Nama: Naura Yesica Amelia
NIM : PO7124126040
Prodi : D3 Kebidanan
Mencerminkan Nilai Pancasila dalam Diriku
Sejak kecil, saya dididik untuk percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini sudah ada yang mengatur. Dulu, saya melaksanakan salat karena disuruh dan mengaji karena takut dimarahi. Namun, seiring bertambahnya usia, saya mulai menyadari bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita. Saya bukanlah manusia yang sempurna. Terkadang saya terlambat melaksanakan salat atau mengeluh ketika tugas kuliah menumpuk. Namun, saya selalu berusaha untuk kembali memperbaiki diri karena saya tahu bahwa tempat saya untuk kembali hanya kepada Tuhan.
Bagi saya, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan cara dalam memandang kehidupan. Rezeki, nilai, pertemanan, bahkan pilihan saya untuk menempuh pendidikan di jurusan kebidanan merupakan bagian dari jalan yang telah ditentukan Tuhan. Tugas saya adalah berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada-Nya dengan penuh keikhlasan dan tawakal.
Mengapa saya memilih menjadi bidan? Awalnya karena saya senang membantu orang lain. Namun, setelah menjalaninya, saya mulai memahami bahwa mungkin inilah cara Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk bermanfaat bagi orang lain. Setiap kali belajar tentang persalinan serta kehidupan dan keselamatan ibu dan bayi, saya merasa terharu. Seolah-olah ada pengingat dalam diri saya bahwa profesi ini merupakan sebuah amanah yang tidak boleh dijalankan dengan sembarangan.
Saya membayangkan suatu saat nanti akan ada seorang ibu yang sedang merasakan sakit dan seorang bayi yang untuk pertama kalinya menangis ketika dilahirkan. Pada saat itu, saya harus mampu bersikap kuat, tenang, dan menjadi tempat bagi pasien untuk mendapatkan rasa aman. Saya ingin setiap tindakan yang saya lakukan dilandasi niat ibadah. Saya tidak ingin menjadi tenaga kesehatan yang bersikap dingin. Saya ingin menjadi bidan yang membuat pasien merasa nyaman dan aman karena setiap pelayanan yang saya berikan disertai dengan doa dan ketulusan.
Di kelas, saya memiliki teman-teman yang memiliki agama dan keyakinan yang berbeda. Awalnya, saya sempat bingung bagaimana harus bersikap. Namun, saya memahami bahwa Tuhan mengajarkan kita untuk saling menghormati. Saya tidak harus memiliki keyakinan yang sama dengan orang lain, tetapi saya harus mampu menghargai dan menjaga hubungan baik dengan mereka.
Bagi saya, menghargai perbedaan juga merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai Ketuhanan. Keberagaman bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan bagi kita untuk belajar hidup berdampingan. Kita memang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu kelas dan memiliki satu tujuan, yaitu menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan Indonesia.
Sebagai mahasiswa, saya juga belajar bahwa setiap keputusan sebaiknya diambil melalui musyawarah dengan menghargai pendapat orang lain. Dalam kegiatan organisasi maupun kerja kelompok, saya belajar untuk mendengarkan, berdiskusi, dan tidak memaksakan kehendak. Saya percaya bahwa seorang pemimpin yang baik adalah orang yang bijaksana dan mau mendengarkan orang lain.
Hal tersebut juga akan saya terapkan ketika nantinya menjadi seorang bidan. Dalam memberikan pelayanan, saya harus mampu bermusyawarah dan berkomunikasi dengan keluarga pasien maupun tenaga kesehatan lainnya, seperti dokter, sehingga keputusan yang diambil dapat memberikan hasil terbaik bagi ibu dan bayi.
Saya percaya bahwa hidup ini hanya sementara. Pada akhirnya, yang akan kita bawa bukanlah harta atau jabatan, melainkan amal dan kebaikan yang telah kita lakukan. Oleh karena itu, saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Saya ingin menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang saya dapatkan menjadi berkah dan dapat bermanfaat bagi orang lain.
Saya ingin menjadi bidan yang melayani setiap orang tanpa membeda-bedakan. Baik orang kaya maupun miskin, memiliki BPJS maupun tidak, semuanya berhak mendapatkan pertolongan dan pelayanan kesehatan yang baik. Saya ingin membantu orang lain dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan. Dengan begitu, saya berharap dapat membuat orang tua saya bangga, menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat, dan yang paling utama mendapatkan rida Allah SWT.
Bagi saya, mencerminkan nilai-nilai Pancasila bukan hanya dengan menghafalkan lima sila, tetapi dengan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keimanan, sikap menghargai perbedaan, musyawarah, kepedulian, dan keinginan untuk melayani sesama, saya ingin terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan calon bidan yang amanah.














