Kurang Sosialisasi dan Minim Alat Kesehatan, Program Cek Kesehatan Gratis Tak Berjalan Optimal

- Redaksi

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan. Foto: Tia

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan menyebut program cek kesehatan gratis (CKG) di Sumsel pada tahun ini masih rendah, yakni hanya mencapai 1,55 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel Dedy Irawan menyampaikan, sejak dimulai Februari hingga 10 Juni lalu, program CKG ini baru menjangkau 1,55 persen dari jumlah penduduk Sumsel di kisaran sembilan jutaan jiwa.

“Hingga 10 Juni, yang telah mendaftar program ini sebanyak 146.883 orang. Namun, yang hadir hanya 139.552 orang atau 94,99 persen,” ujar Dedy, sabtu (14/6/2025).

Menurutnya, jumlah capaian tersebut masih rendah dari target yang seharusnya bisa tercapai 50 persen pada tahun ini.

Ia menjelaskan rendahnya capaian itu karena masih minimnya informasi program tersebut kepada masyarakat dan juga karena kesenjangan sarana dan prasarana alat kesehatan antara fasilitas kesehatan (faskes) di kota dan desa.

“Ada yang faskes di perkotaan sarana prasarana peralatan kesehatannya lengkap, tapi ada juga faskes kita yang di pedesaan itu memang sarana prasarananya masih terbatas,” jelasnya.

Ia mengatakan seharusnya CKG bisa untuk memeriksa semua. Akan tetapi, dengan ada keterbatasan itu sebagian besar masyarakat Sumsel ada yang tidak dilakukan pemeriksaan.

“Tentunya kami akan terus melakukan sosialisasi dan menggencarkan program ini sampai ke tingkat kelurahan dan desa. Apalagi program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit lebih dini,” katanya.

Selain itu, Dinkes Sumsel juga akan terus mendorong penambahan alkes melalui program strengthening of primary healthcare in Indonesia (SOPHI) dari Kementerian Kesehatan.

“Termasuk penganggaran dari APBD di daerah,” ucap dia.

Berita Terkait

Bersihkan Lahan Samping Rumah, Pensiunan Kaget Temukan Granat Nanas Berkarat
Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Rayakan Kemerdekaan Lewat Convoy Merdeka
Lima Jabatan Strategis Kejati Sumsel Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih
Nenek 62 Tahun Jadi Korban KDRT, Suami Ancam Pakai Senjata Tajam
Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Ratu Dewa Siap Selaraskan Program Pemerintah Ke Daerah 
COD Senpi Rakitan Berujung Penangkapan, Pria Asal OKI Diciduk Polisi
Kajati Sumsel Perkuat Sinergi, Silaturahmi ke DPRD, Griya Agung dan Pengadilan Tinggi

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Bersihkan Lahan Samping Rumah, Pensiunan Kaget Temukan Granat Nanas Berkarat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Rayakan Kemerdekaan Lewat Convoy Merdeka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Lima Jabatan Strategis Kejati Sumsel Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Nenek 62 Tahun Jadi Korban KDRT, Suami Ancam Pakai Senjata Tajam

Berita Terbaru

Sumsel

Dalam Kehidupanku Pancasila sebagai Mahasiswa

Minggu, 16 Agu 2026 - 22:13 WIB

Sumsel

Menghidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya

Minggu, 16 Agu 2026 - 22:02 WIB