PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, menjadi saksi pengukuhan organisasi Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) se-Indonesia, Jumat (28/8/2026).
Ceremony tersebut menjadi bagian dari rangkaian Apel Akbar Perlindungan Masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Ribuan anggota Satlinmas dari berbagai daerah mengikuti kegiatan yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, dipilihnya Sumsel sebagai tuan rumah pengukuhan DPP dan DPD Aslinmas se-Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan eksistensi Satlinmas di tengah masyarakat.
“Sumsel menjadi tuan rumah pengukuhan DPP, DPD Aslinmas se-Indonesia. Dengan adanya ini dapat menambah solidaritas Satlinmas dan begitu besar peran dan mendapatkan perhatian dari pemerintah,” kata Deru.
Menurutnya, keberadaan Satlinmas memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, organisasi Aslinmas diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat koordinasi dan komunikasi antaranggota di berbagai daerah.
Dalam ceremony tersebut, keberadaan Aslinmas juga diarahkan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan masyarakat dalam kondisi sosial maupun keamanan lingkungan, tetapi dapat mengambil peran lebih luas dalam menghadapi berbagai persoalan kebencanaan.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan Aslinmas berpeluang dilibatkan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama karena anggotanya memiliki jejaring komunitas yang tersebar hingga ke daerah.
“Ya, jadi nanti kita sekarang sudah ada TNI yang sudah berperan dengan Polri, di depan ada juga BNPB. Mungkin nanti Aslinmas bisa masuk membantu penanggulangan karhutla,” ujar Maruli.
Ia mengatakan, pihaknya akan melihat dan mendata kelompok-kelompok yang berada di daerah untuk dapat dilibatkan ketika terjadi karhutla dengan skala besar.
“Ini sudah ada komunitas, saya akan data grup-grup yang di daerah mana yang akan segera kita libatkan di tempat karhutla yang sangat-sangat besar,” katanya.
Maruli menilai kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah justru dapat menjadi momentum bagi Aslinmas untuk menunjukkan perannya dalam membantu masyarakat.
“Justru di tengah ada kejadian ini, peluang untuk berperan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh unsur karena persoalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Polri dan Aslinmas akan membuat penanganan bencana lebih efektif.
“Mudah-mudahan nanti ada kekompakan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, BNPB, BPBD, TNI, Polri, Aslinmas, mungkin akan jauh lebih efektif,” katanya.
Di sisi lain, ceremony pengukuhan tersebut berlangsung di tengah kondisi udara Palembang yang diselimuti kabut asap. Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG, konsentrasi partikulat halus saat kegiatan berada pada kategori tidak sehat.
Meski demikian, apel akbar dan rangkaian pengukuhan tetap berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Para pejabat dan peserta yang mengikuti kegiatan di ruang terbuka tersebut dalam pantauan di lokasi terlihat tidak mengenakan masker.
Momentum pengukuhan Aslinmas se-Indonesia di Sumsel diharapkan tidak sekadar menjadi ceremony organisasi, tetapi menjadi langkah untuk memperkuat peran Satlinmas dalam memberikan perlindungan, pelayanan dan membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat di daerah.
Penulis : Jaks
Editor : Jaks


















