuk berbakti bagi kemajuan diri, masyarakat, dan tanah air tercinta, Indonesia.







