Kim Jong Un Ternyata Takut sama Gelombang K-Pop

- Redaksi

Minggu, 25 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kim Jong Un.
Foto: net

Kim Jong Un. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, KORUT – Saat ini budaya K-Pop alias biasa disebut The Korean Wave (gelombang Korea) terkenal di banyak negara di luar Korea Selatan. Sayangnya, negara tetangganya, serumpun, Korea Utara ternyata takut dengan keberadaan K-Pop.

Negeri yang dipimpin Kim Jong Un ini diketahui memperingatkan warganya untuk menjauh dari semua hal mengenai Korea Selatan, termasuk mode, musik, gaya rambut dan bahasa gaulnya.
Selama beberapa dekade terakhir, Korea Utara diketahui mencoba menghentikan pengaruh Korea Selatan untuk menembus perbatasan negara.

Korea Utara (Korut) diketahui tertutup dari seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, termasuk kontrol ketat pada informasi yang masuk atau keluar.

Situasi ini pernah melunak di perbatasan beberapa waktu terakhir. Termasuk Korut mulai membuka diri dengan sejumlah elemen dari Korea Selatan termasuk budaya popnya.
Sayangnya, situasi di Korut saat ini memburuk dan aturan ketat kembali diberlakukan.

Dikutip CNN International, anggota parlemen Korea Selatan Ha Tae Kung menyebutkan bahwa menghadiri pengarahan oleh agen mata-mata dan terungkap rezim Korut menerapkan aturan ketat soal anak muda berpakaian berpakaian dan berbicara.

Salah satu contohnya, istilah ‘oppa’ dilarang di Korut. Istilah itu sering digunakan wanita Korea Selatan memanggil pasangan mereka.

Sementara Ha Tae Kung mengatakan wanita Korut diharuskan memanggil kekasihnya dengan ‘teman laki-laki’.

Mengutip Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, dia juga mengatakan terdapat video propaganda yang mencela perilaku pengaruh asing, seperti menunjukkan kasih sayang di depan umum.

Selain itu, surat kabar milik pemerintah Rodong Sinmun mendorong anak muda setia pada panggilan negara. Di dalam artikel itu menyebutkan perjuangan di bidang ideologi dan budaya merupakan perang tanpa tembakan, mengutip pernyataan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Kim Jong Un juga menambahkan, kalah pada perang budaya ‘akan membawa konsekuensi lebih serius daripada di medan perang’.

Selain itu menurutnya gaya rambut dan bahasa adalah cerminan dari keadaan pikiran dan semangat.

“Bahkan jika orang muda bernyanyi dan menari, harus bernyanyi dan menari dengan melodi dan ritme sesuai dengan kebutuhan zaman dan sentimen nasional rakyat kita, dan mengembangkan gaya budaya kita,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru