Kisah Kopda M Jelang Ajal, Berharap Hidup Bersama Malah Ditolak Kekasih Gelap

- Redaksi

Kamis, 28 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopda Muslimin

Kopda Muslimin

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Hati Kopda Muslimin hancur karena ditolak pacarnya, R, untuk hidup bersama. Penolakan disampaikan sang kekasih, R, usai terbongkar kasus penembakan Kopda Muslimin, Rina Wulandari.
Hal tersebut diungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar,
berdasarkan pemeriksaan terhadap R yang dilakukan tim gabungan Polri dan TNI.

Kapolrestabes bercerita Kopda Muslimin yang sedang menunggu istrinya dirawat di RS pada Senin (18/7) malam, tiba-tiba melarikan diri. Ia kabur meninggalkan istri dan anaknya dan sempat menemui pacarnya R, warga Semarang

Selanjutnya dari Semarang Kopda Muslimin dan pacarnya pergi ke daerah dataran tinggi, Wonosobo.

Saat ia kabur dari Rumah Sakit, M ini menghubungi R pacarnya minta dijemput di daerah Papandayan. R pun datang bawa motor, terus keduanya pergi ke Wonosobo,” kata Irwan.

Sesampainya di Wonosobo, Kopda Muslimin menceritakan pelarian dirinya karena baru saja meminta orang untuk menembak istrinya sendiri, Rina Wulandari, di depan rumah.

Untuk itu, Kopda Muslimin ingin mengajak R untuk hidup bersama di Wonosobo, sesuai apa yang pernah disampaikan R kepadanya.

Tanpa diduga, keinginan tersebut langsung ditolak oleh sang pacar sehingga membuat Muslimin berang dan seketika meninggalkan R di Wonosobo sendirian.

“Yang ironis, R menolak dan tak mau terlihat, akhirnya M berang dan pergi bawa motor R dan meninggalkan R sendirian di Wonosobo saat itu”, terang Irwan.

Seperti diketahui, Kopda Muslimin menggunakan jasa pembunuh bayaran untuk menembak istrinya pada Senin (18/7) lalu. Muslimin memberikan imbalan 120 juta rupiah kepada pelaku yang berjumlah 4 orang.

Para tersangka adalah orang-orang yang disewa Kopda M untuk menghabisi nyawa istrinya sendiri, namun gagal melaksanakan tugasnya.

Keempat orang pembunuh bayaran ini sudah ditangkap, namun Kopda Muslimin yang sempat dinyatakan buron, hari ini ditemukan tewas di rumahnya sendiri, Kendal, Jawa Tengah. (*)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru