Lampaui Target Nasional, Stunting Pagar Alam Terendah di Sumsel

- Redaksi

Rabu, 25 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Prevalensi Balita Sunted Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2022, yang menunjukkan angka stunting di Kota Pagar Alam terendah di Sumsel.

Tangkapan layar Prevalensi Balita Sunted Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2022, yang menunjukkan angka stunting di Kota Pagar Alam terendah di Sumsel.

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Berdasarkan hasil rilis Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Prevalensi Balita Sunted (Tinggi Badan Menurut Umur) Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Tahun 2022, Kota Pagar Alam kembali menjadi yang terendah untuk tingkat kasus stunting.

Dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel, angka stunting di Kota Pagar Alam berada di urutan atas, untuk tingkat kasus stunting terendah di angka 11,6 persen. Sedangkan di tingkat terendah kedua ialah Kota Lubuk Linggau, dengan capaian angka stunting 11,7 persen.

Untuk angka stunting tertinggi di Sumsel, berada di wilayah Kabupaten Musi Rawas, dengan angka capaian tingkat stuntingnya 25,4 persen, disusul Kabupaten Ogan Ilir sebesar 24,9 persen.

Kepala DP2KBP3A Kota Pagar Alam, Paber Napitupulu menuturkan, hasil SSGI untuk Prevalensi Stunting tahun 2022 sudah keluar. Kota Pagar Alam prevalensinya turun dari 15,5 persen menjadi 11,6 persen.

“Ini telah melampaui target Nasional, yakni 14 persen di tahun 2024 mendatang. Mudah-mudahan atas kerjasama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), PKK, masyarakat, seluruh kader dan dukungan Walikota Pagar Alam semoga kedepan angka ini bisa terus kita turunkan semaksimal mungkin,” harapnya.

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni, merasa sangat bersyukur, karena kerja keras yang dilakukan seluruh pihak, bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama.

“Alhamdulillah, angka stunting di Pagar Alam, kembali mengalami penurunan dan menjadi yang terendah di Sumsel,” ujarnya.

Capain yang diraih Pemkot Pagar Alam ini, kata Alpian, tentu tak terlepas dari kerja keras semua pihak. Kendati mengalami penurunan, upaya-upaya untuk menekan angka stunting di Kota Pagar Alam ini, akan terus digalakkan dengan melibatkan seluruh perangkat terkait.

“Ini semua, tentu berkat kerja semua pihak. Dan kita pun harus terus menekan angka stunting ini, serta sebisa mungkin untuk terus menurunkan angka stunting. Kalau bisa penurunan angka stunting itu, bisa di angka satu digit,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas
Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN
Bukan Pemangkasan! Kemenhaj Pagar Alam Bongkar Fakta Masa Tunggu Haji 2027 Dari 26 Menjadi 14 Tahun
Bukan Sekedar Publikasi! Deni Priansya : LTN NU Dilantik Sebagai Penyeimbang Pemerimtah Wujudkan Visi Misi
Kontrak 1.727 PPPK Paruh Waktu Segera Habis, BKPSDM Pagar Alam Beri Deadline Keras ke OPD
Era Baru NU Pagar Alam Dibawah Pimpinan Deni Priansyah, 3 Lembaga Strategis Dilantik Sebagai Mesin Perjuangan 
Di Sumsel Baru Pagar Alam! KTNA Diberi Kepercayaan Kelola Lahan Pertanian Secara Mandiri
Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bukan Pemangkasan! Kemenhaj Pagar Alam Bongkar Fakta Masa Tunggu Haji 2027 Dari 26 Menjadi 14 Tahun

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Bukan Sekedar Publikasi! Deni Priansya : LTN NU Dilantik Sebagai Penyeimbang Pemerimtah Wujudkan Visi Misi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Kontrak 1.727 PPPK Paruh Waktu Segera Habis, BKPSDM Pagar Alam Beri Deadline Keras ke OPD

Berita Terbaru