Lina Dedy Desainer Lady’s Tenun Klasik Prakarsai Maha Karya Jumputan Songket

- Redaksi

Minggu, 6 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Desainer Lady’s Tenun Klasik, Lina Dedy memperlihatkan karya Jumputan Songket kepada Ibu Gubernur, Eliza Alex Noerdin pada 2010 lalu

 

SUARAPUNLIK.ID, PALEMBANG –

Inovasi dan kreativitas menjadi kunci seorang desainer bertahan di dunia fashion. Karya ditampilkan harus mampu memberikan sentuhan baru namun tetap mempertahankan ciri khas tradisional. Nyatanya, hal itu lah yang menjadikan Lina Dedy, desainer Lady’s Tenun Klasik untuk bertahan bahkan berkembang.

 

Salah satunya, inovasi yang sampai sekarang menjadi inspirasi desainer lain yang bermain di ranah kain tradisional adalah jumputan songket. “Dulu mereka (desainer, red) masih mengunakan kain songket atau jumputan saja, saya sudah memperkenalkan kain jumputan songket sejak 2010 lalu, katanya.

 

Bahkan, kata dia, dirinya memperkenalkan langsung kepada ibu gubernur waktu itu, Eliza Alex Noerdin di Griya Agung. “Saat itu beliau (Eliza Alex Noerdin, red) memang sangat support untuk pengembangan kain tradisional di Sumsel,” ucap Lina

 

Diakui Lina, dirinya memang rutin memberikan sentuhan baru pada setiap karya miliknya. Namun tetap mempertahankan ciri khasnya berupa penggunaan kain tradisional. Seperti songket, jumputan, batik dan kain tradisional lainnya. Seperti aplikasi angkinan pada busana.

 

Terbaru, kata dia, karya ditampilkan saat Indonesia Modest Fashion Week atau dikenal dengan sebutan IMFW. Event yang menjadi trendsetter modest lifestyle dalam busana Modest atau Muslim Fashion.

 

Tahun ini, IMFW akan diselenggarakan selama 4 hari pada tanggal 27 – 30 Oktober 2022 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center (JCC), Lady’s Tenun Klasik yang mengangkat tema The Beauty of Prada.

 

Lina mengatakan, prada IMFW kali ini dirinya menghadirkan koleksi Prada. Pemilihan Prada karena kain ini sangat cantik dan sangat cocok. Apalagi, orang tahu-nya kain cantik dari Palembang itu songket saja, padahal ada banyak sekali kain yang cantik. Salah satunya Prada. ”

 

Lady’s Tenun Klasik menampilkan 11 koleksi busana kain prada dan kain jumputan yang diprada dan dilukis dengan warna-warna yang gemerlap.

 

 

Dikatakan, busana yang ditampilkan tetap mempertahankan ciri khas dari busana Lady’s Tenun Klasik yakni klasik, mewah dan elegan. Mulai dari set dress, bolero dan gamis hingga abaya.

 

Koleksi dari kain prada ini menjadikan sebuah karya cantik yang elegant dan klasik tanpa menghilangkan nuansa etnic yang merupakan ciri khas dari Lady’s tenun klasik yang selalu menampilkan koleksi-koleksi etnic dari Palembang. “Busana ini tampil dengan cuting yang sangat unik dengan aksen sangat detail dibikin secara handmade,” ulas dia.

 

Ia mengatakan, dirinya sengaja menggunakan kain prada Palembang. Selain cantik kain ini merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Namun tetap dengan fashion yang dikemas modern agar bisa diterima diseluruh nusantara khususnya di acara Indonesia Modest Fashion Week 2022.

 

Kain peradan atau disebut juga kain prada juga menjadi salah satu kain tradisional Palembang. Umumnya, kain prada menggunakan bahan organdi atau kain yang sudah jadi lengkap dengan motif khas Palembang lalu diprada.

 

Teknik prada dimulai dengan pemberian lem pada motif kain kemudian dijemur kembali. Proses produksi kain prada ini membutuhkan sekitar 3 hari tergantung cuaca.

 

Selain itu, kata dia, dirinya juga menggunakan ATBM Sutra, organdi sutra, Tenun songket dan ciffon sutra. Kemudian, jumputan titik tujuh aplikasi prada serta jumputan lukis aplikasi prada. “Proses yang rumit dan panjang ini dibikin sangat detail dan handmade,” pungkasnya.

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru

Sumsel

Resume Dari Hal Kecil, Saya Belajar Mengamalkan Pancasila

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:32 WIB

Sumsel

Menghidupkan Pancasila Melalui Kepedulian terhadap Sesama

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:24 WIB

Sumsel

Mendeskripsikan diri Seharian Saya dengan Nilai Pancasila

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:07 WIB