Masuk 2026, Pemkot Palembang Terapkan Skema PPPK Paruh Waktu bagi 886 Tenaga Pendidikan

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan SK dan penandatanganan SPK PPPK paruh waktu menjadi awal penerapan kerja berbasis kinerja di sektor pendidikan Palembang.

Penyerahan SK dan penandatanganan SPK PPPK paruh waktu menjadi awal penerapan kerja berbasis kinerja di sektor pendidikan Palembang.

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Pemerintah Kota Palembang mengirim pesan jelas soal arah pengelolaan tenaga pendidikan. Memasuki 2026, sebanyak 886 guru dan tenaga kependidikan resmi menerima Surat Keputusan (SK) Wali Kota sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Kebijakan ini menandai pergeseran pendekatan pemerintah daerah dari sekadar pemenuhan status kepegawaian menuju kerja berbasis kinerja dan tanggung jawab profesional.

Penyerahan ratusan SK tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Ia menjadi titik awal pengabdian ribuan pendidik dengan sistem kontrak yang terukur, di tengah keterbatasan formasi aparatur sipil negara dan kebutuhan riil sekolah yang tak bisa ditunda.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H. M. Affan Prapanca, M.T., IPM., mengatakan penyerahan SK PPPK paruh waktu merupakan bagian dari penegasan kebijakan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan pada 2026. “Sebanyak 886 SK PPPK paruh waktu dibagikan dalam dua gelombang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Penyerahan SK Wali Kota, surat perintah penugasan, serta penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) dilaksanakan dalam dua tahap. Gelombang pertama berlangsung pada Kamis, 23 Januari 2026, bertempat di Ruang Parameswara Kantor Wali Kota Palembang dan diikuti perwakilan guru. Sementara gelombang kedua dijadwalkan pada Jumat, 30 Januari 2026, khusus bagi tenaga kependidikan.

Menurut Affan, langkah ini menjadi awal pelaksanaan tugas dan tanggung jawab ribuan guru serta tenaga kependidikan paruh waktu dalam menopang keberlanjutan proses pendidikan sepanjang 2026. Kehadiran mereka dinilai strategis untuk menutup kekurangan tenaga pendidik di sejumlah satuan pendidikan negeri, terutama di sekolah kejuruan dan sekolah dengan kebutuhan tenaga pengajar khusus.

“Penyerahan SK ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah awal dari komitmen kerja yang harus dijalankan secara profesional,” katanya.

Ia menegaskan, status paruh waktu tidak boleh dimaknai sebagai pengabdian setengah hati. Kualitas layanan pendidikan, menurutnya, sangat bergantung pada integritas, disiplin, dan etos kerja para pendidik serta tenaga kependidikan, tanpa memandang status kepegawaiannya.

“Kami berharap seluruh penerima SK memiliki rasa tanggung jawab penuh, mematuhi aturan, serta menjaga profesionalisme sebagai pendidik dan pelayan publik,” ujarnya.

Affan juga menjelaskan bahwa skema PPPK paruh waktu merupakan solusi kebijakan pemerintah daerah dalam menjawab keterbatasan formasi aparatur sipil negara, tanpa mengabaikan kebutuhan nyata sekolah. Melalui skema ini, pemerintah berupaya menjaga mutu pembelajaran sekaligus memberikan kepastian kerja bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

Sejumlah penerima SK menyambut kebijakan tersebut dengan rasa syukur dan optimisme. Bagi mereka, SK PPPK paruh waktu bukan hanya legalitas kerja, tetapi juga bentuk pengakuan atas peran dan kontribusi dalam dunia pendidikan.

Melalui penyerahan ratusan SK ini, Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia, sekaligus memastikan proses belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Berita Terkait

Biaya Pengemasan Tinggi Penyebab Beras Premium Kemasan 5 Kg Langka di Pasaran Sumsel
Polisi Jelaskan Tidak Ada Aksi Pelaku Penculikan
Mediasi Buntu, Warga Kenten Raya ‘Tagih’ Air Bersih PDAM Tirta Betuah di Pengadilan
Sidang Suap Smart Board-Chromebook Muara Enim: Saksi Ungkap Abi Kenalkan Cory Saat Survei di Jakarta
Gelapkan 80 Dus Bir, Arianto Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang
Menyikapi Dampak Kabut Asap Karhutla, Korsatpel Terminal Jakabaring Bagikan Ratusan Masker Gratis
Pertamina Patra Niaga Pastikan Avtur Siaga, Dukung Operasi Udara Pemadaman Karhutla di Sumsel
Kemarau Panjang dan Kabut Asap, Ratu Dewa Ajak Warga Berdoa dan Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:09 WIB

Biaya Pengemasan Tinggi Penyebab Beras Premium Kemasan 5 Kg Langka di Pasaran Sumsel

Rabu, 9 September 2026 - 18:05 WIB

Polisi Jelaskan Tidak Ada Aksi Pelaku Penculikan

Rabu, 9 September 2026 - 18:03 WIB

Mediasi Buntu, Warga Kenten Raya ‘Tagih’ Air Bersih PDAM Tirta Betuah di Pengadilan

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Sidang Suap Smart Board-Chromebook Muara Enim: Saksi Ungkap Abi Kenalkan Cory Saat Survei di Jakarta

Rabu, 9 September 2026 - 17:56 WIB

Gelapkan 80 Dus Bir, Arianto Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang

Berita Terbaru

Foto sekolah yg di datangi

Kota Palembang

Polisi Jelaskan Tidak Ada Aksi Pelaku Penculikan

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:05 WIB