PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Niat ingin menjalin pertemanan baru melalui media sosial (medsos), justru berujung petaka bagi Ulan Permata Sari (17). Motor Honda Vario miliknya diduga dibawa kabur oleh perempuan yang baru dikenalnya melalui media sosial.
Merasa menjadi korban penggelapan, Ulan didampingi orang tuanya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Sabtu (29/8/2026) siang.
Kepada petugas, warga Jalan TKR Kadir, Lorong Penghulu, Kecamatan Gandus, Palembang, ini menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat dirinya berada di Jalan KH Azhari, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I (SU I), Palembang.
Ulan mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya berkenalan dengan seorang perempuan yang mengaku bernama Ghenata melalui media sosial. Setelah berkenalan, perempuan tersebut kemudian mendatangi rumah korban.
“Awalnya saya berkenalan dengan terlapor di medsos, Pak. Lalu terlapor datang ke rumah saya,” ujar Ulan kepada petugas.
Setelah itu, terlapor mengajak korban pergi. Keduanya kemudian berangkat menggunakan sepeda motor Honda Vario milik korban.
Saat dalam perjalanan dan tiba di lokasi kejadian, terlapor tiba-tiba meminta korban berhenti dengan alasan tidak menggunakan helm. Selanjutnya, terlapor meminta izin meminjam sepeda motor korban untuk menjemput temannya.
“Saya disuruh berhenti mendadak dengan alasan tidak ada helm. Kemudian dia meminta motor untuk menjemput temannya,” katanya.
Tanpa menaruh curiga, korban pun menyerahkan sepeda motornya kepada terlapor. Namun, hingga laporan dibuat, sepeda motor tersebut tak kunjung dikembalikan.
Terlapor juga disebut menghilang tanpa kabar. Bahkan, saat korban mencoba menghubungi nomor teleponnya, nomor tersebut sudah tidak aktif.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2023 dengan nomor polisi BG 6998 FAP. Kerugian korban ditaksir mencapai jutaan rupiah.
“Oleh karena itu saya laporkan, Pak, karena motor saya tidak dikembalikan. Saat ditelepon, nomornya sudah tidak aktif. Saya berharap pelaku bisa ditangkap,” harapnya.
Sementara itu, Pamapta Piket SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Eko Denny, membenarkan adanya laporan dugaan penggelapan sepeda motor tersebut.
“Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Ranmor untuk melakukan penyelidikan terkait laporan korban,” pungkasnya.
Penulis : Kiki
Editor : Jaks


















