Korupsi Aset Tanah Muba Disidik, Negara Berpotensi Rugi Miliaran

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin (Kejari Muba) resmi meningkatkan status penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengalihan dan penguasaan tanah aset milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ke tahap penyidikan. Kasus yang berakar sejak 2006 ini diduga menimbulkan potensi kerugian negara hingga miliaran rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin, Aka Kurniawan SH MH melalui Kepala Seksi Intelijen Abdul Harris Augusto SH MH menyampaikan bahwa peningkatan status tersebut dilakukan setelah tim jaksa penyelidik menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana korupsi.

“Berdasarkan hasil ekspose perkara, tim penyelidik menemukan adanya indikasi kuat tindak pidana korupsi, sehingga perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar Abdul Harris Augusto.

Lanjutnya, peningkatan status itu tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT–35/L.6.16/Fd.1/04/2026 yang diterbitkanKejari Muba pada 1 April 2026.

Ia menceritakan, kasus ini bermula dari pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2006 di Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Sekayu, yang diperuntukkan bagi pembangunan Gedung Diklat Guru dan pondok pesantren.

“Kemudian pada 2009, dilakukan kembali pembebasan lahan untuk pembangunan Madrasah Bertaraf Internasional,” tuturnya.

Lanjutnya, lahan tersebut kemudian disertifikasi melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Musi Banyuasin dengan Sertifikat Hak Pakai Nomor 09 tertanggal 6 April 2009 atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, dan tercatat sebagai aset resmi daerah dalam sistem Barang Milik Daerah (BMD).

Namun dalam perkembangannya, pada 2015 terbit Surat Pengakuan Hak (SPH) atas nama pihak tertentu dengan luas sekitar 10.432 meter persegi di atas lahan yang telah bersertifikat milik pemerintah daerah.

“Berdasarkan SPH tersebut, pihak swasta kemudian mengusahakan tanah tersebut menjadi kavlingan dan diperjualbelikan kepada masyarakat. Bahkan saat ini telah berdiri rumah warga di atas tanah aset Pemkab Muba,” ungkapnya.

Ironisnya, pihak swasta tersebut tidak memiliki dasar hukum kepemilikan yang sah seperti Hak Guna Bangunan (HGB) maupun perizinan lain sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dari hasil pendalaman sementara, perbuatan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dalam jumlah signifikan.

“Kami masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan alat bukti, serta memeriksa para saksi. Tidak menutup kemungkinan akan ada langkah hukum lanjutan sesuai perkembangan penyidikan,” tandasnya.

Berita Terkait

Sinergi Polri dan Petani, Polsek Buay Madang Timur Sukseskan Panen Jagung Kuartal II di Sukoharjo
Gelar Nobar Pesta Bola Dunia 2026, Polsek Buay Madang Timur Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Olahraga
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Empat Lawang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Muara Pinang
Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Pimpin Penghijauan di Aspol, Kapolres OKU Timur Tanam Ratusan Pohon Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:12 WIB

Sinergi Polri dan Petani, Polsek Buay Madang Timur Sukseskan Panen Jagung Kuartal II di Sukoharjo

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:06 WIB

Gelar Nobar Pesta Bola Dunia 2026, Polsek Buay Madang Timur Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Olahraga

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:29 WIB

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Empat Lawang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Muara Pinang

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Berita Terbaru