Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga, Timbulkan Tsunami di Jepang dan AS

- Redaksi

Senin, 17 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung api bawah laut Tonga yang meletus beberapa hari lalu, menimbulkan gelombang tsunami di Jepang dan AS.
Foto: net

Gunung api bawah laut Tonga yang meletus beberapa hari lalu, menimbulkan gelombang tsunami di Jepang dan AS. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, TONGA – Gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai meletus Sabtu (15/1/2022). Letusan gunung di negeri Tonga yang berada di kepulauan Pasifik itu, menimbulkan tsunami yang berdampak hingga bibir pantai Jepang dan Amerika Serikat (AS).

Aktivitas gunung itu sendiri belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Justru sebaliknya, gunung itu pada hari ini dilaporkan meletus kembali dan menimbulkan gelombang besar.

“Ini mungkin dari ledakan lain gunung berapi Tonga. Tidak ada gempa bumi dengan ukuran signifikan yang diketahui untuk menghasilkan gelombang ini,” ujar stasiun pemantauan yang berbasis di Darwin, Australia, Senin (17/1/2021), dilansir cnbc indonesia.

Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai merupakan gunung berapi bawah laut yang baru muncul ke permukaan pada tahun 2009 silam. Gunung dengan tinggi 114 meter itu terletak sekitar 30 km Selatan gunung berapi bawah laut Fonuafoʻou dan 65 km Utara dari Tongatapu, pulau utama Tonga.

Aktivitas vulkanik memang seringkali terjadi di wilayah ini. Pasalnya, wilayah Hunga Tonga-Hunga Ha’apai adalah bagian dari busur vulkanik Kepulauan Tonga-Kermadec yang sangat aktif.

Zona ini membentang dari Selandia Baru hingga Fiji. Sebelum letusan kali ini, letusan besar terjadi pada tahun 2009 dan 2014-2015.
Pada letusan 2014-2015, dilaporkan asap bahkan membumbung tinggi dari bawah laut. Ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik masih terjadi di dasar laut meski puncak gunung itu sudah terlihat di permukaan.

Sementara itu, ilmuwan yang juga seorang dosen di Sekolah Geologi Universitas Otago, Selandia Baru, Marco Brenna, menggambarkan dampak letusan kali ini masih relatif ringan. Tetapi mengingatkan potensi letusan lain dengan dampak yang jauh lebih besar masih menghantui.

Ada reservoir magma di kedalaman 5 hingga 6 km yang telah memotori letusan sebelumnya, dan kemungkinan peristiwa yang sedang berlangsung juga diprakarsai oleh reservoir yang sama,” katanya. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru