Nama: Meilisa Ria Irawan
NIM : PO7131126051
Prodi : D3-Gizi
Membumikan Pancasila melalui Aktivitas Sehari-hari
Membumikan Pancasila dalam Aktivitas Harian Sebagai warga negara Indonesia, Pancasila bukan sekadar pajangan dinding atau teks yang dihafalkan saat upacara. Bagi saya, nilai-nilai di dalamnya adalah panduan nyata yang membimbing bagaimana saya bersikap, memperlakukan orang lain, dan menjalani aktivitas dari pagi hingga malam hari.
Berikut adalah cara saya menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:
Sila pertama yang berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, pengamalan saya terhadap pancasila yang pertama yaitu tercermin dalam kedisiplinan beribadah sebelum memulai aktivitas. Dalam kehidupan sehari-hari, saya membiasakan diri berdoa sebelum makan, belajar, atau bekerja, serta selalu menyempatkan waktu beribadah tepat waktu di sela-sela kesibukan harian saya.
Sila kedua yang berbunyi, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, pengamalan saya terhadap pancasila yang kedua yaitu saya wujudkan melalui sikap peduli pada sesama di jalan. Saya membiasakan diri untuk memberikan tempat duduk kepada ibu hamil atau lansia saat naik transportasi umum, serta selalu menyapa dan tersenyum ramah kepada satpam, ojek online, atau kurir paket yang datang ke rumah.
Sila ketiga yang berbunyi, “Persatuan Indonesia”, pengamalan saya terhadap pancasila yang ketiga yaitu terlihat ketika saya bergaul tanpa membeda-bedakan latar belakang. Di lingkungan tempat tinggal maupun media sosial, saya selalu senang berteman dan mengobrol dengan siapa saja dari suku mana pun, serta ikut serta dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.
Sila keempat yang berbunyi, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, diajarkan melalui musyawarah kecil saat menentukan pilihan bersama. Ketika sedang berkumpul bersama keluarga atau teman dan bingung memilih tempat makan atau tujuan liburan, saya tidak egois memaksakan kehendak sendiri dan selalu setuju untuk mengambil suara terbanyak demi kebaikan bersama.
Terakhir, sila kelima yang berbunyi, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, pengamalan saya terhadap pancasila yang kelima yaitu diwujudkan dengan gaya hidup hemat dan tertib antre. Saya membiasakan diri untuk tidak boros saat jajan, selalu mengantre dengan sabar di kasir minimarket atau ATM, dan tidak mengambil hak atau posisi orang lain yang sudah datang lebih dulu.
Pada akhirnya, menjaga keutuhan bangsa tidak harus dimulai dengan hal-hal besar yang rumit. Melalui tindakan kecil dan konsisten yang saya lakukan setiap hari, saya percaya nilai luhur Pancasila akan tetap hidup dan membawa dampak positif bagi lingkungan di sekitar saya.







